Cinta Acha

Cinta Acha
Vino Bimbang


__ADS_3

Vino pergi ke ruangan nya untuk mengambil obat Acha yang sering Vino bawa kemana mana. Tapi, nanti Vino akan memberi obat itu ke Acha dengan dosis rendah.


Sebelum Vino balik ke ruang IGD, Vino terlebih dulu bertemu dengan dokter kandungan. Untuk memastikan apakah tindakannya ini benar atau tidak. Vino cuma takut saat Ia harus memilih Acha atau calon keponakan nya, Ia memilih Acha dan pada saat Acha sadar. pasti Acha akan menanyakan soal kandungan nya dan Ia harus bilang apa ke Acha?.


Vino malah takut kalau Acha marah dan gak bisa maafin Vino. Tapi, kalau Vino mempertahankan kandungan Acha, Vino takut nyawa keduanya yang gak selamat.


Vino harus berbuat apa?


Vino serba salah?


Tapi, kata hati Vino memilih Acha. Biarlah Acha marah ke Vino asal Acha selamat. Kalau Acha marah ya Vino terima kalau Acha gak marah ya Alhamdulillah.


Setelah bertanya ke Dokter kandungan. Vino dan dokter itu masuk ke ruang IGD. Dokter itu hanya memantau kalau kalau terjadi sesuatu ke Acha.


Sebelum masuk ke IGD, Vino sempat menatap Riyan dan lain lainnya.


"Selamat'in Acha, Ren. Gue gak mau Acha kenapa napa" Vino melihat Riyan yang rapuh. Riyan nangis di hadapan semua orang yang ada di sana. Vino gak tega.


"Pasti, Riy. Gue akan lakuin yang terbaik buat Acha". tanpa aba aba air mata Vino menetes. Dengan cepat Vino menghapus air mata yang menetes di pipi.


Vino mengambil hp nya yang ada di saku jasnya. Ia menghubungi Aliano. Bilang ke Aliano kalau Acha ada di rumah sakit. Tadi Ia lupa untuk mengabari orang rumah soal kondisi Acha.


Vino mengambil hpnya yang ada di saku jas untuk mengabari Aliano. Lalu, setelah itu Vino memasukkan hpnya ke saku. Vino menatap Riyan, Vika, Rafa, Eva dan Aryan secara bergantian dan bilang "Doain Acha ya. Semoga Acha dan Bayi nya bisa selamat. gue usahain yang terbaik buat Acha. gue masuk dulu"


Situasi yang menegangkan saat Vino dan seorang dokter perempuan masuk ke ruang IGD. Situasi ini yang membuat Riyan risau. Dapat dilihat dari muka Riyan, kalau Riyan itu sedang gak enak badan. Badan Riyan masih lemas dan mendapat kabar yang gak mengenakkan.


Oh iya Riyan sampai lupa mengabari keluarganya dan keluarga Acha. dengan segera Riyan menyuruh Aryan dan Vika untuk mengabari orangtua masing masing.


Riyan semakin lemas. kaki nya gak kuat untuk berdiri. Lalu, Ia duduk di ruang tunggu.


Sepuluh menit kemudian datanglah keluarga Adhiv. Mommy Ana dan Daddy Reza yang datang. Sebenarnya sih, Aliano juga datang tapi, Aliano ngumpet. Gak tau kenapa. Apa karena mereka belum membongkar kalau Aliano dan Vino masih hidup?.


Gak lama setelah itu keluarga Andriyan dan keluarga Thebe juga datang tapi, kedatangan mereka berbarengan dengan kedatangan Nadia dan Diva.

__ADS_1


Tadi, setelah Aliano mendapat kabar kalau Acha di rawat di rumah sakit. Aliano memberitahu Mommy Ana, Daddy Reza dan menelpon Nadia juga Diva.


"Kak" Putri memanggil Vika. Memeluk Vika.


"Riyan" Ryana juga memanggil Anaknya. Memeluk anaknya yang sedang duduk di ruang tunggu. Ryana melihat anaknya yang terpuruk merasa sedih.


"Acha, Ma" Riyan membalas pelukan Ryana. Riyan melampiaskan dengan menangis di pelukan Ibunya.


"Acha pasti baik baik, Nak. Kita berdoa aja semoga Acha cepat sembuh" Ryana gak tau apa yang terjadi kepada Acha. tapi, saat melihat Riyan yang begitu terpuruk, Ryana menyimpulkan kalau keadaan Acha saat ini mengkhawatirkan.


🌊🌊🌊


Di dalam ruang IGD terdapat Vino yang sedang menyuntikkan obat ke infus Acha. Dengan di temani dokter kandungan, Vino melakukan tugasnya.


Hati Vino cemas. Karena perkataan dokter kandungan itu sebelum masuk ke IGD. "Kamu yakin Vir akan melakukan hal itu. Bisa aja lho kamu kehilangan keponakan kamu" Vino jadi bingung. Tapi, Vino tetap pada pendiriannya.


"Gapapa, Nas. Kita lakuin aja. Kamu ikut ya"


"Gimana Vir. Udah"


"Udah Nas. tapi, belum ada reaksinya"


"Kita tunggu lagi aja. Kalau masih gak ada perubahan pada diri Acha. Tandanya kita berhasil tapi, kalau Acha down, lo tau lah harus lakuin apa?"


"Gugurin kandungan Acha, Nas. Semoga aja kita berhasil. Karena gue bener bener takut kehilangan Acha. Acha adik gue. Acha udah gue anggap adik kandung gue sendiri"


"Kita berdoa aja, Vir."


Beberapa menit kemudian, gak ada reaksi apapun pada tubuh Acha. Vino dan Nas pun merasa lega. Mereka keluar ruangan untuk menemui keluarganya.


"Mom" Vino memanggil Ana lalu memeluk Ana. Ia berhasil walau Acha belum sadar tapi, Vino yakin kalau Ia berhasil.


"Gimana Bang, keadaan Adek?" Ana mengusap punggung Vino.

__ADS_1


"Abang gak tau Mom. Tapi, kalau di lihat Abang berhasil"


"Alhamdulillah" semua orang yang berada di sana mengucap syukur setelah mendengar kalau Vino berhasil.


"Beneran, Ren. Acha baik baik aja. Anak gue Ren. Anak gue gimana" Riyan bersyukur sangat bersyukur kalau Vino berhasil tapi, Riyan juga khawatir. Berhasilnya Vino itu karena Acha yang masih hidup dan menggugurkan calon bayinya dan Acha. Gimana kondisi bayinya? pasti seorang ayah gak mungkin tega melihat buah hatinya pergi untuk selama lamanya. Walaupun mereka belum ketemu tapi, anak itu adalah darah dagingnya.


"Kita liat aja nanti Riy. Gue belum yakin. Nanti satu atau dua jam gue balik lagi." Vino melepas pelukan dari Mommy Ana. Melirik ke arah Aliano yang gak jauh dari tempatnya. Mengisyaratkan kalau Ia mengajak Aliano ke ruangannya.


"Aku ke ruangan ku dulu, Yank. Kalau kamu mau ikut aja." Vino berbicara ke Diva.


"Nanti, Bang. Diva disini dulu. Kalau ada apa apa Diva ke ruangan Abang"


"Aku pergi dulu, Yank. Yuk Nas" Vino berpamit ke Diva dan mengajak Nasfa pergi.


"Boleh nemuin Acha, Ren" Riyan bertanya ke Vino sebelum Vino menjauh.


"Boleh Riy. Tapi, cuma lo aja. Gue yakin kalau lo ada di samping Acha. Acha pasti cepat sembuh"


Vino dan Nasfa pergi ke ruangan masing masing. Sedangkan Riyan masuk ke ruang IGD. Di luar IGD, mereka berpelukan bersyukur. Mommy Ana memeluk Daddy Reza. Mami Putri memeluk Papi Aris. Mama Ryana memeluk Papa Andri. Vika memeluk Eva dan terakhir Rafa memeluk Aryan ala laki laki.


🌊🌊🌊


Sedangkan di dalam IGD. Riyan duduk di kursi samping Acha. Memegang sebelah tangan Acha. Lalu mencium tangan Acha. Tangan Riyan yang satunya berada di kening Acha. mengusap perlahan.


"Bangun, Yank. Maafin mas gak bisa jaga kamu dan Calon bayi kita. Maafin mas, karena mas Tiara benci sama kamu. Yank, Mas gak bisa liat kamu kayak gini. Mas merasa gak guna jadi suami".


"Yank, Bangun. Kamu bangun ya. Kalau kamu gak bangun kamu tega liat mas sendiri. Sedangkan kamu dan Bayi kita pergi. Kamu mau mas terus sedih saat kamu dan Bayi kita gak ada. Apa kamu tega, Yank"


"Yank, mas janji kalau kamu udah bangun mas akan buat Tiara menyesali perbuatannya. Mas akan buat Tiara minta maaf sama kamu. Mas juga akan minta Danial kesini. Ini demi kamu Yank. Mas gak mau jauh dari kamu. mas rela kalau kamu deket sama Danial. Mas tau, Danial itu sahabat kamu dan mas gak akan ngelarang kamu. Maafin mas, Yank yang udah bikin kamu kayak gini. Sekali lagi maafin Mas.


🌊🌊🌊🌊🌊🌊


πŸ’Minggu, 24 Januari 2021πŸ’

__ADS_1


__ADS_2