Cinta Acha

Cinta Acha
Soal Foto


__ADS_3

Orang itu baru aja memasukan motornya di depan lobby rumah sakit. Menghentikan motornya dan Riyan langsung berlari ke ruang IGD, karena sebelumnya Riyan menggunakan hp orang itu untuk menghubungi Aryan.


Riyan diam tempat setelah melihat Aryan, Diva dan Aliano?. Bukannya Aliano udah gak ada?. Apa pengelihatannya salah?.


Riyan masih diam di tempat, tiba tiba ada seorang yang menepuk pundak Riyan. Riyan menoleh ke samping terdapat orang yang mengantarnya ke Rumah sakit.


"Kenapa diem? Ayo temuin Acha."


"Gue gak bisa, Gue gak mau ketemu mereka" Riyan menatap ke arah Aryan, Diva dan Aliano.


"Eh, mau kemana?" Orang itu menarik tangan Riyan karena melihat Riyan yang ingin pergi, menjauh dari ruang IGD.


"Lepas, gue gak mau.."


"Lo gak mau ketemu Acha" sebelum Riyan bilang gak mau ketemu mereka, Orang itu melanjutkan omongan Riyan dengan ketemu Acha.


"Kalau lo gak mau ketemu mereka, oke. Gak apa apa. Tapi, tujuan lo kesini itu buat ketemu Acha. Abaikan mereka Riy, utamakan Acha."


"Gue gak mau Acha tau kalau gue datang njenguk Acha. Kalau mereka tau gue kesini, bisa aja kan mereka bilang ke Acha pas Acha sadar. Gue gak mau dan gue butuh waktu. Seenggaknya mereka gak ada disini."


Orang itu diam mendengar jawaban Riyan. Orang itu mikir agar Riyan bisa masuk tanpa Diva, Aliano dan Aryan tau kalau Riyan masuk menemui Acha.


"Tunggu, tunggu. Gue ada ide Riy." Riyan yang tadinya ingin pergi gak jadi setelah Orang itu bilang kalau ada ide.


"Apa."


"Gue akan ajak mereka pergi. Tapi, jangan lama lama ya. Gue gak mungkin ajak mereka dalam waktu yang lama. Gue percaya sama lo, sebelum gue kembali pasti lo udah keluar. Gue pergi dulu." Orang itu pergi dari hadapan Riyan lalu, pergi ke depan ruang IGD.


Orang itu menghampiri Diva, Aliano dan Aryan. Orang itu mengajak Diva ,Aliano dan Aryan ke kantin rumah sakit. Sebenarnya mereka gak mau di ajak Orang itu pergi tapi, karena bujuk rayu orang itu. Akhirnya mereka mau di ajak ke kantin.

__ADS_1


Setelah Orang itu berhasil mengajak mereka pergi dari ruang tunggu. Riyan melanjutkan langkahnya ke ruang IGD.


Sebelum masuk, Riyan menoleh ke kanan kiri untuk memastikan ada yang liat atau enggak. Merasa aman, Riyan langsung masuk ke ruangan.


Riyan mencari Acha di dalam ruangan itu. Karena gak cuma satu orang yang ada di sana. Riyan terpaku di tempat melihat Acha yang terbaring lemah di brankar. Perlahan Riyan menghampiri Acha.


Gak tau kenapa, hati Riyan merasa nyeri melihat keadaan Acha saat ini.


Riyan menyalahkan dirinya sendiri. Kalau aja Riyan gak pergi, mungkin semua ini gak akan terjadi. Sebenarnya Riyan gak marah ke Acha. Karena soal foto itu, Riyan udah tau lama. Riyan tau saat Riyan bertemu Danial di cafe beberapa waktu yang lalu.


🌊🌊🌊


Beberapa hari yang lalu, Riyan tak sengaja melihat Danial yang ada di cafenya. Sendirian. Apa mungkin ingin bertemu dengan Acha?" pikir Riyan.


Lalu, karena Riyan penasaran. Riyan menghampiri Danial.


"Eh, kak Riyan. kok disini?" Danial meringis mengingat pertanyaannya barusan. Ini kan cafe milik Riyan. Terus, kenapa Ia tanya kek gitu?.


Riyan tersenyum maklum. Karena Riyan tau kalau Danial cuma basa basi.


"Sendirian?" Riyan rasa Danial cukup lama disini. karena Riyan melihat ada minuman di hadapannya dan hampir habis.


"Iya nih, kak. Sahabat gue belum dateng" Riyan kembali mikir apakah itu Acha. Tapi, kenapa Acha gak bilang ke Riyan. Biasanya kan Acha selalu minta ijin ke Riyan. Walau hanya sebuah Chat. Tapi, ini gak ada. Chat ataupun telepon gak ada.


"Siapa?" Riyan bener bener penasaran. Pakah Acha? atau ada yang lain?.


"Yang jelas bukan Acha!" seperti Danial tau pertanyaan Riyan tertuju pada siapa. Siapa lagi kalau bukan Acha. Dan tebakan Danial bener. Kalau Acha yang ada di pikiran Riyan. Melihat muka Riyan, Danial jadi ingin tertawa. Riyan cemburu.


Riyan menggaruk tengkuknya. Merasa malu ketauan Danial kalau Riyan mengira Acha yang akan bertemu dengan Danial.

__ADS_1


"Enggak, kak. sebenarnya gue mau ketemu sama kakak gue. Tapi, udah lima belas menit kakak gue belum datang"? Iqbal. satu nama yang ada di benak Riyan. Bukannya Iqbal itu satu rumah dengan Danial. Terus, kenapa harus ketemuan di luar?.


"Bukan kak Iqbal. kalau itu yang kak Riyan pikirin."


Tiba tiba hp Danial berbunyi pertanda ada telepon masuk. Riyan terkejut melihat wallpaper Danial yang menunjukkan foto Danial dan Acha saat Danial ingin merebut sesuatu dari tangan Acha.


Danial mengangkat telepon dari seseorang yang Riyan gak tau siapa itu. Karena fokus Riyan ke wallpaper Danial bukan siapa yang menelpon Danial.


Setelah selesai, Danial melihat ekspresi Riyan. Danial baru sadar kalau Riyan tadi liat wallpaper'nya.


"Sorry kak. Lo gak usah salah paham. Foto ini foto kenang kenangan gue dan Acha sebelum Acha balik kesini. Foto ini foto gue dan Acha satu hari dimana hari itu hari terakhir Acha di London. Gue majang foto ini karena ini kenang kenangan terindah gue dan Acha. Jadi kak, lo gak usah salah paham. Gue dan Acha hanya sebatas sahabat, enggak lebih. Mungkin memang cinta pertama kita gak bisa hilang begitu aja. Tapi, yakinlah kak. Kalau Acha itu yang terbaik buat kakak. Acha masih cinta sama gue dan gue juga tapi, cinta ke kak Riyan lebih besar dari cinta Acha ke gue." Danial mencoba memberi penjelasan soal foto itu.


"Kak, gue minta ijin buat jadiin foto ini wallpaper di hp gue. Gue gak mau lo salah paham lagi karena gue gak ijin masa lo. Bukan karena cinta tapi, karena persahabatan." Riyan gak mau foto itu di jadiin wallpaper oleh Danial. Tapi, gak apa lah. Toh cuma wallpaper.


"Kalau enggak, gue bisa kok ganti wallpaper'nya."


Riyan tersenyum. Gak ada salahnya'kan. Yang penting itu Acha ada di sampingnya dan Cinta Acha udah mulai untuknya.


"Gak usah Dan. gak apa kok. Ya udah gue duluan ya. Takut Acha nyariin"


"Ya, kak. Kak gue juga udah dateng" Riyan pergi ke luar dan tak lama kemudian kakaknya Danial datang, siapa lagi kalau bukan Diva.


🌊🌊🌊


Riyan rasa keputusannya untuk memberi kejutan Acha gagal. Setelah melihat Acha yang tak berdaya kayak gini membuat Riyan gak sanggup untuk meneruskan keputusannya.


🌊🌊🌊🌊🌊🌊


πŸ’Minggu, 21 Februari 2021πŸ’

__ADS_1


__ADS_2