Cinta Acha

Cinta Acha
Thank You


__ADS_3

Setelah Vino pergi, Acha tidur lagi. Eh bukan, lebih tepatnya menutup mata.


Riyan yang mendengar suara langkah kaki Vino yang menjauh mulai membuka kordennya. Riyan melihat Acha yang menutup mata.


Riyan menyingkapkan kordennya pelan agar Acha gak denger. Karena Riyan yakin kalau Acha belum tidur.


Riyan menatap Acha secara dalam. Ingin rasanya Riyan memeluk Acha. Bilang yang sebenarnya tapi, enggak. Kejutannya harus tetap berlanjut.


Riyan ingin memegang tangan Acha lagi, rasa itu semakin dalam. Saat tangan Riyan ingin menggenggam tangan Acha, tiba tiba hpnya bergetar. Riyan langsung mengambil hpnya yang ada di saku.


Riyan melihat siapa yang mengirimnya pesan. Riyan mengklik WhatsApp dan membaca pesan dari orang itu. Pesan itu tertulis.


"Buruan pergi, Riy"


Dengan berat hati Riyan harus pergi. Sebelum pergi, Riyan menatap Acha dalam. Lalu, Riyan pergi dan keluar dari ruang IGD.


Riyan pergi ke parkiran terlebih dulu. Karena gak mungkin Riyan jalan kaki untuk pulang ke kost. Ya, Riyan tadi gak bawa apa apa selain hp. Mungkin saking paniknya Riyan mendengar Acha yang ada di rumah sakit, membuat Riyan khawatir dan melupakan kalau Ia tak bawa apa apa selain hp.


🌊🌊🌊


Sedangkan disisi lain, Vino yang lagi berjalan ke ruangannya tak sengaja bertemu dengan Vika, Aryan, Diva, Aliano dan (?).

__ADS_1


"Ikut gue ke ruangan!" mata Vino ke arah orang yang membawa Riyan ke rumah sakit.


"Kalian gak boleh ikut!" ucap Vino saat mereka mengikuti Vino dan Orang itu berjalan ke ruangan Vino.


Mereka langsung berhenti saat Vino menatap Aliano, Vika, Diva dan Aryan secara tajam. Seperti ada sesuatu yang membuat Vino berkata dingin dan menatap tajam.


Lalu, Vino melanjutkan langkahnya menuju ruangannya dan diikuti Orang itu. Orang yang mengikuti Vino, bertanya tanya. Kenapa Ia harus ke ruangan Vino? kenapa gak disini aja?.


Dalam hati, orang itu takut karena melihat muka Vino yang tak bersahabat. Karena takut, orang itu hanya mengikuti Vino tanpa berbicara.


Sesampainya di ruangan, Vino menyuruh Orang itu untuk duduk. Beberapa menit suasana di ruangan itu semakin dingin. Orang itu takut untuk memulainya, karena sedari tadi Vino menatapnya tanpa berpaling.


Terkejut. Pertama kali orang itu melihat Vidio yang menampakkan Ia dan Riyan.


Jadi, kesimpulannya Vino tau kalau orang yang ada di hadapannya ini adalah orang yang membawa Riyan ke rumah sakit. Rencana berhasil.


Ya, rencana Awal Vino menyuruh Vika untuk menghubungi Riyan tapi, hp Riyan gak aktif. Mendengar kalau hp Riyan gak aktif, Vino merasa rencananya gagal. Tapi, pas Vino liat Cctv. Vino melihat Riyan sedang berdebat dengan Orang yang sekarang ini ada di hadapannya.


"Gue gak tega kak, Ya kali Acha sedang sakit tapi Riyan gak dateng."


"Secara rinci!"

__ADS_1


Lalu, Orang itu menjelaskan dari Tiara yang datang ke cafe Riyan sampai mengajak Riyan ke rumah sakit.


"Thank you." senyum terbit di bibir Vino mendengar penjelasan Orang itu.


"Hah." Orang itu menatap Vino dengan tatapan bingung. Orang itu gak tau maksud Vino. Kenapa tiba tiba Vino bilang makasih.


"Nanti gue jelasin ke Lo. Sekarang lo mau nemuin Acha atau nganter Riyan pulang?"


Orang itu menepuk jidatnya pelan. Ia lupa kalau tadi udah chat Riyan untuk keluar dari ruang IGD dan sekarang pasti Riyan udah nunggu di parkiran.


"Duluan kak." Orang itu langsung pergi dari ruangan Vino dan langsing menemui Riyan di parkiran.


🌊🌊🌊


Sedangkan Riyan menggerutu menunggu sahabatnya yang tak kunjung datang. Lebih dari dua puluh menit Riyan menunggu tapi, sahabatnya itu gak kunjung datang.


🌊🌊🌊


🌊🌊🌊


πŸ’Minggu, 07 Maret 2021πŸ’

__ADS_1


__ADS_2