Cinta Acha

Cinta Acha
Danial


__ADS_3

Bunyi hp Acha yang membuat Riyan terbangun. Tapi, sebelum Riyan mengangkat telepon tersebut suara notifikasi itu sudah berhenti dan tak lama kemudian.


Trink


Suara hp Acha yang bertanda ada pesan masuk. Riyan melihat layar hp Acha dan ternyata nomer tidak di kenal yang tertera di layar hp Acha. Karena penasaran, Riyan membuka pesan tersebut yang berisi.


Lo gapapa kan Cha, gue khawatir sama lho, Cha. Sorry tadi gue gak sempet nolongin lo. Karena udah ada laki laki yang nolongin.


Riyan bingung siapa yang mengirim pesan tersebut kepada Acha? apakah ini Rendy? Aliano? atau siapa lagi yang ada di belakang Acha selain Rendy dan Aliano?


Trink


notifikasi itu terdengar lagi di telinga Riyan. Lalu Riyan membuka dan nomer yang sama yang mengirin pesan tadi ke Acha.


Lo gak usah khawatir sama gue, Cha. Gue ada di rumah gue yang dulu. Kalau ada apa apa hubungi gue, Cha. gue sayang sama lo.


Apa ini? Riyan gak terima masih ada orang yang menyayangi istrinya. Riyan menebak apakah pesan ini dari Iqbal? ya mungkin Iqbal yang udah ngirim pesan ini dan berencana mengambil Acha dari sisinya. Enggak Riyan gak mau Acha pergi lagi dari nya. Apalagi sekarang ada nyawa lain di dalah diri Acha. Riyan gak kehilangan kedua orang yang Ia cintai.


Secepatnya Ia harus menemui Iqbal. Iqbal gak boleh merebut Acha lagi dan Iqbal harus tau kalau saat ini Acha sedang mengandung anaknya, Riyan.


Acha emang gak nyimpen nomernya Dan. karena Acha sudah hafal jadi Ia gak nyimpen deh nomenya Dan.


Sore harinya. Riyan pergi untuk menemui Iqbal, sedangkan Acha pergi untuk menemui Dan.


Mereka berada di satu tempat yaitu Cafe. tetapi, Mereka beda meja. Riyan dan Iqbal meja nomer 5 di lantai bawah sedangkan Acha dan Dan berada di lantai Atas. tempat favorit Acha dulu saat bersama Dan.


Acha bersama Dan datang terlebih dahulu daripada Riyan yang membuat Riyan gak mengetahui kalau Acha di cafe yang sama.


Riyan sedang menunggu Iqbal. Beberapa menit kemudian Iqbal datang. Riyan memainkan hp untuk mencari sesuatu.


"Tumben lo, Yan ngajak gue ke cafe" ucap Iqbal saat sampai di meja Riyan, lalu duduk.


"Gue tau lo masih cintakan Bal sama Acha, Istri gue" ucap Riyan yang membuat Iqbal terkejut. Apa Riyan tau kalau gue dan Acha masih pacaran? pikir Iqbal.


"Lo diem, berarti ini bener" ucap Riyan menunjukkan foto hasil screenshot yang Ia lakukan dan mengirimnya ke hpnya.


Sedangkan Iqbal kaget karena membaca isi foto itu. Apa Acha selingkuh? apa Acha punya laki laki lain selain nya dan Riyan? Siapa orang yang mengirim pesan tersebut?.


"Gue gak tau Yan. kalau gak percaya liat ni hp gue" sebelum Iqbal memberikan hp nya, Ia menghapus semua yang bersangkutan dengan Acha. Bukan cuma pesan dan telepon Acha aja yang Ia hapus tapi juga dengan pesan dan telepon dari Rendy. Iqbal gak mau kalau Riyan tau yang sebenarnya. Kalau Ia orang yang sudah ikut andil dalam rencana Acha kabur.


Riyan mengecek hp Iqbal. Gak ada apa apa soal Acha. Lalu siapa yang mengirim pesan tersebut?


🌊🌊🌊

__ADS_1


Acha sudah menunggu 10 menit tapi Dan belum juga datang. Tak lama kemudian Dan datang dengan muka yang bahagia.


"Dan, kenapa lo senyum senyum sendiri"


"Cha, kak Iqbal ada di bawa, Cha. kak Iqbal ada di cafe ini"


"Hah"


"Ya Cha, gue tadi di bawah dulu makannya gue terlambat menuin lo. Eh iya tadi gue juga liat kak Iqbal sama seseorang dan gue kayak gak asing sama sahabat kak Iqbal itu"


"Sahabat kak Iqbal? siapa?"


"Yok kebawah, gue mau nunjukin sahabat kak Iqbal" Dan menarik lembut tangan Acha.


Dan sempat kenal sama Riyan tapi gak terlalu kenal banget. Cuma sekedar tau mukanya, namanya pun Dan gak tau.


Deg


Acha gak nyangka kalau Riyan yang sekarang ini bersama Iqbal. apa perlu mereka? pikir Acha.


"Danial" orang yang di panggil Danial itu menoleh kepada Acha.


"Kenapa Cha, muka lo pucat Cha" ucap Danial saat menoleh dan mendapati muka Acha yang pucat.


Deg


"Suami lo, Cha" Danial terkejut karena orang Ia liat bersama Iqbal itu Riyan, suami Acha.


"Iya Dan, gue harus apa" ucap Acha bingung harus gimana.


"Kita mau kemana Dan, jangan bilang kita mau nyamperin mereka" ucap Acha karena Danial menarik tangan Acha dan mengajak Acha mendekat ke arah Riyan dan Iqbal.


"Gak, gue gak sebodoh itu, Cha" ucap Danial lalu menyuruh Acha untuk duduk di meja yang gak jauh dari meja Iqbal dan Riyan.


"Ngapain kita kesini, gue gak mau ketauan sama kak Riyan kalau gue ada disini, Dan"


"Kita dengerin apa yang mereka bicarain, dan gue mau liat kak Iqbal lebih lama lagi, Cha. ini kejadian yang langka buat gue"


🌊🌊🌊


"Bal, gue mau ngomong serius sama lo"


"Dari tadi lo udah ngonong kali Yan, kenapa"

__ADS_1


"Gue tau lo masih sayang sama Acha, Bal. Tapi, Acha sedang mengandung anak gue" ucap Riyan yang membuat Iqbal panas dinging. Apa ini? pikir Iqbal. Seharuanya Iqbal tau kalau ini akan terjadi. Iqbal tau rencana mereka dan ikut andil dalam rencana itu. tapi, Iqbal gak nyangka kalau Acha akan hamil, Anak Riyan.


"Jadi, gue minta sama lo, Bal. Tolong jauhi Acha."


"Lo ngomong apa sih Yan. gue gak ada hubungannya apa apa sama Acha"


"Tapi lo masih sayangkan Bal sama Acha"


"Kalau Sayang, iya Yan gue akuin gue masih sayang bahkan gue masih cinta sama Acha" pengakuan Iqbal yang membuat Acha, Riyan dan Danial kaget.


Apa kak Iqbal mau bongkar ke kak Riyan, batin Acha


Jadi bener kalau Iqbal masih cinta sama Acha, lalu Acha? apa Acha juga masih mencintai Iqbal. batin Riyan.


Riyan tersenyum kecut "Apa Acha juga cinta sama lo, Bal? apa Acha bisa suka sama gue"


Iqbal diem, gak tau harus jawab apa.


"Lo pasti bahagia Bal, karena lo bisa di cintai sama orang yang lo cintai, sedangkan gue" Iqbal gak tau harus jawab apa. Iqbal gak tega sama Riyan tapi gimana dengan hatinya.


Dengan kondisi Riyan saat ini Iqbal merasa gak guna jadi sahabat. Apa Ia akan melepaskan Acha buat Riyan. Iya, Ia gak seharusnya egois tapi akhh Iqbal bingung.


Acha yang mendengar ungkapan hati Riyan merasa bersalah karena udah balikan sama Iqbal, walaupun Riyan gak tau. Acha sudah mencoba mencintai Riyan tapi gak bisa. Acha cuma sayang sama Riyan bukan cinta.


Danial bisa melihat tatapan bersalah dari Iqbal dan tatapan kebingungan Iqbal. Danial tau kalau kakak nya itu orang yang baik dan gak mungkin nyakitin sahabatnya sendiri tapi disini yang menjadi orang ketiga itu adalah Riyan bukan Iqbal, kakaknya. jadi yang harus di salahkan itu Riyan bukan Iqbal.


Acha gak mau berlama lama disini. Acha menarik tangan Danial untuk menjauh dari tempat itu. Acha belum siap untuk melepas Iqbal. Acha gak mau plinplan dan lebih baik Acha pergi dari tempat itu.


🌊🌊🌊


Trink


Cha, kita ketemua yuk. Gue, Eva sama kak Vika ada basecamp.


pesan dari Tiara. Lalu, Acha mengirim pesan kepada Riyan untuk bertemu dengan Tiara, Eva dan Vika. Acha ke basecamp di antar oleh Danial. Karena tadi, Acha pergi ke cafe naik taksi dan Danial gak mau kalau Acha pergi ke basecamp itu naik taksi. Danial gak mau sampai terjadi sesuatu kepada Acha.


"Dan, lo kenapa" tanya Acha kepada Danial karena Acha melihat muka Danial yang mulai pucat.


"Gue gapapa, Cha. lo gak usah khawatir. mending lo masuk deh. pasti mereka udah nunggu"


"Enggak Dan, kita ke Rumah Sakit sekarang. Dan, biar gue yang nyetir"


🌊🌊🌊

__ADS_1


hai aku kambali, jangan lupa like nya ya. see you nanti malam.


__ADS_2