
"Calon-calon player tuh" sambar Sherly cepat.
"Hush, sembarangan" sangkal Puput dan Rama bersamaan.
Sherly tertawa dibalik tubuh Dinda, menghindari timpukan bantal sofa dari Puput. Dua gadis itu jadi ribut sendiri.
Selama dirumah sakit tidak ada pembahasan tentang mobil misterius yang terparkir dirumah Sherly. Tampaknya Nanda masih belum menyadari keberadaan mobil tersebut sehingga ia tak bertanya apapun pada Sherly.
Sampai jam 9 malam, mereka pun pamit pulang. Feza dan bayinya tentu ingin segera istirahat, oleh sebab itu Dinda segera mengajak suami dan adiknya pulang. Terlebih Umar ditinggal dirumah, kasihan papa jika harus menjaga bayi super aktif itu sendirian.
Sesampainya dirumah, Dinda, mama, dan Sherly turun lebih dulu dan Nanda turun paling belakangan. Ia melihat sebuah mobil yang tertutup sarung mobil.
Dibukanya sedikit ujung sarung mobil untuk melihat mobil tersebut. Menatap heran, kemudian Nanda memasang kembali dan masuk ke rumah.
"Pa, itu mobil di depan punya siapa?" tanya Nanda.
"Punya Sherly" jawab papa.
"Mobil yang mana?" tanya Dinda.
"Yang disarungin di depan. Emang gak liat?" tanya Nanda.
"Nggak" jawab Dinda.
"Sejak kapan Sherly punya mobil, pa?" tanya Nanda.
"Baru 2 hari. Itu Zapata yang kasih" ujar mama.
"Zapata? Ngapain Zapata kasih Sherly mobil. Mewah lagi!?" ucap Nanda dengan menyelidik lebih jauh.
"Kamu tanya Sherly langsung aja, mama sama papa juga gak tau alasannya" sahut mama.
Nanda langsung bergegas naik menuju kamar Sherly.
Tok tok
"Sher, buka pintu" titahnya.
"Hoam, kenapa bang?" tanya Sherly sembari membuka pintu.
"Kamu dikasih mobil mewah sama Zapata? Jawab pertanyaan abang, kamu pacaran sama dia?"
"Bang, bang Zapata itu abang kedua aku. Mana ada aku pacaran sama dia, dia juga kasih mobil itu karena udah anggap aku adeknya"
"Yakin???" tanya Nanda dengan melipat tangan di dada.
"Suer bang. Astaga, masa gitu doang ga percaya"
"Masalahnya, mobil jepang yang bagus juga banyak. Kenapa harus mobil mewah begitu. Besok balikin!"
"Bang, masa pemberian orang dibalikin lagi. Gak enaklah. Nanti dikira mobilnya bukan selera aku, nanti dikira aku ngarep yang lebih mahal. Jangan dibalikin ya bang" Sherly merengek membujuk agar Nanda berubah pikiran.
"Sher, kamu bahkan belum bisa nyetir. Belum punya SIM, gimana bawanya? Masa cuma jadi pajangan"
"Tunggu disini. Aku tunjukin sesuatu" Sherly masuk kekamar dan mengambil dompet. Mau tidak mau, malam ini rahasianya akan segera terbongkar.
"Nih" tunjuknya pada Nanda.
"Kapan bikin?" tanya Nanda.
"Seminggu yang lalu"
__ADS_1
"Beneran bisa nyetir?"
"Bisa, diajarin Puput di area kampus"
"Langsung jago?"
"Nggak, ini nembak. Minta tolong Kak Feza"
Melihat urat-urat di kening Nanda sudah mulai bermunculan, Sherly pasrah saja. Sudah tahu dirinya akan kena marah.
"Tapi Puput juga nembak kok. Ya aku ikut-ikutan aja. Soalnya kata temen aku ujian SIMnya susah" sambungnya cepat sebelum Nanda lebih dulu mengeluarkan amukannya.
"Tapi ini gak jujur, Sher" ucap Nanda dengan menghela nafas.
"Emang dosa ya bang?" tanya Sherly ketakutan.
"Ya iyalah" gertak Nanda.
"Dosa apa?" tanyanya lagi dengan suara pelan.
"Sher, kamu udah melanggar peraturan. Harusnya kamu dapetin SIM dengan mengikuti tata cara yang berlaku. Kamu jangan kebiasaan gak jujur gini, nanti keenakan dan jadinya keterusan" omel Nanda.
"Ya udah, aku balikin aja besok SIMnya ke kantor polisi"
"Sher, ahhh" Nanda putus asa.
Kalau SIM itu dikembalikan, tentunya orang-orang dikantor polisi jadi semakin bingung. Kenapa SIM yang sudah jadi malah dikembalikan? Lalu, belum lagi kalau orang-orang tau jika Sherly ternyata adalah adik Nanda, polisi yang sudah berpangkat cukup tinggi. Belum lagi, pro dan kontra pasti ada.
"Bang, jangan diemin aku. Iya, aku tau aku salah"
"Udahlah, gak usah dibalikin. Udah terlanjur juga" Nanda pun langsung berbalik badan hendak turun.
Sejenak ia berhenti. Lalu menatap Sherly.
"Kamu kuliah yang bener" Nanda pun segera turun dan pamit pada kedua mertuanya karena malam sudah semakin larut. Anak semata wayangnya juga sudah tertidur lelap di kamar mertuanya.
***---***
Keesokan harinya, wanita yang menjadi kekasih Zapata baru membalas pesannya pagi ini.
Ting
GSP
"Maaf sayang baru bisa ngabarin sekarang, kemaren aku sibuk ada urusan keluarga"
Pesan yang wanita itu kirimkan, hanya dibaca oleh Zapata.
GSP
"Sayang maaf, aku bener-bener gak bisa pegang hp kemaren. Jangan marah ya😔😔"
Lagi-lagi, hanya dibaca oleh Zapata. Sepertinya lelaki itu memang sengaja ingin membalas perbuatannya.
GSP
"Oh, jadi mau balas dendam? Ok!"
Disebuah ruang kerja dengan interior mewah, tampaklah raut kesal Zapata karena sang kekasih ternyata justru tidak membujuknya melainkan seperti hendak mengajaknya berperang.
Mau tidak mau, Zapata pun membalas pesannya. Karena diabaikan pun percuma, kekasihnya tak peka.
__ADS_1
Zapata
"A
K
U
M
A
R
A
H"
Tak berapa lama, ponsel Zapata berdering. Kekasihnya menghubungi.
"Hm" sahut Zapata cuek.
"Sayang, jangan marah ya. Aku beneran sibuk kemaren. Ada urusan keluarga jadi gak enak kalo lagi kumpul-kumpul gitu pegang hp"
"Terus sekarang udah gak ada acara keluarga lagi?" tanya Zapata.
"Nggak, udah selesai"
"Kamu tuh jujur deh, jangan-jangan kamu punya pacar selain aku"
"Astaghfirullahal'adzim, demi Tuhan gak ada sayang. Ya cuma kamu, Mr. Z seorang"
"Terus, mau sampe kapan kita kaya gini? Kamu serius gak sih sama aku?"
"Aku serius sama kamu, tapi... Aku cuma takut kamu kecewa sama aku. Aku gak secantik artis di tv-tv, sedangkan kamunya ganteng"
"Ngomong apa sih? Kalo aku mentingin fisik, sudah jelas aku gak mau pacaran sama kamu yang wujud aslinya aja aku gak tau"
"Terus? Maksud kamu?-..."
"Ayo ketemu. Aku temuin kamu dikampus juga gapapa"
"Kamu serius?"
"Sangat serius"
"Emmm, ya udah. Kita ketemuan hari ini, tapi jangan dikampus ya. Ketemuan di cafe deket rumah aku aja. Nanti aku kasih tau"
Zapata tersenyum. Akhirnya ada pertemuan juga setelah menjalin kencan buta ini.
"Ga bohong kan?"
"Ya boonglah"
"Hm kan"
"Ngga ngga, aku cuma becanda. Jadi ketemu, gak?"
"Ya jadilah sayang. Tapi lewat jam 2 ya, aku ada makan siang sama klien soalnya"
"Oh, jadi makan siang sama aku di nomor duakan?"
__ADS_1
"Jangan ngambek, pokonya hari ini aku yang ngambek sama kamu"
"Dasar, gak sadar umur. Oke deh, nanti pulang kuliah aja ketemunya"