Caraku Menemukanmu

Caraku Menemukanmu
Cinta Segitiga


__ADS_3

"Yank, kamu kenapa cuekin aku terus sih? Aku hubungin kamu berkali-kali tapi selalu ga bisa" Sherly terus memberondong Tian dengan sejuta pertanyaannya. Tian yang sudah kehabisan kesabaran pun menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Sherly.


"Sher, aku cuma mau menyendiri dulu. Aku lagi ada masalah sedikit. Kamu biarin aku menenangkan diri ya, nanti juga aku pasti balik lagi. Aku cuma pengen tenang, Sher"


"Iya, tapi aku mau tau kamu punya masalah apa? Punya masalah sama siapa?"


"Sher, kamu memang pacar aku. Tapi aku saat ini belum bisa cerita semuanya ke kamu. Tolong ngertiin aku dong, Sher"


"Iya Tian, oke"


Sherly langsung pergi dari hadapan Tian dan masuk ke mobil. Ia pergi dari sana padahal rencana nonton mereka belum terlaksana. Jangankan rencana nonton, sempat masuk ke mallnya saja belum. Keduanya sudah terlibat cekcok saat masih diperjalanan tadi. Yang akhirnya sekarang malah jadi gagal kencan. Hanya sempat batas parkiran.


Tian yang menyadari kesalahan baru yang ia perbuat langsung mencari taksi untuk mengejar Sherly. Ia yang tak biasanya memanggil Sherly dengan sebutan nama, dan tadi tiba-tiba saja ia mencelos mengatakan Sherly Sherly dan Sherly.


Itu sebabnya sebelum Sherly pergi ia mengatakan Iya Tian dengan nada dalam dan penuh penekanan.


Sedangkan Puput kini terus-terusan menghubungi Tian karena tahu Tian saat ini sedang jalan dengan Sherly. Puput tidak tahu situasi yang tengah terjadi. Kalau kencan Tian dan Sherly jadi berantakan karena mereka yang bertengkar membahas Tian yang makin hari makin cuek pada Sherly.


Panggilan Puput tak kunjung dijawab oleh Tian. Ya jelaslah, karena saat ini Tian tengah mati-matian membujuk perempuan yang kini sudah berada lagi dihadapannya. Membujuk Sherly agar tak marah lagi padanya.


Walau kencan mereka gagal, tapi setidaknya kini Tian dan Sherly kembali berbaikan. Dengan janji Tian yang tidak akan mengulangi kesalahannya sampai mengabaikan Sherly terus-menerus. Bahkan malah sampai Tian tidak pernah menjemput Sherly lagi.


Sebenarnya masih banyak lagi ucapan-ucapan Tian yang tidak ditepati, tapi selalu saja Sherly memaafkannya. Mungkin benar kata orang, cinta bikin bodoh.


()()()


Keesokan harinya, bukan Sherly lagi yang ngamuk-ngamuk. Melainkan Puput.


"Tian, bukan cuma kamu yang punya pacar. Tapi aku juga. Bedanya aku utamain kamu, tapi kamu lebih utamain Sherly"


"Put, bisa ga kita sudahi hubungan kita? Kayanya selama ini aku cuma tertarik semata karena fisik. Aku ga benar-benar mau kehilangan Sherly. Sherly baik, Put. Kamu juga baik. Aku yang salah, aku yang duluan deketin kamu. Sekarang aku udah cape, Put. Sana-sini marah-marah. Gak kamu, gak Sherly hobinya marah-marah mulu"


"Mudah banget kamu ngomong gitu. Tian, asal kamu tau. Aku naksir kamu saat kamu masih sama Mia. Saat itu aku cuma bisa pendam. Aku buang jauh-jauh khayalan aku buat bisa deket sama kamu. Tapi kita sudah terlanjur berteman. Aku harus menahan-nahan biar kamu ga tau apa yang aku rasa. Lalu tiba-tiba ada kabar kamu putus sama Mia. Jujur, aku senang. Tapi nggak lama. Karena hanya beberapa bulan kemudian, kamu jadian sama Sherly. Aku benar-benar ga terlihat dimata kamu. Sherly itu ga naksir sama kamu, dia awalnya cuma suka mandangin kamu. Tapi aku yang selalu menggoda dia seolah-olah membuat cerita kalo dia naksir kamu. Kamu ingat, waktu kita belum terlalu akrab. Aku yang sering duluan ajakin kamu buat gabung sama aku dan Sherly. Tapi apa? Ga dihargain 'kan?"

__ADS_1


Tian mengangkat tangannya untuk menghapus air mata Puput. Tapi dengan cepat Puput menepisnya.


"Jangan gini Tian, kamu bisa buat aku makin terluka. Biarin aja aku puas-puasin nangis depan kamu. Kita selesain sampai ke akar-akarnya"


Puput menghela nafas sejenak.


"Kamu mau kembali pada Sherly 'kan? Pergilah. Aku sudah biasa terluka. Terluka karena harapanku sendiri. Bahkan aku sudah pernah membayangkan ini akan terjadi sama kita. Aku ga bisa bilang kalo aku akan baik-baik aja, tapi kamu tenang aja karena obat aku masih banyak" Dengan tersenyum sedih, Puput memperlihatkan sebotol kapsul yang memang ia konsumsi sejak jatuh sakit yang waktu itu.


"Put, maaf" hanya itu kata yang mampu keluar dari mulut Tian.


"Aku balik dulu ya, karena ga sepantasnya aku lama-lama duduk disini sama kamu yang bukan siapa-siapanya aku"


"Put!" Tian sudah berusaha mencegah, tapi Puput berhasil pergi dari hadapannya.


"Arrggh" kesal Tian karena kini hatinya makin terasa tak karuan setelah mendengar semua kejujuran hati Puput.


()()()


Tidak hanya dikampus, begitu juga diluaran kampus. Puput sudah tidak pernah lagi kerumah Sherly. Pun setiap kali Sherly yang hendak berkunjung kerumahnya selalu dicegah. Kadang alasannya mau pergi Zumba ataupun pergi bersama mamanya.


Hingga disuatu senja, Puput tak sengaja bertemu Tian di pinggir danau. Puput kesana karena ingin menyejukkan pikiran. Sedangkan Tian memang sedang nongkrong dengan teman-temannya.


Teman-teman Tian itu lelaki semua. Mereka nampaknya memang sedang nongkrong sekaligus cuci mata disana. Saat mata mereka menangkap kehadiran Puput, semua langsung terkesima karena memang Puput memiliki kecantikan yang amat memanjakan mata.


Hal itu membuat Tian tidak suka. Oleh sebab itu, ia menghampiri Puput dan membawanya pergi jauh-jauh dari jangkauan pandangan teman-temannya.


"Put" sapa Tian.


Membuat Puput menoleh dan tersenyum canggung pada Tian dan teman-temannya.


Tian berdiri menghampiri Puput.


"Gue keliling bentar, kalo kalian mau cabut duluan gapapa" ucap Tian saat dirinya sudah berdiri di samping Puput.

__ADS_1


"Ayo ikut gue" Tian melangkah seraya menarik tangan Puput namun tidak terlalu kencang, hanya saja langkahnya yang cepat.


"Tian, lepasin"


"Kenapa? Lo suka diperhatiin sama temen-temen gue? Lo suka jadi pusat perhatian mereka?"


"Tian, lo apa-apaan sih?"


"Halah, bilang aja Put kalo lo suka" tuduh Tian dengan mudahnya.


"Huh, kemarin lo bertindak seolah kita sudah bukan siapa-siapa. Dan sekarang kenapa berubah? Lo aneh, tau nggak?


"Iya gue aneh. Gue gak tau sejak kapan gue mulai aneh. Tapi ngeliat lo dipandangin mereka, gue ga suka, Put"


"Karena lo cinta sama gue?" tembak Puput cepat.


Tian diam, ia tak tahu pasti dengan jawabannya. Tapi dirinya memang aneh. Tak suka kalau ada yang memperhatikan Puput, tak suka mendengar kalau ada yang memuji Puput.


"Lo ga tau kan jawabannya?"


Tian masih diam. Masih mencari-cari letak jawabannya. Tapi pikiran dan tubuhnya tidak seiring sejalan.


Tian maju selangkah demi selangkah. Dengan pelan tapi pasti, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Puput. Hingga jarak semakin terkikis dan Tian memiringkan sedikit wajahnya hingga bi*bir mereka bertemu.


Warna jingga di ufuk Timur, bukan menjadi satu-satunya saksi.


Ciu*man itu berakhir kala nafas keduanya hampir habis. Tian memeluk Puput dengan erat. Bahkan sangat erat.


"Kamu liat deh, danaunya bagus" Tunjuk Tian pada air danau yang memantulkan cahaya jingga dari atas langit.


"Foto yuk!?"


Mereka pun mengambil beberapa gambar dengan berbagai macam pose. Setelah pulang dari sana, Tian betul-betul sudah memantapkan niatnya untuk segera mengakhiri hubungannya dengan Sherly.

__ADS_1


__ADS_2