Cinta Acha

Cinta Acha
Penyesalan


__ADS_3

Acha pergi menemui Iqbal. Sesuai dengan apa yang mereka katakan kemarin. Kalau Acha akan menceritakan semuanya tentang Danial.


Disini. Di cafe yang biasa mereka ketemu. Sekarang mereka hanya duduk berdua dan tanpa ada yang bicara.


Acha sendiri bingung mau jelasin darimana? sedangkan Iqbal diam karena Acha juga Diam. Gak tau harus bicara apa.


"Cha"


"Kak"


Acha dan Iqbal saling memanggil.


"Kak Iqbal dulu deh"


"Lo dulu Cha, gue mau denger langsung Cerita dari lo"


"Gue bingung kak, harus jelasin darimana ke, lo"


"Gini aja deh, Cha. gue tanya sama lo. dan jawab semua pertanyaan gue"

__ADS_1


Banyak yang mereka berbincang'kan. Dan sekarang Iqbal baru tau kalau Danial itu memiliki penyakit Jantung.


Iqbal ingat, dulu kondisi keuangan keluarga'nya gak selancar sekarang. Dulu, keluarga mereka sangat susah.


Tiba tiba ada seseorang yang menyukai ibunya Iqbal dan meminta Ibunya Iqbal untuk menjadi istri. Jujur saja Sang Ibu gak mau, tapi karena kondisi anak yang membutuhkan uang untuk perawatan, jadi Ibunya Iqbal memutuskan untuk bercerai dan membawa Danial.


Iqbal marah ke Danial karena Sang Ibu lebih memilih Danial daripada Iqbal, sendiri. Karena Setelah ibunya pergi, Sang Ayah selalu pulang larut malam dan jarang ada buat Iqbal.


Acha menceritakan itu sampai menangis. Acha keingat perjuangan Danial saat Ibunya gak ada.


Dulu, Danial sempat pergi ke rumah Iqbal sesaat setelah Ibunya pergi. Danial ingin memberitau kalau Ibunya udah pergi tapi Iqbal gak mau Ketemu Danial.


Iqbal menyesal setelah mendengar cerita Acha. Ia salah. Ia terlalu Egois. Ibunya udah gak ada dan Ia gak ada di samping'nya.


Iqbal menangis menyesali perbuatannya. Seharusnya Ia berada di samping ibunya saat ibunya pergi tapi Ia gak ada.


Seharusnya Ia mendengar'kan penjelasan Acha, dulu. Mungkin ini semua gak akan terjadi. Mungkin Ia gak akan salah paham.


Andai Ia gak marah ke Danial. mungkin sekarang Ibunya masih ada dan seharusnya kini keluarga mereka menjadi keluarga yang harmonis.

__ADS_1


Acha mengelus pelan punggung tangan Iqbal. Acha menyalurkan kekuatan kepada Iqbal. Acha tau kalau saat ini Iqbal sedang sedih, marah dan kesal kepada dirinya sendiri.


Acha melihat air mata Iqbal yang gak berhenti. Lalu, Acha mendekat ke Iqbal untuk lebih menenangkan Iqbal.


🌊🌊🌊


Udah cukup acara nangis bagusnya tadi. Sekarang Acha sudah ada di rumah Vino. Lebih tepatnya di kamarnya.


Dari kemarin Riyan belum ketemu dengan Vino maupun Aliano. Yang ada hanya Ana dan Reza.


Kok bisa?


Acha sedang bersandaran di tepi kasur. Acha memainkan ponselnya sembari menunggu Riyan.


Acha ingin meluruskan semua'nya. Ia gak mau ada lagi kebohongan di keluarga kecilnya. Ia harus siap kalau Riyan marah.


Acha cuma ingin menjadi orang yang baik, lagi Bukan seperti yang sebelumnya penuh dengan balas dendam.


Acha menggeser layar HP nya untuk menghilang'kan rasa bosan. Lalu, tak sengaja Acha melihat gambar Nasi goreng. Entah kenapa tiba tiba Acha ingin makan masakan Vino.

__ADS_1


Ya, Ia harus memberi pesan ke Vino. Harus. Kalau enggak Ia gak mau makan.


__ADS_2