Caraku Menemukanmu

Caraku Menemukanmu
Mengelak


__ADS_3

"Gue udah takut-takut dan percaya kalo ini alkohol, ternyata minuman sarang walet" lanjut Zapata dengan geram.


Semua temannya tertawa.


"Si Nanda yang punya ide" tunjuk teman-temannya.


"Pengusaha sekelas dia tau aja lagi sama minuman sarang walet" ujar Nanda.


"Ya taulah, minuman wajib nih kalo lagi lebaran sama keluarga bokap"


"Oooh, pantesan tau dia"


Sherly karena sudah tahu kalau minumannya tidak berbahaya akhirnya minum juga. Ia duduk di sofa berbeda bergabung dengan Dinda dan Feza.


"Kamu abis mandi, Sher?" tanya Feza.


"Iya kak" jawab Sherly.


"Kenapa mandi?" tanya Dinda.


"Emang kalo abis resepsi ada pantangan gak boleh mandi ya, kak?"


"Bukan gitu, tapi biasanya ritual dulu baru mandi" ujar Feza.


"Ritual apa, kak?" tanya Sherly.


"Kasih tau Din" lempar Feza.


"Jangan dengerin tuh, nanti juga kamu paham sendiri"


Setelah seluruh teman-teman Zapata pamit dari kamar pengantinnya, Zapata pun merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Sherly menyusul dan menawarkan diri untuk memijitnya.


"Emang kamu bisa mijit?" tanya Zapata.


"Gak bisa, tapi kan mijit ya cuma gini-gini doang"


Sherly memijit Zapata yang tertelungkup di hadapannya. Sherly berniat untuk membuka percakapan namun ternyata Zapata malah tertidur.


◇◇◇


Keesokan harinya, pasangan pengantin baru itu kembali kerumah mereka, tentu saja rumah pribadi milik Zapata yang kini resmi jadi rumah Sherly juga. Sampai kerumah, mereka disambut dengan meriah oleh para pekerja disana.


"Jadi gimana kemaren pas ke kondangan saya? Enak-enak gak makanannya?" tanya Zapata.


"Enak banget Mas Ta, kita sampe nambah terus" pungkas mereka.


"Nah, sekarang tau kan kenapa saya gak pakek jasa masak kalian?" ucap Zapata lalu naik ke kamarnya menggandeng sang istri.


Semalam memang tidak ada kejadian apa-apa, itu sebabnya siang ini Zapata ingin melancarkan aksinya. Meski Sherly belum berkeinginan memiliki momongan bukan berarti mereka tidak boleh berh*bungan, bukan!?


Selepas maghrib, Zapata dan Sherly turun untuk makan malam. Keduanya duduk berhadapan. Sherly tampak malu-malu karena Zapata terus menggodanya.

__ADS_1


"Besok aku tinggal 2 hari gapapa, ya?"


"Kamu mau kemana?" tanya Sherly.


"Ke Bali, mau ketemu klien aku dari luar negeri"


"Berangkatnya kapan?"


"Besok pagi. Kamu jangan khawatir, nanti malam kita masih bisa kok" goda Zapata.


Sherly geleng-geleng kepala. Kalau begini caranya, bukan nunda momongan lagi namanya, batin Sherly.


◇◇◇


Keesokan harinya, Zapata betul-betul pergi ke Bali. Istrinya sudah ia titipkan pada sang mama agar menemani Sherly di rumah. Sedangkan Zapata pergi bersama Eko, asisten setianya itu.


"Bos, udah gue pesenin villa, hotel, sama resort. Jadi, bos mau milih nginap dimana biar gue bisa cancel yang lainnya"


"Villa aja, biar deket sama restoran tempat janjian"


Zapata memang berniat menemui kolega bisnisnya, namun selain itu ia juga punya niat lain yaitu mengunjungi cabang perusahaannya yang ada disana. Sebagai salah satu pengusaha terkaya di negeri ini, Zapata bisa saja melewatkan acara kunjungannya. Namun, ia merupakan pribadi yang sangat tidak puas jika belum melihat langsung.


Villa yang disewakan Zapata berada dekat dengan pantai. Ia melakukan video call dengan istrinya untuk membuat sang istri iri.


"Gimana? Iri 'kan?" kata Zapata.


"Ya irilah masa nggak. Pengen di ajak kesitu juga" rengek Sherly.


"Aku mau cepet lulus" jawab Sherly.


"Kamu gak lupa kan? Kalo mertua kamu sendiri rektornya"


"Ya nggaklah, aku tau dan aku inget. Tapi kan gak boleh gitu. Kalo di bantu namanya gak jujur"


"Terserah. Bulan depan jadwal saya kemana, Ko?" tanya Zapata.


"Belgia, Bos" jawab Eko.


"Tuh, denger gak? Aku ke Belgia bulan depan. Kalo kamu cuti, kita bisa honeymoon"


"Kamu gak pernah dukung aku. Harusnya pendidikan istrinya di support dong" kesal Sherly.


"Aku support. Kata siapa aku ga support?"


"Tapi itu buktinya"


"Ya kali aja kamu gengsi mau bilang "Yank, aku mau ikut kamu jalan-jalan. Kuliahnya bisa lanjut kapan aja""


"Nggak, pokonya kuliah nomor satu" tegas Sherly.


"Okee. Kamu sama mama udah makan?"

__ADS_1


"Udah. Yank, mama bilang mau tidur di kamar tamu. Padahal aku udah ajak mama tidur sini aja. Soalnya kamar kamu gede banget, aku takut sendirian"


"Biar aku aja nanti minta mama pindah ke kamar kita"


"Iya"


"Ya udah ya, aku gerah mau mandi. Jangan nakal selama aku disini"


"Pantasnya aku yang ngomong gitu. Kamu jangan nakal disana" timpal Sherly.


"Ya aku emang lagi ngomong ke diri sendiri weee" ledeknya.


"Ish, nyebelin"


"Daa sayang, nanti malam aku video call lagi ya. Biar bisa liat pemandangan bagus"


Usai menghubungi istrinya, Zapata bergegas membersihkan diri. Setelah badannya terasa segar, ia pun pamit keluar untuk berjalan-jalan di sekitar Villa. Sedangkan Eko sedang telponan dengan kekasih barunya di kamar.


Zapata mengambil foto pemandangan sekitar Villa. Untuk ia pamerkan pada istrinya saat sudah pulang ke Jakarta nanti.


Saat tengah melihat-lihat hasil jepretannya, tiba-tiba masuk sebuah pesan Whatsapp dari nomor tak di kenal.


+628***098765


"Selamat ya atas pernikahannya. Semoga kamu langgeng sama dia. Aku resah sejak awal saat dapat kabar kamu mau tunangan sama dia. Saat itu juga aku harus mengubur harapan aku buat kita bisa sama-sama lagi. Aku masih cinta sama kamu, aku sanggup ninggalin Jakarta demi bisa lupain kamu. Ternyata usaha aku sia-sia. Kamu masih terus menguasai isi kepalaku. Aku sudah coba usir kamu, tapi masih saja bayangan kamu menggagalkan seluruh upayaku. Sekali lagi, selamat atas pernikahannya. Dan do'akan aku juga ya, gak usah muluk-muluk mendo'akan aku mendapatkan penggantimu. Cukup do'akan saja aku bisa lupain kamu😳"


Zapata mendadak gusar. Ia mengantongi kembali ponselnya lalu berjalan menuju pantai. Ia tahu siapa perempuan yang telah mengiriminya pesan tersebut. Ketikannya, cara pengungkapannya, semua itu menjurus pada mantan calon istrinya dulu. Siapa lagi kalau bukan Puput.


Flashback On (beberapa waktu setelah Zapata dan Sherly lamaran)


POV Puput


"Ma, aku mau pindah kuliah" ujarnya yang seketika mengejutkan sang mama.


"Loh, ada apa ini? Kamu mau pindah kemana?"


"Bali aja, ma. Aku kepengen suasana baru"


"Apa ini ada kaitannya sama Zapata?" tanya mama.


"Nggak kok, ma. Aku memang udah lama pengen pindah tapi belom sempet bilang aja"


"Ya sudah, tapi mama gak izinin kamu tinggal sendiri. Harus tinggal sama keluarganya Om Wayan, karena Om Wayan itu orang kepercayaan papa kamu dulu. Atau, dia punya Villa, jadi kamu bisa tinggal di sana dan dia bisa pantau kamu juga"


"Iya ma"


Flashback Off


Puput sudah berada di Bali sejak dua minggu lalu. Saat tengah asik membuka media sosial, muncullah postingan orang-orang yang hadir di pernikahan Zapata dan Sherly.


Jadi, mereka sudah menikah dua hari lalu?

__ADS_1


POV Puput end


__ADS_2