Cinta Acha

Cinta Acha
Bohong, Lagi


__ADS_3

Acha pergi ke kamarnya untuk menemui Riyan dan melihat keadaan Riyan. Tapi, sebelum masuk, pintu kamar itu terkunci eh maksud nya di kunci dari dalam.


Acha mengetuk pintu kamar itu tapi, Riyan tak membukakan puntu itu. bahkan Riyan gak menjawab, pertanda apakah ada kehidupan di dalam kamar itu.


Aryan, Vika, Ryana dan Andri datang menghampiri Acha. Mereka juga mencoba mengetuk pintu dan memanggil nama Riyan tapi tak ada sautan dari dalam kamar itu.


"Mas Riyan" panggil Acha tanpa mengetuk pintu. Acha yakin Riyan mendengarnya.


Dan benar saja pintu terbuka dan menampakkan Riyan yang gak karuan. Maksudnya kondisi Riyan yang gak bisa di bilang baik baik aja.


Riyan menarik tangan Acha untuk masuk ke dalam kamar dan langsung mengunci kamarnya. Riyan menatap mata Acha. Mata Riyan terpancar ke khawatiran dan ketakutan. Acha bisa melihat itu.


Acha tau saat ini Riyan sangat khawatir dengan kondisinya dan Acha melihat Riyan ketakutan saat Ia pergi. Apa segitu cintanya Riyan kepada Acha?.

__ADS_1


Lalu, Riyan memeluk Acha untuk melepas rindu. Padahal cuma satu hari mereka gak ketemu tapi Riyan udah rindu kepada Acha.


Riyan melepas pelukan itu dan langsung menghujani Acha dengan ciuman.


"Cha, kenapa kamu pergi. Kamu mau ninggalin mas, lagi" ucap Riyan yang menatap Acha.


"Enggak mas. kemarin sore teman Acha tiba tiba sakit dan Acha bawa ke Rumah Sakit. Disini gak ada keluarganya, mas. Hanya Acha yang Dia punya. Acha sebagai temen harus saling bantukan, mas" Acha bohong, tentu saja. Acha gak mau kalau Riyan tau Danial ada disini. Danial dengan Riyan emang pernah bertemu tapi hanya beberapa kali dan mereka tau nama satu sama lain. Tapi untuk muka? mereka lupa, yang mereka ingat hanya namanya aja. Riyan tau Danial itu nama adiknya Iqbal.


"Kenapa gak ngabarin mas dulu, Cha. Mas khawatir sama kamu. kalau terjadi apa apa sama kamu gimana? mas gak mau kamu kenapa napa" terpancar kilatan kekhawatiran Riyan di dalan matanya. sangat terlihat.


"Yaudah gapapa Yank. yang penting sekarang kamu udah ada disini, di depan mas dengan sehat" Riyan kembali memeluk Acha.


Acha ingin sekali menanyakan kenapa Kemarin Riyan menemui Iqbal. Walau Acha tau pembicaraan Riyan dan Iqbal tapi, Acha gak tau kan pembicaraan mereka sebelum Acha datang. Tapi enggak, Acha gak bisa menanyakan hal itu. Riyan gak tau kalau Acha pergi dari rumah setelah Riyan pergi dari rumah.

__ADS_1


Acha gak minta ijin ke Riyan dan Acha ijin ke luar rumah saat ingin bertemu dengan sahabat sahabatnya.


Acha gak mau Riyan tau kalau Ia pergi tanpa ijin dan saat ini mereka udah gak ada pertengkaran atau sejenisnya.


"Mas, aku mau tidur" badan Acha pegal pegal. karena kemarin malan Acha tidur di sofa saat menunggu Danial. Apalagi sekarang ini Acha sedang mengandung dan itu membuat seluruh tubuhnya seperti remuk dan saat ini yang Acha butuhkan adalah tidur meluruskan badannya.


Riyan bisa melihat wajah Acha yang lemas. Riyan jadi khawatir dengan kondisi Acha saat ini. Riyan merinisiatif untuk...


"Kenapa Yank, badan kamu pegel ya, biar mas pijitin ya" ini yang Acha mau. Badan Acha semua kaku..


Acha tersenyum "Tapi mas Riyan juga butuh istirahat. Acha gapapa kok mas" alibi Acha. emang saat ini Acha ingin sekali di pijitin tapi dalam hal ini Acha gak mau gegabah. Ia harus bisa mengambil hati Riyan walaupun sebenarnya tanpa Acha pura pura pun hati Riyan sudah sepenuhnya milik Acha.


Riyan gak mau tau, Ia yang akan memijit Acha. Ia gak peduli dengan kondisinya. Yang Ia pedulikan sekarang ini adalah Acha dan calon anak mereka.

__ADS_1


Akhirnya Riyan mijit Acha sampai Acha tertidur.


__ADS_2