
Zapata
"Assalamu'alaikum ya AHLI KUBUR"
Balas Zapata. Balasan untuk perempuan yang membacakannya ayat kursi. Emangnya gue hantu, batin Zapata.
"Woi Ta, kapan maen nih. Udah datang jauh-jauh malah diangurin" tegur Bibin yang meletakkan kembali stik PSnya.
"Bentar-bentar. Kita pesen makan sama minum dulu" ucap Zapata lalu keluar kamar tanpa menutup pintu.
Zapata berdiri di pinggiran pagar besi depan kamarnya. Ia lalu menjerit kebawah memanggil ARTnya.
"Aisyah... Pesen americano double shot dua gelas sama pasta porsi jumbo" teriaknya lalu kembali kedalam kamar.
"Wah, canggih nih rumah. Padahal ada telpon penghubung malah jerit-jerit gak jelas" puji Bibin sekaligus mengatai Zapata.
"Halah" balasnya dengan gerakan tangan.
Tak berapa lama, akhirnya pesanan Zapata beneran datang.
"Makasih Bi" ucap Bibin.
"Tapi Ta, americano kok begini ya? Kaya kopi sachetan bentuknya"
"Biasalah, mereka-mereka itu suka banget merendah. Gue suruh bikin americano malah dibikinin top cappucino. Apa adanya ajalah ya" jawab Zapata.
Bibin mengerutkan kening namun setelah itu ia mulai menyeduh kopi ditangannya.
Setelah meminum kopi barulah mereka mulai bermain PS. Sepanjang bermain PS bersama Bibin, Zapata tidak lagi mengurusi ponselnya. Pertemuannya dengan Bibin mulai jarang akhir-akhir ini, biasanya Bibin sering menginap tapi sejak bulan puasa kemarin Bibin tidak pernah lagi menginap dan menemaninya bermain PS sampai larut malam.
Beberapa jam kemudian
"Gue boker dulu ya" pamit Bibin meninggalkan Zapata menuju kamar mandi di kamarnya.
"Bin, tunda dulu lah. Gue mau cerita ini" tahannya pada Bibin yang sudah memegang knop pintu.
"Tapi sambil bokerlah" ucap Bibin sembari meminta persetujuan Zapata.
"Ah, oke-oke" pungkasnya.
"Jadi, lo mau cerita apa?" tanya Bibin sembari berteriak dari kamar mandi.
"Gue deketin cewek. Gak tau siapa. Cuman kayanya sengaja ulah bokap gue mau cariin gue jodoh. Menurut lo gimana?" balas Zapata dengan berteriak juga.
"Oh gitu. Ya udah, gak masalah. Kan tujuan bokap lo baik, dan yang penting lo pun gak menutupi diri. Tentang nanti jadi jodoh beneran atau cuma jadi kenangan, ya gakpapa juga. Yang penting udah nyoba dan selebihnya biar Tuhan aja yang atur"
"Tapi Bin, nih cewek unik"
"Tuh cewek yang bacain lo ayat kursi?"
"Iya Bin, dan gue merasa tertantang. Cuman gue gak tau bentuknya kaya apa. Cantiknya segimana, masih gadis atau udah janda?"
"Kayanya, bokap lo gak mungkin daftarin lo sama janda deh. Secara para janda pasti nyarinya, okelah nyari yang kaya. Tapi mereka pasti mau yang udah matang, dewasa, bertanggung jawab. Dan kayanya itu jauh banget dari lo"
"Lu hati-hati kalo ngomong. Gue dewasa kok, sesuai tontonan eh tuntunan maksud gue" revisinya cepat
"Jadi lu mau sama janda?"
"Mau"
"Beranak tiga, misalnya?"
"Ya ati-atilah Bin, kalo gitu mending sama anaknya aja"
"Lu gak konsisten. Katanya mau tapi ada syaratnya"
"Gakpapa janda, tapi yang gak punya anak. Nanti takutnya kalo ada anak, mana cakep pula. Bisa jelalatan mata gue"
"Ya lo kira, anaknya umur berapa? Kan ada juga janda yang anaknya masih kecil-kecil"
"Ah udahlah, nanti kalo gue jawab lo bilang gak konsisten. Ya udah iya, gue cari yang masih gadis aja. Puas lu!?"
"Dih, kenapa nanya gue puas apa kagak, yang ngejalanin kan elu"
"Ah udahlah, males bahasnya. Lo masih lama beraknya? Buset lama amat"
"Bentar, ini juga lagi cuci"
Sepanjang menunggu Bibin keluar dari kamar mandi, masuklah pesan balasan dari perempuan tadi.
GSP (Zapata memberinya nama kontak dengan singkatan dari nama lengkap perempuan itu)
"Wa'alaikumsalam kang gali kubur"
Zapata
"Masih gadis atau udah janda?"
GSP
"Kamu tentu dapat tuk membedakannya"
Zapata
"Tolong katakan jangan malu"
GSP
"Jangan malu"
Pfttt
"Kenapa lu?" tanya Bibin yang baru selesai.
"Nih cewek rese banget. Lo liat aja sendiri" Zapata memberikan ponselnya pada Bibin agar Bibin bisa membacanya sendiri.
"Biar gue bales" ucap Bibin.
Zapata
"Katakan, I Love You"
__ADS_1
GSP
"I know"
---***---
Ditempat berbeda
Seorang perempuan tengah tertawa sembari berbalas pesan dengan Zapata. Menurutnya, ternyata seru juga berkirim pesan dengan orang yang tak dikenal. Apalagi, ia merasa cara bercandanya setipe dengan lawan chatingannya itu. Diponselnya, ia memberi nama Zapata dengan "Hantu".
Hantu
"Hai" Chat yang tiba-tiba berubah jadi mode normal.
Anda
"Hm"
Hantu
"Kenalin aku Mr. Z, kalo kamu?"
Anda
"Mrs. Z😂"
Hantu
"Amin. Hayoo, cemaskan kamu aku aminin"
Anda
"Wkwkwk kenapa sih aneh banget"
Hantu
"Aneh apanya. Kamu duluan kok yang mulai"
Anda
"Iya iya. Tau nomer aku dari siapa?"
Hantu
"Ada deh. Jadi, kamu masih gadis atau udah janda?"
Anda
"Kalo janda, emang kenapa?"
Hantu
"Gapapa juga sih. Tapi, ada anak gak?"
Anda
"Ada, anak 5"
Hantu
Anda
"Ya subur aja"
Hantu
"Hahaha bener juga sih. Tapi aku gak percaya"
Anda
"Kenapa?"
Hantu
"Karena gak ada buktinya"
Anda
"Kamu kenal aku atau nggak sih sebenernya?"
Hantu
"Menurut kamu?"
Anda
"Jawab jujur"
Hantu
"Kalo menurut kamu?"
Anda
"Gak tai"
Hantu
"Ih jarinya"
Anda
"Typo, ya Allah😔. Maksudnya gak tau"
Hantu
"Makanya kamu tuh jujur. Sok mau bohongin aku segala. Jadi, dimana anak sekarang?"
Anda
"😂 di dalam angan"
__ADS_1
Hantu
"Kan, jadi masih single nih?"
Anda
"Seriuslah, kamu tuh sebenarnya kenal aku atau nggak sih? Jangan ngerjain gini ih, bete😡"
Hantu
"Gak kenal"
Anda
"Bohong"
Hantu
"Ya udah kenal"
Anda
"Apa buktinya?"
Hantu
"Dibilang gak kenal, dituduh bohong. Giliran bilang kenal, masih diragukan"
Anda
"Aku kan cuma pengen tau. Seberapa kenal kamu sama aku"
Hantu
"Aku tau kamu pasti lagi dirumah?"
Eh, bener lagi.
Anda
"Ini siapa sih? Jangan ngerjain gini dong woi"
Hantu
"Hahaha, bukan siapa-siapa. Aku cuma nebak doang"
Anda
"Kirim foto dong"
Zapata pun mengirimkannya foto yang benar-benar sengaja ia ambil saat diminta oleh GSP. Itupun yang masuk kamera hanya bagian bibir sampai dada saja, diambil dari sudut kanan.
Hantu
"(Foto terkirim)"
Perempuan itu memperhatikan bibir dan leher si hantu. Bibir si hantu berbentuk tipis dan mungil dengan warna alami bibir yang tampak merah muda. Dilehernya bagian kanan, terdapat satu tahi lalat. Hanya itu ciri-ciri yang dapat ia simpulkan. Emh, satu lagi pria itu memiliki bahu yang lebar dan kulit putih bersih.
Hantu
"Giliran kamu dong"
Merasa tak mau kalah, akhirnya GSP ikut memotret diriya dengan angle yang sama.
Anda
"(Foto terkirim)"
Hantu
"Cantik" pujinya.
Perempuan itu jelas merasa tersanjung.
Anda
"I know"
Hantu
"Ketemuan yuk"
Anda
"Buat apa?"
Hantu
"Pengen kenal lebih jauh"
Anda
"Secepat itu?"
Hantu
"Kecepetan ya?"
Anda
"Kayanya"
Hantu
"Ya udah, tapi kalo udah kenal lama kamu mau kan ketemuan? Btw, tinggal dimana?"
Si perempuan tidak menjawab, sengaja menggantung percakapan agar bisa terus berlanjut sampai besok.
---***---
"Yah Bin, cuma di read" keluhnya.
__ADS_1
"Biasa, perempuan. Jago main tarik ulur. Jangan khawatir, gue berani bertaruh pasti chat lo besok dibales" ujar Bibin.
Akhirnya Zapata kembali bersemangat setelah mendapat jaminan dari Bibin.