
Bibin
Idenya Sherly, gue kan tua jadi ngikut aja. Demi Allah🤘
Zapata
Bukannya jadi senior yang baik malah ikut sesat
Sherly
Wkwkwk, jangan gitu dong Sexy🙊
Zapata
Bisa waras gak sih? Disuruh cuci yang mana, yang lain yang di cuci
Sherly
Demi dewa, Bang Bibin yang nyuruh. Kan aku masih bocil, jadi nurut aja
Kucapture chat dari mereka berdua, lalu kukirim ke grupchat yang baru banget aku buat untuk kami bertiga. Biar mereka tahu kalau mereka saling tuduh. Sherly yang nuduh Bibin, Bibin nuduh Sherly.
Bibin
Ahahaha, Sherly fitnah gue
Sherly
Parah nih, Bang Bibin gak mau ngaku🙂
Zapata
Halah, sama aja kalian itu
Sherly
Yaolo yaolo, Sexy jangan marah dong😔
Bibin
Sexy maafin aku
Zapata
Traktir dulu
Bibin
Kuy, Sexy mao apa? Tubuhku? Diriku? Semua yang ada padaku?
Sherly
Bang Bibin, jan macam2. Nanti sexynya makin galak
Zapata
Kenapa gue daritadi di panggil sexy😭
Bibin
Karena kamu hot abiezz🔥
Bibin
Sama abang dia gampang takluk Sher awokwkwk😋
Sherly
Karena kamu hot spicy🔥
Zapata
GILA!!!
Sherly dan Bibin
Hahahhaahahahah ketawa jahat ketawa puas ketawa ngakak ketawa kuntilanak ketawa napas ketawa tak terkontrol.
Zapata
Pengen karokean
Bibin
Hayok
Sherly
Hayok (2)
Zapata
Jangan hayok2 aja, bayarin
Sherly
__ADS_1
Bang Bin, ada duit gakkk?😒😔😌
Bibin
Nasib, kena lagi kena lagi.
Yodah, mo kapan?
Sherly
Mana si sexy? Kan dia yang mo karoke
Bibin
Baguslah kalo gajadi
Zapata
Ditinggal kencing bentar aja langsung ga jadi. Nyuruh gue kencing batu?
Sherly
Jangan marah sexy, kita kan cuma positif thinking. Barangkali sexynya udah ga mood.
Salah terus kami dimatamu hiks😢
Zapata
Ntar malam aja
Bibin
Oke
Sherly
Besok kuliah, harus bangun pagi🙁
Zapata
Ya elah cil, masih peduli pendidikan emangnya? wkwkwk
Bibin
Kabur ah, ga mau ikut campur
Sherly
Lah kita mah peduli terus ma dia, dianya aja yang gak sadar sama kepedulian kita. Mo mewek hiks
Zapata
Sherly
Asssiiik😆😉😎😍😘😗😙😚 jam 4 kelar kok
Zapata
Baca tuh bin, jam 4. Siapin duitnya.
Gue mau 4 jam
Bibin
2 jam cukup, mau morotin gue lo😲
Zapata
2 jam latihan vokal, sisanya baru nyanyi
Sherly
Makasih Bang bin mo traktir, baiknyaaaa😍
Bibin
Belum disetujui udah main makasih-makasih aja
Zapata
Makasih bin
Bibin
🙃
•••
Keesokan harinya aku, Bibin, dan Sherly berangkat sendiri-sendiri. Aku dari kantor, Bibin dari tempat kerjanya, terus Sherly dari kampus.
Bibin dan Sherly ternyata sudah lebih dulu sampai. Aku melihat mereka sudah duduk di sofa yang tersedia di depan meja resepsionis.
"Baru nongol lu" sungut Bibin.
"Ya emang kenapa?" tanyaku.
__ADS_1
"Kita nungguin satu jam disini" sahutnya lagi.
"Yah, gitu doang marah. Gue abis cuci mobil tadi"
Langsung kalem tuh mulutnya si Bibin. Takut dosanya aku ungkit-ungkit lagi kayanya.
"Mau lanjut tawuran apa gimana? Mending aku pulang nih kalo ga jadi karokeannya" celetuk Sherly.
"Ya jadilah, udah pada disini juga"
Singkat cerita, kita ngeroomlah nih. Remot aku yang menguasai. Tapi bingung mau nyanyi lagu apa. Karena kelamaan akhirnya direbut tuh remot dari tanganku.
"Lagu dangdut enak Sher" ujar Bibin.
Mulai deh tuh muncul daftar lagu yang sudah di pilih sama Sherly dan Bibin. Ada lagu Rita Sugiarto Oleh-oleh, terus ada nama Ayu Ting Ting juga. Oh my God!
Aku duduk nyantai sembari Bibin dan Sherly nyanyi. Lampu kerlap-kerlipnya juga dinyalain jadi berasa lagi di club tapi versi pantura.
"Yang... Yang sudah-sudah ya sudahlah. Kusudah maafkan kamu sayang. Yang sudah-sudah ya sudahlah. Inilah caraku memaafkan" mereka masih terus asik bernyanyi lalu kuganti dengan lagu pilihanku.
Band-band angkatan Sheila On7, ada juga Peterpan, dan lagu-lagu Westlife merupakan pilihanku. Selama aku nyanyi, mereka tidak ada yang mau nemenin. Ya sudah, kuhajar saja semuanya sendiri. Sampai hilang suaraku.
"Udah bang, istirahat. Gantian kita lagi"
Emh, sial. Giliran gue nyanyi ternyata mereka pada ngumpulin energi.
"Majalengka siap digoyang??" teriak Sherly khas konser-konser dangdut.
"Siaaaaap" jawab Bibin dengan mengibar-ngibarkan jaketnya.
Aku terjebak ditengah-tengah orang gila.
"Aku mau nyanyi lagu minang. Bang Bibin tau lagu inikan?" ujar Sherly masih ngomong pakek mic.
"Tau dong" sambutnya bangga.
Nyanyi deh tuh mereka. Lagunya lagu duet tapi Bibin bagian ceweknya, Sherly yang bagian cowoknya. Emang suka menyalahi aturan. Masa Sherly jadi Udanya, hm.
"Salah yo salah denai manaruh raso. Batanam kasiah sayang babuah luko. Ulah dek bansaik juo. Cinto nan taniayo sansai juo ooh" Sherly nyanyi.
"Apolah dayo denai nan dijodohkan. Bak cando minyak habih samba tak lamak. Arek kito bajanji nyato tak batapati. Maafkan denai Uda" lanjut Bibin.
Satu jam pertama, aku masih nyanyi lagu-lagu yang aku suka saja. Tapi lama-kelamaan mulai ngawur ngikutin arusnya mereka.
Beranjak dari Sumatera ke Jawa, dari lagu minang ke lagu koplo. Asoy juga nih, kubuka satu kancing kemejaku biar lebih cocok dengan lagunya. Terus ikut-ikutan jejingkrakan dengan Bibin dan Sherly.
Walaupun nanti tiba-tiba ada lagu slow, kami tetap jingkrak-jingkrak gak bisa diam. Sampai beberapa kali pesan kentang goreng dan cemilan lainnya karena merasa cepet banget kehabisan energi.
Hingga udah sisa waktu 15 menit, kami duduk merebahkan badan ke sandaran kursi. Kemejaku bahkan sudah tidak rapi lagi.
Sherly masih ngotak-ngatik remot. Katanya mubazir kalo ga di manfaatin.
Muncullah tu lagu pilihan Sherly dan dia siap buat nyanyi lagi. Gila, Sherly ternyata suka banget nyanyi.
"Cintai aku karena Allah, sayangi aku karena Allah"
Aku dan Bibin tidak tahu lagu itu, kami sama-sama baru dengar. Tapi saat di lirik yang sama lagi, aku dan Bibin meledekinya.
"Cintai aku karena Allah"
"Tidak mungkin" sahut aku dan Bibin.
"Sayangi aku karena Allah"
"Tidak mungkin" sahut kami lagi.
Selesai lagu, si Sherly marah. "Ganggu aja" ujarnya.
Sampai di 3 menit terakhir, aku menyetel lagu Opick sekaligus dengan mengaktifkan vokalnya. Biar kami bertiga istirahat saja sembari dengerin lagu penyejuk hati.
"Meski kurapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepadamu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah padamu"
"Wah, cocok banget. Sholat maghrib lewat, dinyanyiin lagu beginian" kata Sherly.
"Ampuni kami ya Allah, bukannya sholat malah hura-hura" ujar Bibin dengan tangisan pura-puranya yang semakin mendramatisir keadaan.
"Bang Ta nih, Bang Ta ya Allah Bang Ta"
"Lho, kok Abang?"
"Yang ngajakin karoke jam segini siapa?"
"Kan tadi bisa skip, kita bisa keluar buat sholat dulu. Kenapa gak ada yang ingetin" elakku. Masa gak sholat semuanya, yang salah aku doang.
"Udah jangan ribut, ayo cabut udah habis waktunya"
Keluar dari sana bentukan kami sudah acak-acakan. Kemejaku bagian belakangnya benar-benar sudah kusut dan keluar-keluar. Rambutnya Sherly juga udah lepek, Bibin juga jaketnya udah ga dipasang lagi cuma di tenteng doang.
Kami pun membayar semua billnya. Ups lupa, bukan kami tapi Bibin yang bayar semuanya.
__ADS_1
Habis dari sana kita misah lagi. Tapi Bibin tetap bersamaku sebab aku memintanya nginap dirumahku karena sudah lama sekali kami tidak bobo bareng.
POV Zapata end