
Di lain meja, tepatnya di meja meja sahabatnya Acha dan Riyan. Danial juga gak sengaja melihat Acha yang sedang menatapnya. Danial melihat Riyan yang sedang memegang tangan Acha. Ada perasaan gak enak hati melihat itu. Ia gak berhak atas Acha.
Tak lama kemudian, Danial melihat Acha dan Riyan yang berdiri. Danial berpikir kalau Acha dan Riyan menghampirinya dan para sahabat. Danial yakin kalau Acha dan Riyan melihat Ia dan Para sahabat.
Danial mengambil hp nya di saku celana. Lalu, mencari aplikasi WhatsApp dan mencari nama Acha π€.
Achaπ€
^^^Please Cha, Jangan kesini^^^
^^^Gue gak mau liat lo nangis.^^^
setelah mengetik dan mengirim ke Acha. Danial langsung memasukkan hp nya ke saku celana. Danial yakin Acha akan segera membacanya. Semoga aja. Kalau enggak, gimana kalau Acha nangis lagi. Kayak tadi, saat Danial mengantar Acha pulang. Acha nangis.
πππ
Setelah berjalan jalan. Danial mengantar Acha pulang ke rumah Acha dengan Riyan. Tapi, saat sampai di depan rumah, Danial melihat air mata Acha yang menetes. Tak lama kemudian Acha terisak pelan.
"Jangan sedih, Cha. Gue gak mau liat lo sedih kayak gini. Gue pergi cuma sebentar kok. Lo gak mungkin sendiri. Disini masih banyak orang yang sayang sama lo. Ada Bang Vino, kak Lian, sahabat sahabat, kak Nadia dan kak Diva"
"Kak Diva gak ikut?"
"Enggak. Kak Diva ada disini. Jadi, lo gak mungkin sendiri"
"Gue bakal kangen sama lo, Dan"
"Apalagi gue, Cha. Gue akan kangen banget sama lo"
"Gue tunggu lo, Dan"
"Pasti gue balik, Cha. udah jangan nangis lagi. Gue pergi ya. Gue masih ada urusan"
Sebelum pergi meninggalkan rumah Acha dengan Riyan. Danial menghampiri air mata Acha yang masih menetes. Setelah itu Danial pergi menuju jalan untuk mencari taksi.
πππ
__ADS_1
Acha dan Riyan berdiri guna menghampiri meja sahabat sahabatnya. Tapi, belum juga Acha dan Riyan melangkah. Suara notifikasi hp Acha berbunyi. Acha mengambil hpnya uang ada di tas dan langsung melihat siapa uang mengirim pesan. Danial Firts Love. Nama itu yang tertera si layar hp Acha. Lalu, Acha membuka pesan yang Danial kirim.
Danial Firts Love
Please Cha, Jangan kesini
Gue gak mau liat lo nangis
Bener kata Danial. Acha gak bisa nyamperin mereka. Yang ada Acha akan nangis, lagi. Mending Acha ngajak Riyan pulang. Tapi, sebelum bilang ke Riyan, makanan yang mereka pesen datang. Lalu, mereka kembali duduk dan makan pesanan mereka.
Beberapa menit kemudian mereka selesai makan. Riyan mengajak Acha menghampiri sahabat sahabatnya. Riyan ingin menanyakan kenapa Ia dan Acha gak di ajak kumpul bersama.
"Ayo Yank. kita kesana" tapi, sebelum itu, Riyan meminta bill kepada pelayan dan membayarnya.
"Mas, kita gak bisa kesana"
"Lho" Riyan bingung kenapa mereka gak bisa nyamperin sahabat sahabatnya. Emang Acha punya masalah sama mereka? kayaknya enggak deh. Apa karena ada Danial? Biasa jadi. mending Riyan tanya deh ke Acha.
"Kenapa Yank. Apa karena Danial"
"Enggak Mas. Akh"
"Sayang" Riyan panik saat melihat Acha yang memegangi perutnya. Apakah perut Acha sakit? Tapi, kenapa? kenapa bisa sakit?.
"Gapapa Mas. Kita jadi nyamperin mereka 'kan" alibi Acha. Dalam hati Acha tersenyum puas. Sebenarnya perut Acha cuma kram kok. Enggak sakit banget tapi, ya gimana ya. Bisalah buat pergi dari sini.
"Enggak, kita ke rumah sakit aja yuk. Mas khawatir sama kamu dan calon bayi kita"
"Aku gapapa mas. Perut Acha cuma kram kok"
"Enggak, pokoknya kita pulang aja kalau kamu gak mau ke rumah sakit"
Riyan menuntun Acha untuk keluar dari cafe. Riyan meninggalkan Acha di depan cafe, sedangkan Riyan mengambil mobil yang ada di parkiran samping cafe.
πππ
__ADS_1
Saat ini Acha dan Riyan sudah sampai di depan rumah. Riyan keluar dari mobil dan menghampiri Acha yang ada di sampingnya.
"Acha kuat kok, mas"
"Enggak sayang, Kamu nurut sama Mas"
Riyan membopong Acha menuju kamar mereka. Perlahan Riyan meletakkan Acha di ranjang.
"Kenapa bisa gini, Yank. Kamu kecapean"
Acha mikir. Kenapa tiba tiba perutnya kram? apa Iya karena kecapean? Apa ini karena Ia dan Danial tadi jalan jalannya terlalu lama. Emang sih tiga atau empat jam mereka bersama. Dan gak kerasa kalau udah hampir jam enam sore.
"Yank" Riyan memegang pundak Acha. menyadarkan Acha dari pikirannya.
"Maaf Mas. Tadi aku jalan jalan sampai lupa waktu dan gak sempet ngabarin mas"
"Kemana? Sama siapa?"
"Mas marah?" Acha takut kalau Ia jujur, Riyan akan marah.
"Enggak, udah gak usah di jawab. yang penting kamu udah disini. Kamu istirahat ya"
"Mas peluk" Acha merentangkan kedua tangannya dan langsung dipeluk dari samping oleh Riyan.
Pesan Danial ke Acha
Pesan yang Acha liat
ππππππ
πMinggu, 17 Januari 2021π
__ADS_1