Caraku Menemukanmu

Caraku Menemukanmu
Aku Kamu


__ADS_3

"Berbaring di dalam kamar tidurku


Menantikan s'lalu kabar darimu


Melihat fotomu yes, it helps a little


Tak berarti ku tak rindu kau keliru"


Sebuah lagu yang sengaja Sherly putar ditengah kebahagiaannya saat ini. Sherly belingsatan di tempat tidur usai Zapata yang baru saja menghubungi dan mengajaknya untuk berbuka berdua di suatu tempat yang katanya sangat bagus pemandangannya. Walau ia tahu Zapata pasti sangat lelah karena habis subuh berangkat ke Cirebon terus sekarang baru saja pulang dari Cirebon, tapi ngotot untuk menyempatkan waktu mengajak Sherly keluar.


"Ya ampun Bang Ta, puasa kan masih ada hari lain. Udah ih, hari ini Bang Ta istirahat aja. Kita bisa buka di luar kapan-kapan"


"Gak mau, maunya hari ini"


"Ya udah, iya. Mau jemput jam berapa?"


"Jam 4. Abang mau kita sempetin jalan-jalan dulu"


"Iya-iya"


Seperti itulah perdebatan yang sempat terjadi tadi. Sherly sangat senang akan pergi menghabiskan waktu bersama Zapata, hanya berdua. Ini bukan kali pertama mereka pergi berdua, tapi jauh di lubuk hati Sherly merasa kali ini ada yang berbeda. Ada debar-debar dalam dada padahal waktu untuk perginya masih lama.


"Sher, bantuin mama sini! Kamu potong semangka di meja ya, mama mau keluar sebentar sama papa. Bi Hanum lagi goreng-goreng" teriak mama dari arah tangga.


"Iya, Ma" jawab Sherly.


Ia mematikan lagu, lalu beringsut merapikan tempat tidurnya dan bergegas turun ke bawah. Sampai dibawah, ia langsung melaksanakan titah sang mama. Habis potong-potong semangka, ia naik lagi ke kamar dan segera mandi. Ia tak mau dirinya terlambat bersiap-siap.


♡♡♡


Sherly sudah siap dengan tampilan yang menurutnya sangat sempurna. Ia mengenakan dress putih panjang polos dengan bahan jatuh dan desain yang feminim di padukan dengan tas tangan kecil warna hitam lalu rambut yang di sanggul kecil dengan poni yang ia belah tengah dan terdapat anak rambut yang ia biarkan tergerai di dekat telinga. Seumur hidup, sepertinya baru kali ini Sherly rela menghabiskan waktu untuk berdandan hanya demi laki-laki. Dan anehnya, laki-laki itu justru adalah Zapata. Lelaki yang tak pernah ia sangka-sangka.


Kenapa bukber doang bisa bikin gue sebahagia ini?


Teringat dengan puasa tahun lalu, tentang ia dan Tian. Rasanya tidak seperti ini, malah jauh sekali berbeda.


Mama dan papa pulang, mereka takjub dengan putri kecil mereka yang sudah cantik entah mau pergi kemana.

__ADS_1


"Sher, mau kemana?" tanya papa. Sedangkan mama sudah duluan ke dapur mau memeriksa makanan sudah disiapkan Bibi atau belum.


"Mau bukber diluar, Pa. Boleh ya!? Sama Bang Ta" ujarnya.


"Ya udah, tapi ingat pulang jangan kemaleman" titah papanya.


"Siap, Pa"


Sherly lalu ke dapur untuk minta izin pada mamanya, biar nanti mamanya gak banyak nanya saat pulang.


"Hati-hati di jalan. Kamu jangan terlalu deket sama Zapata, dia kan calon suaminya Puput. Nanti malah jadi fitnah"


Ah, ini si Ibu-ibu ketinggalan info.


"Iya Ma, tenang aja" ucap Sherly yang malas menjelaskan.


Sherly duduk di kursi teras sembari berkaca di kamera ponselnya. Ia menunggu Zapata dengan sedikit tidak sabar.


Tak lama kemudian, Zapata muncul dengan pakaian yang ternyata senada dengan yang di kenakan Sherly. Kemeja putih dan jeans hitam yang juga cocok dengan dress dan tas Sherly. Sherly dan Zapata pun akhirnya sama-sama salah tingkah.


"Aku izin mama papa kamu dulu, ya" ucapnya lalu masuk ke dalam. Sedangkan Sherly tetap berada di depan. Ia sedang berusaha menenangkan degup jantung yang tiba-tiba tak terkontrol sejak kedatangan Zapata barusan.


Mereka masuk ke mobil lalu pergi menuju restoran yang sudah Zapata booking. Restoran yang mereka tuju itu merupakan bangunan 3 lantai dan memiliki fasilitas rooftop. Dimana setiap pengunjung juga bisa menyewa sampai ke bagian rooftop untuk dijadikan sebagai tempat makan yang terbuka (outdoor). Jadi seluruh pengunjung bisa menikmati langit senja ataupun pemandangan yang ada di bawahnya. Dan tentunya pengunjung tidak akan kepanasan karena terdapat sebuah teknologi yang di pakai untuk memantulkan cahaya matahari agar tidak mengenai tempat duduk pengunjung.


Setelah cukup berjalan-jalan, kini Zapata dan Sherly akhirnya sampai ditempat mereka akan berbuka. Zapata membukakan pintu untuk Sherly, Sherly tersipu malu karena di perlakukan seperti itu.


"Kamu pasti bakalan takjub liat pemandangan dari atas sana" tunjuk Zapata ke bagian rooftop.


"Emang kita bakalan buka di atas situ?" tanya Sherly.


"Iya. Aku udah kesini dua kali dan ga pernah bosan liat pemandangannya"


"Dua kali? Sama siapa aja?" tanya Sherly was-was. Takutnya jawabannya malah sama Puput.


"Pertama sama klien, terus kedua sama Bibin"


Yes, bukan sama Puput.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya sampai ke meja yang Zapata pesan. Di banding meja yang lain, meja yang mereka tempati jauh lebih bagus pemandangannya. Karena bisa melihat ke sisi depan ataupun ke sisi samping. Disana ada air terjun buatan yang seolah dibuat untuk mengusung tema alam agar pengunjung merasa sedang berada di perbukitan.


"Gimana? Bagus gak?" tanya Zapata.


"Bagus. Aku suka"


Entah bagaimana awalnya, tak sadar mereka sudah berbincang dengan sebutan aku-kamu. Sherly lupa siapa yang memulainya duluan, tapi ia merasa dirinya hanya ngikut saja.


Waktu terus bergulir, sampai akhirnya masuklah waktu berbuka. Mereka menikmati makanan yang tersaji dengan sesekali saling melempar senyum.


"Enak banget ya makanannya" puji Sherly.


"Iya" sahut Zapata. Terdiam sesaat, kemudian ia berkata, "Ternyata enak ya buka sama yang manis"


"Hm? Emang iya? Perasaan aku sih semuanya sama aja. Mau manis kek, gurih kek, enak-enak aja"


"Maksudnya sama kamu" timpal Zapata.


Sherly tertawa. "Kamu tau nggak? Sebelum kesini aku udah di peringatin sama mama, jangan deket-deket sama kamu. Soalnya kamu calonnya Puput"


"Emang tante gak tau ceritanya?"


"Nggak, aku sama kak Dinda ga pernah cerita-cerita depan mama soalnya"


"Kasih tau aja, biar kamu kalo pergi-pergi sama aku ga di wanti-wanti lagi"


"Iyaaa" jawab Sherly panjang.


Saat santapan mereka telah tandas, Zapata mengajak Sherly untuk gantian sholat di mushalla restoran tersebut karena Sherly masih ingin disana alias belum mau pulang karena masih ingin menikmati pemandangan yang jarang ia dapatkan. Dan setelah keduanya selesai sholat, mereka mengambil beberapa foto dengan cahaya rembulan yang mulai kelihatan.


"Kalo kamu ada yang deketin, jangan di ladenin ya. Bilang aja udah nikah" bisik Zapata di telinga Sherly.


Pipi Sherly merona. Ia lalu mengangguk dan meminta telinga Zapata mendekat padanya.


"Jangan deketin aku, aku udah nikah" bisiknya di telinga Zapata.


Zapata tertawa. Namun sejurus kemudian, tangannya berani merangkul Sherly. Sedangkan sebelumnya, untuk meraih tangan Sherly saja ia takut.

__ADS_1


Mereka berdiri di tepi pembatas untuk melihat pemandangan yang ada di bawah dengan tangan yang saling merangkul.


"Kau cantik hari ini" Lirik lagu Lobow Zapata nyanyikan di balik telinga Sherly. "Dan aku, ganteng" lanjutnya lagi dengan lirik yang tak sesuai dengan lagu aslinya.


__ADS_2