
Keesokan harinya Zapata bangun dengan penuh semangat. Hari ini dirinya akan membuktikan ucapan Bibin kemarin. Apakah benar wanita itu akan membalas pesannya hari ini?
Sesampainya di kantor, Eko lagi-lagi sudah berdiri di depan lift untuk menyambut kedatangannya. "Ngapain, Ko?" tanya Zapata.
"Mau ngasih kabar baik nih. Kalo Perusahaan Kinder gak jadi narik sahamnya dari perusahaan kita. Kata mereka, lebih baik perpanjang lagi kontrak kerja sama kita" ungkap Eko sembari mengikuti langkah panjang Zapata.
"Ya sudah, baguslah. Kamu atur saja waktu pertemuan untuk kita perpanjangan kontraknya" sahut Zapata dengan penuh wibawa.
Eko pun pamit menuju ruangannya yang tak jauh dari ruang kerja Zapata. Sedangkan Zapata juga masuk ke ruang kerja pribadinya. Ia duduk sembari tersenyum simpul. Merasa berhasil dengan ancamannya kemarin.
Tak berapa lama, masuklah pesan dari sesosok wanita yang ia tunggu-tunggu. Makin lebarlah senyum di bibir Zapata.
GSP
"Sorry baru bales. Kemaren ketiduran"
Zapata
"Gakpapa. Kamu asli mana?"
GSP
"Jakarta"
Zapata
"Deket dong. Aku juga di Jakarta tapi asli minang"
GSP
"Coba ngomong pakek bahasa minang"
Zapata
"Jiko takuik tabaka, manga ba main api. Hehe, gak jago-jago banget sih. Soalnya udah 20 tahun gak pernah ke Padang lagi"
GSP
"wkwkwk lucu banget bahasanya. Lagi ngapain?"
Zapata
"Kerja. Kalo kamu?"
GSP
"Oh, udah kerja? Aku lagi nungguin dosen ada kuliah jam pertama"
Zapata
"Semester berapa?"
GSP
"Baru masuk semester 2"
Duh, cemas nih gue.
Zapata
"S1 atau S2?"
GSP
"S1. Kamu kerja apa?"
Yah, masih piyik. Kalo gue cerita ke Bibin, pasti gue bakal diledekin pedofil. Bisa ancur nama baik gue. Mesti dirahasiakan nih.
Zapata
"Kerja kantoran biasa"
GSP
"Maaf sebelumnya, tapi aku mau tanya kamu umur berapa? "
Zapata
"30"
GSP
"Heee"
Kenapa ni cewek? Kok kesannya kaya jijik gitu sama gue. Emh harus gue pancing dengan ketampananku ini.
Zapata masuk keruang pribadinya. Dengan jas bermerk yang membalut tubuh atletisnya, ia pun memotret dirinya di depan cermin sembari berpose cool dan tetap menyembunyikan wajahnya dari kamera. Sehingga siapapun wanita yang melihat fotonya, akan dibuat penasaran setengah mati.
Zapata
(Foto terkirim)
10 menit kemudian...
GSP
"Waw, orang minang kenapa cakep-cakep ya?" Balasnya terhadap foto yang baru saja Zapata kirim.
Zapata
"😎"
__ADS_1
Zapata sengaja membalas pesan wanita itu dengan satu emoji, dia ingin tahu lebih lanjut apakah wanita itu akan membalas lagi.
GSP
"Aku kuliah dulu ya, nanti disambung lagi"
Yah, berakhir sudah chatingannya. Zapata pikir, wanita itu akan melanjutkan topik pembicaraan ternyata justru mengakhirinya.
---***---
POV GSP
Sudah dua hari aku mengabaikan pesan dari si Hantu. Jujur dari lubuk hati yang paling dalam, aku merasa nyaman berhubungan via pesan dengannya tapi setelah tahu usianya dan aku terpaut cukup jauh. Aku jadi geli sendiri.
Mengapa ada orang setua itu tapi gesrek.
Dia sangat lucu, aku suka berkirim pesan padanya. Terlebih lagi, ia juga sangat tampan. Aku yakin itu, walau aku sendiri belum pernah melihat wajahnya sekalipun. Dan, ditambah lagi bahunya yang lebar dengan postur tubuh tinggi dan atletis. Idaman sekali.
Tapi lagi-lagi, dia hanya orang asing. Aku takut saja dia akan berbuat jahat padaku. Terlebih dizaman sekarang, banyak sekali modus kejahatan yang bisa dilakukan melalui jaringan internet.
Karena tak mau dihakimi teman-temanku, jadi aku memilih untuk tak menceritakannya dan menyimpannya sendiri. Selama lelaki asing itu tak berbuat senonoh padaku.
Lalu, bagaimana kalau waktu luangku yang terasa sangat hampa ini aku pergunakan untuk menghubunginya? Akankah dia membalas pesanku?
Anda
"Hai"
Hantu
"Baru selesai kuliah?"
What, dia nyindir aku? Omg, to the point sekali.
Anda
"Wkwkwk, ciee yang berani-beraninya nyindir aku"
Hantu
"Ngapain takut sama bocil"
Damn, dia ngatain aku bocil? Sembarangan!
Anda
"Iya deh om, maaf"
Mampus lu, gue balas.
Hantu
Anda
"Kreatifitas sendiri"
Hantu
"Itu yang namanya kreatifitas? Panggil aku Tuan"
Gila, nih orang gesrek beneran kan? Kok bisa gue kenal makhluk ini.
Anda
"Ta... ta-tapi Tuan"
Hantu
"Tidak ada tapi-tapian. Kamu harus patuh dengan semua ucapanku"
Anda
"Baik Tuan, aku hanya akan menyembah padamu dan akan selalu berdiri dijalanmu"
Hantu
"Kapan ketemuan?"
Wah, ini nih yang bikin makin ngeri. Orang ini selalu nanya kapan ketemu. Ya Tuhan, aku harus jawab apa.
Anda
"Apa jaminannya kalo kamu orang baik?"
Hantu
"Dirumah aku, gak ada semut yang kelaparan. Ada gula, mereka cuek aja. Saking karena aku kasih makan terus. Kalo gak percaya, cek sendiri kerumah"
Anda
"Jiahh, ngode"
Hantu
"Emangnya kamu, yang cemen dan penakut👎"
Anda
"Nantangin?"
Hantu
__ADS_1
"Iya, sini maju"
Anda
"Ampun om, aku gak mau kualat✌"
Hantu
"Bilang aja takut. Mau gak jadi pacar aku?"
Nih orang kenapa sih? Selalu ada aja pertanyannya yang bikin gue merinding. Ngajak ketemuanlah, sekarang tiba-tiba nembak. Sesekali, gue kerjain balik ah.
Anda
"Memangnya mas yakin, bisa menerima aku dan anak-anakku?"
Hantu
"Emang beneran janda?"
Anda
"Iya mas. Suami pertama aku meninggal, terus aku menikah lagi dan suami kedua aku malah selingkuh😔"
Hantu
"Gak percaya"
Kuambil album foto dilemari, kupotret gambar adikku saat masih bayi. Kukirim padanya.
Anda
(Foto terkirim)
"Foto anak yang kelima" tulisku dibagian bawah foto.
Hantu
"Oke, aku siap jadi ayah. Mau nafkah berapa? 1M? 10M?"
Tuh kan, nih orang nantangin mulu. Sekaya apa dia, cuma karyawan kantor mana mungkin bisa nafkahin segitu. Gak realistis banget sih!?
Anda
"Kamu pesugihan?"
Hantu
"Ck, zaman sekarang mana ada lagi orang pesugihan. Lagian kalo aku beneran kaya, kenapa? Takut dicampakkan? Takut duitnya bagi-bagi ke istri kedua dan seterusnya?"
Makin jauh aja nih khayalannya.
Anda
"Biasa aja. Cuma belum kepikiran buat nikah lagi"
Hantu
"Ck, ternyata masih bertahan dengan kebohongannya sebagai janda. Aku do'ain kamu beneran jadi janda beranak 5"
Huaaaa, jangan di dengar ya Allah. Ih, kok ngeri ya.
Anda
"Haha, iya iya maaf. Demi apapun masih gadis kok. Tolong sumpah serapahnya ditarik lagi ya"
Hantu
"Ada syaratnya"
Anda
"Apa?"
Hantu
"Jadilah kekasihku"
Anda
"Belum tentu kamu orang baik"
Hantu
"Oke, ayo kita sama-sama pasang profile picture. Aku bakal tunjukin foto semuka-muka, kamu juga. Ganti tuh gambar princess jadi foto muka kamu sendiri. Gimana?"
Anda
"No"
Hantu
"Kenapa no?"
Anda
"Biar greget. Oke, aku terima kamu jadi pacar aku"
Aku menepuk tanganku, antara geli dan ngakak. Bisa-bisanya aku menerima lelaki yang tidak kukenal itu. Tapi, aku hanya iseng ya. Jangan berpikir ini akan jadi hubungan yang serius.
POV GSP end
__ADS_1