Caraku Menemukanmu

Caraku Menemukanmu
Hati yang Berbunga


__ADS_3

"Bener 'kan Bin kata gue? Semua cewek akan luluh kalo udah tau tampang gue. Nih buktinya, gue udah punya pacar. Awalnya dia kaya illfeel gitu saat gue kasih tau umur gue. Tapi setelah gue liatin betapa kerennya gue, chat gue gak pernah diabaikan. Malah kita rajin chatingan tiap hari" Zapata tengah berkumpul dengan teman-temannya di rumah Rama. Sekaligus ia ingin mengungkapkan status barunya pada ketiga temannya itu.


"Lu apa gak takut kena tipu? Jangan kaya beli kucing dalam karung, lo harus kenali baik-baik Ta" ujar Nanda.


"Lo polisi, mertua Rama juga jenderal. Berani dia macam-macam sama gue, abis tuh cewek" jawab Zapata.


"Tuh kan, lu ga mentingin kebahagiaan lo. Lo tuh cuma cari statusnya doang" ucap Rama.


"Emmm, pokonya gini. Gue jalani aja sebaik mungkin, kalo dirasa hubungan ini gak layak buat gue jalani, akan gue lepasin baik-baik tuh cewek. Tapi, kalo kenyataannya gue bahagia? Ya akan gue terusin lebih serius lagi" ucap Zapata.


"Iya, pokonya kita akan dukung apapun yang buat lo bahagia" ucap Bibin lalu diacungi jempol oleh Rama dan Nanda, tanda mereka juga sepakat dengan yang Bibin ucapkan.


"Mas, izin ya mau ke minimarket bentar" ucap Puput"


"Iya, hati-hati"


"Tiati diculik jin" ledek Zapata.


"Mana bisa, jinnya kan lagi disini" balas Puput.


"Parah, bilangin Bang Nanda jin" adu Zapata.


"Ih gak ada-gak ada. Maksud aku bang Ta bukan bang Nanda"


"Udahlah Put, sana. Gak jadi-jadi kamu pergi kalo ngeladenin dia yang lagi bahagia" potong Bibin menengahi keributan antara Puput dan Zapata.


"Oke bang, huuu" ledeknya pada Zapata sebelum pergi.


---***---


Sepulang dari rumah Rama, Zapata menghubungi sang kekasih yang kini ia panggil dengan nama Gesha. Ini adalah kali pertama ia menelepon Gesha. Semacam baru mendapat hidayah karena sudah didukung oleh teman-temannya sehingga ia kini mulai ingin berinteraksi lebih intens dengan pacar barunya.


"Halo" sapa Gesha.


Suara Gesha terdengar lembut, Zapata bahkan terkesima dan memegang dadanya. Sudah lama ia tidak melakukan pendekatan seperti ini dengan perempuan. Semacam ada kegugupan dalam hatinya.


"Halo" sapa Gesha lagi.


"Ha-halo" sahut Zapata.

__ADS_1


"Kenapa telfon?" Tanya Gesha.


"Emang gak boleh?"


"Boleh kok. Kamu abis pulang kantor?"


"Nggak, abis dari rumah temen. Kamu lagi apa?"


"Lagi nonton dikamar. Kamu gak mau istirahat? Emang ga cape apa?"


"Perhatian banget sih" puji Zapata.


"Haha, gak boleh nih?"


"Ya bolehlah, aku kan cuma becanda" jawab Zapata sembari berguling-guling kesenangan dikamarnya.


"Kirain. Maklumlah, masih baru jadi masih kaku ehe"


"Santai aja. Oh iya, waktu itu kamu bilang kampus kamu deket mana? Aku lupa"


"Sekitaran hotel GC"


"Oh tau, boleh gak kapan-kapan aku jemput?" tanya Zapata.


"Kenapa? Kita kan udah jadian. Apa aneh kalo aku jemput pacar aku sendiri?"


"Ga gitu. Tapi, aku mau kita jalanin aja dulu sampe kita bener-bener ngerasa cocok satu sama lain. Biar kalo ada apa-apa, misal ternyata kita ga cocok terus putus dalam waktu dekat. Dan suatu hari, dikehidupan nyata kita gak sengaja ketemu, bukannya jadi lebih baik ya? Karena kita sama-sama gak tau yang mana pacar kita waktu itu? Jadi gak ada rasa sakit hati sama sekali"


"Emm gitu. Oke, aku ikutin mau kamu. Oh iya, kalo menurut kamu selingkuh itu gimana?" tanya Zapata.


"Dosa. Aku gak bisa mentolerir yang namanya selingkuh. Dan apapun alasannya, aku tidak bisa maafkan. Kamu tenang aja, aku orangnya setia"


"Aku pegang ucapan kamu"


"Silahkan. Kalo menurut kamu sendiri, lebih baik selingkuh atau diselingkuhin?" tanya balik Gesha.


"Jadi selingkuhan aja deh" elak Zapata.


"Ih, kamu kok gitu. Aku udah jawab pertanyaan kamu bagus-bagus tapi kamu malah gitu" sambut Gesha dengan kesal.

__ADS_1


"Iya iya, aku pilih diselingkuhin aja. Karena menjadi korban memang gak enak tapi jauh lebih terhormat. Setidaknya kesalahan bukan dipihak aku"


"Yah, gak jodoh dong" ucap Gesha lemah.


"Kenapa?"


"Kamu milih diselingkuhin sedangkan aku gak mau selingkuh. Ih, gak saling melengkapi" rengeknya dengan bercanda.


Zapata tahu Gesha hanya bercanda, oleh sebab itu ia melanjutkannya.


"Ya udah, biar aku selingkuh aja. Gapapa kok aku ikhlas"


"Yee, enak di kamu gak enak di aku dong!" timpalnya.


Akhirnya sepasang kekasih itu bercanda ria sampai larut malam. Zapata sampai lupa waktu kalau malam sudah semakin larut hingga terdengar kekasihnya menguap barulah ia berinisiatif mengakhiri panggilannya.


"Good night, sayang" salam penutup dari Zapata.


"Good night too, by"


Seusai berbincang dengan sang kekasih, Zapata pun membersihkan diri dan kemudian tidur. Ada senyuman dibibirnya, ada mimpi indah dalam tidurnya. Zapata sungguh bahagia. Tidak ada malam-malam dingin yang akan ia lalui, melainkan malam itu akan hangat karena ada kata manis penghantar tidur berupa Good night by yang akan terus menghujaninya di penghujung lelah.


Hati yang berbunga tentu membuat energi-energi positif yang Zapata miliki menjadi aktif. Melihat orang lain yang tak sebahagia dirinya, membuatnya merasa terbebani. Sehingga tergerak untuk membantu siapapun yang ia temui.


Seperti halnya yang sedang ia lakukan saat ini, ia tengah membantu Bibin mereparasi mobilnya.


Zapata tahu Bibin pasti merasa ingin juga seperti Zapata, yang kini sudah memiliki kekasih. Sedangkan Bibin, ia selalu mengungkit tubuhnya yang mini seperti artis U*cok Ba*ba sehingga ia tak pernah ada kepercayaan diri untuk mencari pasangan. Walau hal itu tak pernah Bibin sampaikan secara lugas pada Zapata dan temannya yang lain, tapi Zapata sangat mengerti apa yang ada dalam hati Bibin.


Oleh sebab itu, hari ini dengan tiba-tiba ia memberikan satu mobilnya pada Bibin. Tentu Bibin sangat bahagia. Dan juga, Zapata memberikannya dengan alasan ia merasa sudah kebanyakan mobil. Hal ini ia lakukan agar Bibin dengan senang hati menerimanya tanpa menolak.


Dan mobil itu juga ia modali untuk direparasi. Semua pedalnya dinaikkan sehingga Bibin bisa menggunakannya. Niat Zapata, Bibin harus di modali dengan sesuatu yang fancy contohnya Fancy car ini, agar ada perempuan yang tertarik pada Bibin. Walau kemungkinan cewek matrelah yang akan terjerat, tapi setidaknya kepercayaan diri Bibin harus kembali dulu. Perihal jodoh, lambat laun pasti nyusul.


---***---


Ditempat berbeda


"Sher, nih SIM lo" ucap Puput yang langsung menyodorkan sebuah kartu padanya.


"Wow, udah jadi?" tanya Sherly.

__ADS_1


Hanya dijawab anggukan oleh Puput.


"Aaaa, gue jadi terharu. Memang sohib serbaguna" peluk Sherly pada Puput yang mencebikkan bibir karena enggan dipeluk.


__ADS_2