Cinta Acha

Cinta Acha
Pertanda


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Hubungan Riyan dengan Iqbal udah mulai membaik. Tapi, Riyan tetap harus waspada kepada Iqbal maupun Acha. Bukan apa apa tapi, rasa takut akan kehilangan Acha akan selalu ada. Apalagi setelah merasakan sendiri hari harinya bersama Acha saat hati Acha bukan buat Riyan.


Apalagi setelah Riyan mengetahui kalau Iqbal masih punya rasa ke Acha. Riyan harus lebih waspada. Riyan gak mau kecolongan lagi. karena kalau itu terjadi, mungkin Riyan gak bisa mengatur emosinya. Riyan kan juga manusia. Ada batas kesabarannya.


Sekarang ini Riyan bersama Acha sedang ada di cafe. Tadi, tangan kanan Riyan yang biasanya mengurus cafe minta cuti dan mengharuskan Riyan menghandle sendiri pekerjaannya di cafe.


Riyan gak mungkin ninggalin Acha sendiri di rumah. Lagi pula Acha juga gak mau di tinggal Riyan sendirian. Kalau Riyan pergi Acha harus ikut pergi dan mau gak mau Riyan mengajak Acha. Karena Riyan gak mau kalau Ia pergi terjadi sesuatu kepada Acha.


Dan saat ini Acha tiduran di ruang pribadi Riyan. Lebih tepatnya di lantai tiga. Sedangkan Riyan sedang mengurus kasir di lantai satu.


Acha merasa ngantuk. Memainkan hp dan tiba tiba tidur sendiri.


🌊🌊🌊


Acha sedang berjalan jalan menyusuri komplek. Gak sengaja ketemu dengan Iqbal. Lalu, Iqbal mengajak Acha untuk sarapan. Karena gak jauh dari tempat mereka bertemu ada penjual bubur ayam. Nah itu, Iqbal mengajak Acha untuk sarapan bersama.


Dimana Riyan? pasti ada yang tanya kemana Riyan, kenapa Acha sendirian jalan jalannya?.


"Cha, Makasih karena lo, persahabatan gue dan Riyan gak hancur. berapapun gue bilang makasih ke lo itu gak mungkin cukup. Karena bagi persahabatan gue dan Riyan penting, sangatlah penting. Jadi gue bener bener makasih sama lo"


"Iya kak, sama sama. Lagian 'kan gue lakuin itu karena gue liat kalau persahabatan kalian itu persahabatan sejati. Bukan kayak persahabatan gue dengan Tiara. Gue udah nganggap Tiara itu sebagai adik gue sendiri. Tapi, Tiara udah gak nganggap gue kakaknya. Gue gak mau persahabatan kakak Iqbal dengan kas Riyan itu hancur kayak persahabatan gue dan Tiara. jadi, kak Iqbal gak perlu lagi bilang makasih ke gue"


"Lo baik, Cha. Gue janji gue akan persatu'in lo dam Tiara. Gue janji gue akan bikin persahabatan lo dengan Tiara kayak dulu."


"Sebelumnya makasih karena udah mau bantu aku buat baikan lagi sama Tiara. Tapi, aku perlu bukti, kak. Tiara itu orang yang baik dan pendiam. Tapi, karena pendiam nya Tiara itu ada batasnya dan sekarang batas terakhir Tiara. Tiara bisa lebih dari ini kalau Tiara merasa tertekan. Jadi kak, jangan buat Tiara tertekan. Biarin ini mengalir dengan sendiri nya. Buktikan ke Tiara kalau kak Iqbal itu udah mencintai Tiara"


"Kakak usahain, Cha"


"Semoga berhasil, Kak"


"Cha" Iqbal dan Acha menoleh ke sumber suara. Teriakan orang yang memanggil nama Acha tak asing bagi Acha dan Iqbal. Riyan. Acha dan Iqbal melihat Riyan yang sedang melambaikan tangannya. Riyan biasa aja. Riyan cuma senyum. Karena, sebenarnya Riyan tau kalau Acha sedang bersama Iqbal. Tadi, saat Iqbal mengajak Acha untuk sarapan. Iqbal memberi pesan ke Riyan kalau Iqbal dan Acha sarapan di perempatan dekat komplek perumahan Riyan. Iqbal juga bilang kalau Iqbal bilang makasih ke Acha dan berjanji akan membuat persahabatan Acha dengan Tiara baik lagi. Riyan gak marah, gak kesel tapi, senang. Karena Riyan juga ingin permasalahan diantara persahabatan Riyan dan persahabatan Acha baik baik aja. Lalu, Riyan langsung membalas kalau Riyan akan menyusul Acha dan Iqbal.


Riyan ingin menyebrang jalan tapi, ada motor yang melaju kencang. Acha dan Iqbal yang melihat itu langsung berteriak. tapi, tak sempat Riyan menghindar Riyan udah terlebih dahulu tertabrak motor. Acha dan Iqbal langsing lari ke arah Riyan. Banyak juga orang orang yang mengerumuni Riyan. Ada yang menelpon ambulan tapi, Iqbal meminta bantuan orang sekitar untuk mengangkat Riyan ke mobil Riyan yang ada di sebelahnya.

__ADS_1


Acha hanya bisa menangis memanggil nama Riyan. Acha gak sanggup melihat muka Riyan yang penuh dengan darah. Acha gak sanggup lagi, tiba tiba Acha merasa pusing. Tapi, Acha tahan. Kesadarannya udah gak full tapi, Acha masih bisa mendengar kalau Iqbal menguatkan Riyan. Bilang kalau Riyan itu kuat, Riyan gak lemah. Riyan pasti bisa.


Sesampainya di rumah sakit. Iqbal memanggil suster untuk mengambil brankar dan meminta perawat laki laki membantu Iqbal mengangkat Riyan. Setelah Riyan tiduran di brankar. Iqbal kembali ke mobil. Melihat kalau Acha sedang sandaran.


"Cha" Iqbal menepuk pipi Acha untuk menyadarkan Acha. Tapi, Acha gak membuka mata.


"Cha" Iqbal memanggil Acha lagi. Acha merespon dengan menggerakkan kepalanya ke kanan yang semula di kiri.


"Acha, lo gapapa"


"Pusing kak"


"Ya udah, kakak panggil suster ya"


Acha sudah berada di ruang rawat. Sedangkan Riyan udah ada di IGD dan di tangani dokter. Acha hanya butuh penenang dan istirahat.


Lalu, di luar IGD ada Iqbal yang sedang cemas kepada Riyan. Iqbal lebih mementingkan sahabatnya, Riyan. Bukan Iqbal gak cemas kepada Acha tapi, kondisi Riyan lebih penting. Walau Iqbal tau kalau Acha itu mempunyai penyakit jantung.


Dokter yang menangani Riyan keluar setelah kurang lebih satu jam menangani Riyan.


"Maaf pak. Kami udah semaksimal mungkin tapi, Tuhan berkehendak lain. Sahabat Anda udah gak ada. tadi, pasien sempat sadar dan minta saya buat donor'in jantungnya buat istrinya"


Bruk


Iqbal dan dokter itu menoleh ke sumber suara. Iqbal menghampiri Acha yang udah duduk di lantai.


"Gak mungkin kak, dokter itu pasti becanda kan kak. Mas Riyan gak mungkin pergi kan"


"Cha" Iqbal mengelus punggung Acha. Acha menangis di pelukan Iqbal.


Iqbal ikut nangis karena kehilangan sahabat terbaiknya. Air mata Iqbal dan Acha gak bisa di bendung. Setiap menghapus air matanya keluar sendiri, bahkan lebih deras.


"Mas Riyan" Acha berdiri lalu menerobos masuk ke ruang IGD.

__ADS_1


Mas Riyan


🌊🌊🌊


"Mas Riyan" nafas Acha terengah-engah. mimpi itu. itu cuma mimpi. dalam mimpi, Acha masih menangisi Riyan. Acha belum membuka mata.


Riyan menghampiri Acha yang ada di ruang pribadinya. Tapi, saat Riyan ingin membuka knop pintu. Riyan mendengar Acha memanggil nama Riyan.


MAS RIYAN


JANGAN MAS


JANGAN TINGGALIN ACHA


ACHA SAYANG SAMA MAS


MAS, BANGUN


ACHA BUTUH MAS


ANAK KITA BUTUH KAMU, MAS


Riyan denger semua itu karena Acha teriak. Riyan langsung membuka pintu itu dengan kasar. Takut terjadi sesuatu kepada Acha.


Riyan membangunkan Acha. Melihat Acha sekarang yang mengigo memanggil nama Riyan.


"Mas Riyan" Acha langsung memeluk tubuh Riyan. Menangis sejadi jadinya di pelukan Riyan.


Acha gak tau pertanda apa mimpi Acha barusan. Kenapa mimpi itu seperti nyata. Kenapa di mimpi itu Riyan pergi. Sejak kapan Riyan tau kalau Acha punya penyakit jantung?.


Riyan mencoba menenangkan Acha. Riyan gak mau menanyakan kenapa Acha bisa kayak gini. Mimpi apa Acha sebenarnya. biarlah pertanyaan itu Riyan simpan. Nanti kalau Acha udah tenang, Riyan akan menanyakan kepada Acha.


🌊🌊🌊🌊🌊🌊

__ADS_1


πŸ’Senin, 08 Februari 2021πŸ’


__ADS_2