Cinta Acha

Cinta Acha
102.


__ADS_3

Setelah Danial dan Iqbal pergi. Mereka kembali ke kegiatan masing masing. Tapi, tidak dengan Acha dan Riyan. Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah bukan ke cafe. Riyan yang ngajak. Karena Riyan mau menghibur Acha. Tadi, sebenarnya Riyan mengajak Acha jalan tapi, Acha gak mau. Riyan gak tau alasannya.


Riyan dan Acha sudah sampai di rumah. Sejak tadi Acha hanya diam. Riyan gak alasan yang pasti. Tapi, Riyan menebak apakah ini karena Danial atau Iqbal?.


Riyan menuntun Acha untuk ke kamar. Riyan mikir gimana caranya Ia membuat Acha tertawa lagi? gimana cara nya agar Acha gak sedih dan mikirin Danial atau Iqbal?.


Sesampainya di kamar. Riyan pergi ke kamar mandi sedangkan Acha pergi ke ranjang.


Beberapa menit Riyan di kamar mandi. Akhirnya Riyan selesai mandi dan ingin keluar tapi, saat membuka pintu kamar mandi, Riyan dikejutkan dengan Acha yang sudah di depan pintu. Lebih terkejut lagi melihat pakaian Acha yang gak seperti biasanya. Ini contohnya.



Ada rasa aneh saat melihat Acha yang memakai pakaian seperti itu. Ada perasaan senang saat Acha berpenampilan biasa seperti ini apalagi mereka cuma berdua. Bisa kali ya. Eakk.

__ADS_1


Acha berjalan mendekati Riyan. Sedangkan Riyan malah berjalan mundur. Gak tau kenapa Riyan jadi deg degan.


Riyan berpikir apakah Ia dan Acha akan melakukan yang(?).


Tapi perkiraan Riyan buyar karena Acha yang bilang kalau Acha akan makai kamar mandinya. 


"Mas Riyan kok gak keluar. Acha mau mandi lho mas"


Riyan marah, kecewa dan malu. Tapi, gak guna. Riyan aja yang kepedean. Padahal Acha cuma mau mandi bukan yang ada di pikiran Riyan(?).


Dengan perasaan marah, kecewa dan malu. Riyan keluar dari kamar mandi menuju almari dan langsung  mengganti pakaian.


Saat Riyan sedang memakai pakaian tiba tiba ada yang memeluk Riyan dari belakang. Riyan tau itu Acha tapi, bukannya Acha mandi. Apa gak jadi?.

__ADS_1


Perlahan tangan Acha naik ke dada Riyan. Mengusap pelan dada itu yang di rasapi Riyan. Riyan memejamkan matanya karena usapan seksual yang Acha berikan. Enggak, Riyan gak boleh lagi kepedean. Mungkin ini cuma halusinasinya aja. Gak mungkin Acha yang di belakangnya. Iya. Mungkin itu bukan Acha. Karena Acha lagi mandi.


Acha yang merasa gak ada respon dari Riyan, langsung berjinjit untuk meniup bawah telinga Riyan. Berhasil. Riyan berbalik badan menghadap Acha dan Riyan bener bener sadar kalau yang meluk itu beneran Acha bukan halusinasinya karena keinginannya gagal.


"Cha" suara Riyan terdengar serak. Acha tau maksud suara itu.


"Aku mau kamu, mas" gak apakah wanita yang meninta duluan. Bukan wanita murahan karena Acha minta ke suaminya sendiri. Bukannya seorang istri yang memberikan sendiri ke suami itu adalah pahala?.


Riyan senang. Karena ini pertama kalinya Acha meminta duluan. Mungkin kemarin saat liburan Acha juga minta tapi, yang duluan kan Riyan. Jadi, tetep aja kemarin yang minta itu Riyan bukan Acha. Tapi, sekarang?.


Riyan gak nyia-nyiain kesempatan ini. Ini kesempatan langka buat Riyan. Riyan bingung tapi, nanti'lah Ia tanyakan kepada Acha. Yang penting sekarang kebutuhannya terpenuhi.


🌊🌊🌊

__ADS_1


💝Senin, 18 Januari 2021 💝


__ADS_2