Caraku Menemukanmu

Caraku Menemukanmu
Karaoke


__ADS_3

Bibin


Idenya Sherly, gue kan tua jadi ngikut aja. Demi Allah🤘


Zapata


Bukannya jadi senior yang baik malah ikut sesat


Sherly


Wkwkwk, jangan gitu dong Sexy🙊


Zapata


Bisa waras gak sih? Disuruh cuci yang mana, yang lain yang di cuci


Sherly


Demi dewa, Bang Bibin yang nyuruh. Kan aku masih bocil, jadi nurut aja


Kucapture chat dari mereka berdua, lalu kukirim ke grupchat yang baru banget aku buat untuk kami bertiga. Biar mereka tahu kalau mereka saling tuduh. Sherly yang nuduh Bibin, Bibin nuduh Sherly.


Bibin


Ahahaha, Sherly fitnah gue


Sherly


Parah nih, Bang Bibin gak mau ngaku🙂


Zapata


Halah, sama aja kalian itu


Sherly


Yaolo yaolo, Sexy jangan marah dong😔


Bibin


Sexy maafin aku


Zapata


Traktir dulu


Bibin


Kuy, Sexy mao apa? Tubuhku? Diriku? Semua yang ada padaku?


Sherly


Bang Bibin, jan macam2. Nanti sexynya makin galak


Zapata


Kenapa gue daritadi di panggil sexy😭


Bibin


Karena kamu hot abiezz🔥


Bibin


Sama abang dia gampang takluk Sher awokwkwk😋


Sherly


Karena kamu hot spicy🔥


Zapata


GILA!!!


Sherly dan Bibin


Hahahhaahahahah ketawa jahat ketawa puas ketawa ngakak ketawa kuntilanak ketawa napas ketawa tak terkontrol.


Zapata


Pengen karokean


Bibin


Hayok


Sherly


Hayok (2)


Zapata


Jangan hayok2 aja, bayarin


Sherly

__ADS_1


Bang Bin, ada duit gakkk?😒😔😌


Bibin


Nasib, kena lagi kena lagi.


Yodah, mo kapan?


Sherly


Mana si sexy? Kan dia yang mo karoke


Bibin


Baguslah kalo gajadi


Zapata


Ditinggal kencing bentar aja langsung ga jadi. Nyuruh gue kencing batu?


Sherly


Jangan marah sexy, kita kan cuma positif thinking. Barangkali sexynya udah ga mood.


Salah terus kami dimatamu hiks😢


Zapata


Ntar malam aja


Bibin


Oke


Sherly


Besok kuliah, harus bangun pagi🙁


Zapata


Ya elah cil, masih peduli pendidikan emangnya? wkwkwk


Bibin


Kabur ah, ga mau ikut campur


Sherly


Lah kita mah peduli terus ma dia, dianya aja yang gak sadar sama kepedulian kita. Mo mewek hiks


Zapata


Sherly


Asssiiik😆😉😎😍😘😗😙😚 jam 4 kelar kok


Zapata


Baca tuh bin, jam 4. Siapin duitnya.


Gue mau 4 jam


Bibin


2 jam cukup, mau morotin gue lo😲


Zapata


2 jam latihan vokal, sisanya baru nyanyi


Sherly


Makasih Bang bin mo traktir, baiknyaaaa😍


Bibin


Belum disetujui udah main makasih-makasih aja


Zapata


Makasih bin


Bibin


🙃


•••


Keesokan harinya aku, Bibin, dan Sherly berangkat sendiri-sendiri. Aku dari kantor, Bibin dari tempat kerjanya, terus Sherly dari kampus.


Bibin dan Sherly ternyata sudah lebih dulu sampai. Aku melihat mereka sudah duduk di sofa yang tersedia di depan meja resepsionis.


"Baru nongol lu" sungut Bibin.


"Ya emang kenapa?" tanyaku.

__ADS_1


"Kita nungguin satu jam disini" sahutnya lagi.


"Yah, gitu doang marah. Gue abis cuci mobil tadi"


Langsung kalem tuh mulutnya si Bibin. Takut dosanya aku ungkit-ungkit lagi kayanya.


"Mau lanjut tawuran apa gimana? Mending aku pulang nih kalo ga jadi karokeannya" celetuk Sherly.


"Ya jadilah, udah pada disini juga"


Singkat cerita, kita ngeroomlah nih. Remot aku yang menguasai. Tapi bingung mau nyanyi lagu apa. Karena kelamaan akhirnya direbut tuh remot dari tanganku.


"Lagu dangdut enak Sher" ujar Bibin.


Mulai deh tuh muncul daftar lagu yang sudah di pilih sama Sherly dan Bibin. Ada lagu Rita Sugiarto Oleh-oleh, terus ada nama Ayu Ting Ting juga. Oh my God!


Aku duduk nyantai sembari Bibin dan Sherly nyanyi. Lampu kerlap-kerlipnya juga dinyalain jadi berasa lagi di club tapi versi pantura.


"Yang... Yang sudah-sudah ya sudahlah. Kusudah maafkan kamu sayang. Yang sudah-sudah ya sudahlah. Inilah caraku memaafkan" mereka masih terus asik bernyanyi lalu kuganti dengan lagu pilihanku.


Band-band angkatan Sheila On7, ada juga Peterpan, dan lagu-lagu Westlife merupakan pilihanku. Selama aku nyanyi, mereka tidak ada yang mau nemenin. Ya sudah, kuhajar saja semuanya sendiri. Sampai hilang suaraku.


"Udah bang, istirahat. Gantian kita lagi"


Emh, sial. Giliran gue nyanyi ternyata mereka pada ngumpulin energi.


"Majalengka siap digoyang??" teriak Sherly khas konser-konser dangdut.


"Siaaaaap" jawab Bibin dengan mengibar-ngibarkan jaketnya.


Aku terjebak ditengah-tengah orang gila.


"Aku mau nyanyi lagu minang. Bang Bibin tau lagu inikan?" ujar Sherly masih ngomong pakek mic.


"Tau dong" sambutnya bangga.


Nyanyi deh tuh mereka. Lagunya lagu duet tapi Bibin bagian ceweknya, Sherly yang bagian cowoknya. Emang suka menyalahi aturan. Masa Sherly jadi Udanya, hm.


"Salah yo salah denai manaruh raso. Batanam kasiah sayang babuah luko. Ulah dek bansaik juo. Cinto nan taniayo sansai juo ooh" Sherly nyanyi.


"Apolah dayo denai nan dijodohkan. Bak cando minyak habih samba tak lamak. Arek kito bajanji nyato tak batapati. Maafkan denai Uda" lanjut Bibin.


Satu jam pertama, aku masih nyanyi lagu-lagu yang aku suka saja. Tapi lama-kelamaan mulai ngawur ngikutin arusnya mereka.


Beranjak dari Sumatera ke Jawa, dari lagu minang ke lagu koplo. Asoy juga nih, kubuka satu kancing kemejaku biar lebih cocok dengan lagunya. Terus ikut-ikutan jejingkrakan dengan Bibin dan Sherly.


Walaupun nanti tiba-tiba ada lagu slow, kami tetap jingkrak-jingkrak gak bisa diam. Sampai beberapa kali pesan kentang goreng dan cemilan lainnya karena merasa cepet banget kehabisan energi.


Hingga udah sisa waktu 15 menit, kami duduk merebahkan badan ke sandaran kursi. Kemejaku bahkan sudah tidak rapi lagi.


Sherly masih ngotak-ngatik remot. Katanya mubazir kalo ga di manfaatin.


Muncullah tu lagu pilihan Sherly dan dia siap buat nyanyi lagi. Gila, Sherly ternyata suka banget nyanyi.


"Cintai aku karena Allah, sayangi aku karena Allah"


Aku dan Bibin tidak tahu lagu itu, kami sama-sama baru dengar. Tapi saat di lirik yang sama lagi, aku dan Bibin meledekinya.


"Cintai aku karena Allah"


"Tidak mungkin" sahut aku dan Bibin.


"Sayangi aku karena Allah"


"Tidak mungkin" sahut kami lagi.


Selesai lagu, si Sherly marah. "Ganggu aja" ujarnya.


Sampai di 3 menit terakhir, aku menyetel lagu Opick sekaligus dengan mengaktifkan vokalnya. Biar kami bertiga istirahat saja sembari dengerin lagu penyejuk hati.


"Meski kurapuh dalam langkah


Kadang tak setia kepadamu


Namun cinta dalam jiwa


Hanyalah padamu"


"Wah, cocok banget. Sholat maghrib lewat, dinyanyiin lagu beginian" kata Sherly.


"Ampuni kami ya Allah, bukannya sholat malah hura-hura" ujar Bibin dengan tangisan pura-puranya yang semakin mendramatisir keadaan.


"Bang Ta nih, Bang Ta ya Allah Bang Ta"


"Lho, kok Abang?"


"Yang ngajakin karoke jam segini siapa?"


"Kan tadi bisa skip, kita bisa keluar buat sholat dulu. Kenapa gak ada yang ingetin" elakku. Masa gak sholat semuanya, yang salah aku doang.


"Udah jangan ribut, ayo cabut udah habis waktunya"


Keluar dari sana bentukan kami sudah acak-acakan. Kemejaku bagian belakangnya benar-benar sudah kusut dan keluar-keluar. Rambutnya Sherly juga udah lepek, Bibin juga jaketnya udah ga dipasang lagi cuma di tenteng doang.


Kami pun membayar semua billnya. Ups lupa, bukan kami tapi Bibin yang bayar semuanya.

__ADS_1


Habis dari sana kita misah lagi. Tapi Bibin tetap bersamaku sebab aku memintanya nginap dirumahku karena sudah lama sekali kami tidak bobo bareng.


POV Zapata end


__ADS_2