
Waktu sudah menunjukkan pukul 00.00, waktu tengah malam mereka pulang ke rumah. Vika dan Aryan ikut mengantar Acha Riyan pulang karena Vika dan Aryan tau kondisi Acha sedangkan kondisi Riyan kini menegang. Riyan tidak meminum minuman beralkohol itu tapi Riyan tegang karena memikirkan malam ini. Ntahlahhh yau pasti kalian ngerty lah.
"Udah ya Bang sampai disini aja, gue masih harus nganterin Vika pulang". Ucap Aryan
"Iya Dek, thank ya loe udah nganterin gue sama Acha pulang." Ucap Riyan
"Santai aja Bang, loe kan Abang gue dan Acha kan calon Adek ipar gue jadi gue akan lakuin itu buat kalian." Ucap Aryan
"Idihh sok loe Ar," ucap Riyan
"Udah brantemnya gue ngantuk nie mau pulang". Ucap Vika
"Yaudah gue duluan ya Bang, " Ucap Aryan lalu pergi
Riyan memapah Acha untuk pergi ke kamar mereka dan menidurkan Acha di ranjang milik mereka. setelah menidurkan Acha, Riyan berniat untuk pergi tapi Acha menarik tangan Riyan sampai Riyan jatuh di Ranjang.
Deg deg. Jantung Riyan mulai gak karuan. Entah kenapa Ia menjadi gak katuan kayak gini. Ini yang Ia mau, tapi Seharusnya Ia menggunakan kesempatan ini. Bukan malah deg deg degan kayak gini.
"Mz Riyan, Acha cinta mz Riyan, Acha sayang mz dan Acha gak mau kahilangan mz Riyan." Ucap Acha dengan mata tertutup
"Mas Riyan mau kan bercinta dengan Acha dan Acha mau milikin mz Riyan seutuhnya." Ucap Acha membuka mata
"Apa maksud Acha, mz bingung Yank," Ucap Riyan gugup
__ADS_1
Tanpa bicara Acha membuka pakaian nya yang membuat Riyan menelan ludahnya. Acha pun langsung menghampiri Riyan yang ada di tepi ranjang itu dan membuka pakai Riyan.
"Aduh ini semua gara gara kalian, coba aja gak ada rencana kayak gini, gue gak akan tegang. Batin Riyan
ini lah rencana merek. Menjebak Acha agar memiliki keturunan dengan Riyan. Dan kalau ada nya anak akan membuat Acha menyayangi bahkan mencintai Riyan.
Ini yang mereka mau.
Mempersatukan Riyan dan Acha sepenuhnya seutuhnya.
Tapi tanpa di pungkiri Riyan tergoda dengan tubuh mungil Acha yang tanpa sehelai kain yang menutupi tubuhnya dan Riyan tidak bisa menaham iman nya lagi.
Riyan pun mulai mencium bibir Acha dan memeluk tubuh Acha. Riyan pun langsung menindih tubuh mungil Acha dan melakukan apa yang seharusanya mereka lakukan beberapa bulan lalu.
Karena saat ini Acha melakukan dengan terpaksa dan demi rencananya untuk membuat orang yang merencanakan ini jera dan meminta maaf.
"Mz Riyan sa sakit Mz." Itu lah ucapan Acha
" Mz Riyan udah Mz, Acha udah gak kuat," Ucap Acha
"Arrhh Bentar Yank," ucap Ryan dan tak lama kemudian Ryan mendapatkan pelepasan.
huft Ryan mengatur nafas
__ADS_1
"Kenapa sayang, bukan nya tadi Acha yang meminta Mz Riyan melakukan itu ya tapi sekarang Acha? " Ucap Riyan lesu
"Bukan itu Mz, Acha Cuma haus mau minum, mz," Ucap Acha
"Yaudah mz ambilin dulu di dapur ya," Ucap Riyan lalu memakai pakaiannya dan turun untuk ambil minuman setelah mengambil minum, Riyan kembali ke kamar Acha dan memberikan minum itu ke Acha, eist sebelum nya Riyan udah mencampur minuman itu dengan obat perangsang karena d suruh oleh Putri, Aris, Andri, Ryana, Vika dan Aryan karena tanpa Acha tau mereka ada di rumah.
Memang tadi Aryan cuma bohong kalau ingin mengantar Vika pulang. Bisa aja kan Acha mendengar nya.
kedua orang tua nya dan orang tua Acha belum tidur dan ingin mengetahui apakah rencana nya ini berhasil? Aneh kan.
"Ini Yank minum dulu tapi kita lanjut lagi kan," Ucap Riyan
"Iya Mz, Acha siap kok, tapi Acha mau balikin minuman ini dulu ya," Ucap Acha sebelum meminum Minuman tersebut
"Udah taro situ aja Yank," Ucap Riyan
"Gak Mz nanti kalau Acha senggol gelasnya dan jatuh gimana," Ucap Acha lalu meminum minuman tersebut
"Yaudah deh, kamu minum nanti mz Riyan yang balikin ke dapur" Ucap Riyan
🌊🌊🌊
jawab ya.
__ADS_1
1 kata buat orang tua dan sahabat Acha Dan Ryan