Caraku Menemukanmu

Caraku Menemukanmu
Program Kehamilan


__ADS_3

Waktu demi waktu berlalu, Sherly sudah mengumpulkan berkotak-kotak alat tes kehamilan yang tak kunjung menunjukkan garis dua. Sudah tiga bulan sejak dirinya mantap memutuskan untuk hamil, namun sampai detik ini ternyata masih belum juga di beri kepercayaan oleh Yang Maha Esa.


Terbesit pikiran buruk dikepalanya. Apa jangan-jangan aku yang ga bisa punya anak? Atau Bang Ta yang bermasalah?


Sherly mencari-cari informasi baik itu di internet maupun bertanya langsung pada orang-orang terdekatnya. Jawaban yang ia dapatpun beragam. Ada yang menyarankan untuk segera cek ke dokter supaya segera tahu apa penyebabnya dan bisa di obati segera. Dan Sherly menampung saran itu, hanya saja ia terlalu takut untuk buru-buru ke dokter. Takut kalau-kalau yang ia khawatirkan ternyata jadi kenyataan.


Namun ada pula yang menyarankan untuk bersabar, sebab tidak semua pernikahan bisa dengan mudah di beri kepercayaan. Namun, bukan berarti harus lepas tangan dan berpasrah begitu saja, melainkan bisa dibuktikan dengan ikhtiar dengan mengkonsumsi makanan sehat dan juga coba promil (program hamil) alami. Beberapa orang tersebut menyarankan untuk promil dengan konsumsi buah kurma muda dan buah zuriyat.


Sherly sudah mencari di laman pencarian, sekalipun disana tertulis bahwa buah kurma muda dan buah zuriyat mampu meningkatkan kesuburan adalah mitos semata karena belum ada satu penelitian pun yang mampu membuktikannya. Namun ia tetap berusaha mencari dimana dirinya bisa menemukan penjual buah-buahan tersebut. Sedang fokus pada ponselnya, tiba-tiba mama mertua menelepon. Sherly pun langsung mengangkatnya.


"Assalamu'alaikum, Ma"


"Wa'alaikumsalam Sher. Sher, mama udah dapet jadwal giliran berangkat. Jadi, minggu depan mama sama papa mau pergi umroh. Mama ngadain syukuran malam rabu, jadi mulai malam besok kalian nginap sini, ya!?"


Zapata seminggu lalu memang sudah bilang kalau orangtuanya akan segera berangkat umrah, hanya saja waktu itu belum tahu kapan acara syukurannya dilakukan.


"Iya, Ma. Kalo bisa nanti Sherly sama Bang Ta kesana langsung nginap sana mulai malam ini"


"Iya, makasih ya, Sher. Wassalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam, Ma"


Pangilan pun berakhir. "Ya Allah, makasih atas kemudahannya. Ini pertanda kalo aku bisa titip lewat Mama. Semoga setelah Mama pulang aku bisa segera hamil, amiin".


◇◇◇


Sore harinya sekepulangan Zapata dari kantor, Zapata pulang kerumah hanya sebentar untuk menjemput Sherly saja. Lalu Sherly dan Zapata berangkat kerumah orangtua Zapata. Keduanya berencana akan menginap sekitar empat malam disana.


Sehabis makan malam, Sherly membantu mama mertuanya dengan mencuci piring. Biar kelihatan jadi menantu idaman, begitu. Walau anaknya udah di dapat, tapi menjaga image di hadapan mertua itu tetap diperlukan agar mertua yakin kalo anaknya gak salah pilih. Apalagi mereka tinggal terpisah, harus kasih kesan yang baik, dong. Masa nongol jarang-jarang eh pemalas pula, wkwkwk.


Sembari cuci piring, Sherly berbicara dengan mama mertuanya. "Ma, boleh nitip sesuatu gak?" tanya Sherly.


"Mau nitip apa, Sher?" tanya mama sambil mengeluarkan puding mangga dari kulkas.


"Nitip buah kurma muda sama buah zuriyat. Kata orang, buah itu yang bagus dikonsumsi buat yang pengen cepet-cepet hamil, Ma"

__ADS_1


"Oh, oke-oke. Kamu chat lagi aja ya ke Mama. Soalnya mama takut sampe sana malah lupa"


"Iya Ma"


"Eh Sher, ngomong-ngomong obat yang mama titip ke Zapata udah kamu minum?" tanya mama.


"Udah, Ma. Tapi ya gitu, belum berhasil Ma" jawab Sherly sembari takut-takut untuk mengatakannya.


"Udah gapapa, namanya usaha ga melulu langsung berhasil" ucap mama mertuanya memberi dukungan.


Sejujurnya, obat yang diberi oleh mama Zapata tidak diminum oleh Sherly. Bukan mau Sherly, melainkan itu adalah perintah suaminya. Zapata meminta Sherly untuk melakukan promil yang alami-alami saja. Jika nanti sudah satu tahun belum juga berhasil, barulah Zapata akan mengizinkan Sherly untuk promil dengan bantuan medis. Untuk satu tahun berjalan ini, Sherly hanya diminta oleh Zapata melakukan pola hidup sehat saja, begitupun dengan Zapata. Jadi, mereka berdua sepakat akan sama-sama berusaha. Selain itu, Zapata juga menghindari lembur. Eko sampai keheranan karena sudah tiga bulan ini tidak ada pemaksaan dirinya lembur menemani Zapata di kantor. Walau ia heran, tapi ia bersyukur juga.


Hanya saja, Eko jadi cemas. Takutnya, ada udang dibalik batu. Sebab, biasanya begitu. Kalau Zapata tiba-tiba baik, itu artinya ada sesuatu.


◇◇◇


Keesokan harinya, Zapata seperti biasa berangkat kerja pagi-pagi. Sherly sudah bangun bahkan sebelum subuh. Istri Zapata itu benar-benar totalitas ingin membangun image sangat baik di hadapan mertuanya. Ia juga mengantarkan Zapata sampai ke mobil.


"Yank, apa adanya ajalah. Liat tuh mata kamu menghitam pertanda kurang tidur" ucap Zapata yang sudah duduk di balik kemudi.


"Iya, tapi kamu tuh maksa banget. Nanti malah sakit"


"Maksa gimana?" tanya Sherly.


"Kamu biasanya abis subuhan tidur lagi. Nah tadi, bangun malah sebelum subuh, terus habis subuhan langsung turun ke bawah bantu bikin sarapan. Kan udah ada bibi"


"Sssttt, ini kamu lagi perhatian sama istri atau kamu lagi ngoreksi aku?" ujar Sherly seraya menggulung lengan dasternya sampai ke pundak.


"Ampun yank, oke-oke terserah kamu mau ngapain. Aku berangkat kerja dulu ya, sayang" timpal Zapata dengan senyum manis terkesan dibuat-buat.


"Pulang jangan malam-malam. Katanya tahun depan mau bertiga!?"


"Siap sayang. Dua hari sekali nih, bos" ucap Zapata sembari merunduk menatap b*rung perkututnya.


Sepeninggalan Zapata, Sherly kembali masuk kerumah. Ia bersih-bersih dan bersiap-siap karena akan ikut mama dan bibi ke pasar untuk membeli segala bahan masakan yang diperlukan untuk acara syukuran nanti malam. Keluarga dari Padang juga sudah mengabari kalau mereka baru akan menuju bandara untuk terbang ke Jakarta.

__ADS_1


Beberapa masakan memang dibuat sendiri, tapi selebihnya mama Zapata pesan catering. Sedangkan untuk dessertnya memesan pada Dinda, sebab memang mama Zapata sudah langganan sejak lama dengan istrinya Nanda itu.


Sherly


"Yank, tolong kamu undang Kak Feza, ortunyanya Kak Feza, mamanya Mas Rama, terus ortunya Bang Aidil, Bang Bibin sama ortunya juga. Terus... Siapa lagi, ya? Terserah kamu aja deh mau undang siapa lagi. Eh mas Eko juga jangan lupa diundang ya"


Zapata


"Mertua aku gimana? Gak mau di undang?"


Balas Zapata sambil terkekeh. Heran, orang tua sendiri kok dilupain.


Sherly


"Sorry baru bales. Hehehe iya nanti kamu mampir rumah mama ya, ajak kesini aja langsung sekalian papa juga di angkut"


Zapata


"Kamu lupa, aku bawa ferrari sayang. Pintunya cuma dua, mau angkut dua-duanya ga muat"


Sherly


"Ah iya juga. Hufttt, labelnya doang mobil mewah tapi bangkunya cuma dua. Kalah sama mobil pick-up. Pintunya dua, tapi masih bisa nampung di belakang"


Zapata


"Eh tenang sayang, aku pinjem mobil Eko aja. Biar nanti dia pakek mobil aku"


Sherly


"Nah cakep, masalah sudah teratasi ya kalo gitu"


Zapata


"👍"

__ADS_1


__ADS_2