
Saat ini di rumah Riyan. Mereka udah berkumpul di rumah Riyan Lebih tepatnya di ruang tamu. Riyan meminta Aryan, Rafa dan Iqbal yang datang tapi, Eva dan Vika juga ikut kumpul.
"Kalian ngapain disini?" pertanyaan Riyan yang tuju pada Eva dan Vika. Karena Riyan tuh gak ngundang Eva dan Vika untuk ke rumahnya. Riyan hanya mengundang Aryan, Rafa dan Iqbal.
"Gue tau apa yang akan lo tanya 'in Riy, gue gak mau aja lo terlalu emosi" jawaban Eva yang gak nyambung. Ya, kalau Riyan emosi itu yang bisa ngendaliin itu kan pastinya Acha bukan Eva.
"Kalau gue sih, gak mau aja ya Riy. Kalau lo emosi, kalian tuh berantem. Gue gak mau kalau Acha yang jadi korbannya" jawaban Vika yang membuat Riyan bingung.
Riyan tuh mikir gini.
Kenapa gue harus emosi?
Emang apa yang mereka sembunyi'in dari gue?
Apa mereka ada masalah? Tapi, kenapa gue gak tau?
Dan kayak nya ini ada sangkut pautnya sama gue, deh?
__ADS_1
Tapi, apa ya masalahnya yang bisa bikin gue emosi?
Acha, Acha masih deg degan karena takut kalau Riyan tuh emosinya gak bisa di jaga. Acha takut, Riyan akan mukulin Iqbal. Bukan apa apa tapi, Acha gak mau Riyan sakit. Acha gak mau liat perkelahian di rumahnya.
"Langsung aja deh Bang. Gue udah gak mau sahabatan lagi sama Iqbal" Aryan langsung bilang yang sebenarnya. Tanpa basa basi.
"Gue juga Riy, gua suka sama sahabat yang nikung sahabatnya sendiri" ucapan Rafa yang membuat Riyan makin bingung. Sedangkan Acha makin deg degan.
"Gue juga Riy, gue gak mau cowok gue punya sahabat yang suka nikung sahabatnya sendiri" Eva setuju dengan Rafa
"Apalagi gue Riy, gue gak mau rumah tangga adek gue hancur gara gara penikungan" pendapat Vika
Acha gak tau harus gimana. Jadi Acha cuma bisa mendengarkan pendapat pendapat mereka. Acha takut Riyan tau kalau Tiara yang udah bikin Acha masuk rumah sakit sampai di rawat satu minggu. Kalau masalah Iqbal masih cinta sama Acha tuh Riyan udah tau. Dulu kan Acha pernah bilang kalau Acha masih punya hubungan saat Acha udah menikah dengan Riyan. Sampai beberapa saat yang lalu Acha dan Iqbal resmi putus.
Sedangkan tubuh Iqbal menegang mendengar perkataan sahabat sahabatnya.
"Lo tau Riy, kalau Iqbal itu masih cinta sama Acha. sampai sekarang" melihat Riyan biasa aja mendengar ucapannya, Rafa jadi bingung sendiri. Kenapa ekspresinya Riyan biasa aja? apa Riyan udah tau?.
__ADS_1
"Udah? itu aja?" tanggapan Riyan santai cuy. Rafa, Aryan, Vika dan Eva jadi bingung dengan Riyan.
"Kalau gak ada yabg lain. Mending kalian pergi deh Acha kau istirahat."
"Oh oke Riy, kalau Tiara yang udah bikin Acha masuk rumah sakit gimana? apa ekspresi lo biasa aja?" mendengar kalau Tiara yang udah bikin Acha masuk rumah sakit. Muka Riyan memerah. Kedua tangan Riyan mengepal.
Acha yang duduk di samping mencoba menenangkan Riyan. Mengelus pundak dan tangan Riyan.
"Mas liat aku" tangan Acha menolehkan muka Riyan menghadap ke Acha. "Ini bukan salah Tiara, mas. ini karena Tiara cemburu"
"Bukan masalah itu aja ,Dek. Tapi, karena Iqbal yang masih cinta sama lo, Tiara udah bikin lo kritis. Karena Tiara gue hampir kehilangan adek gue. Apa kamu gak kasihan sama suami kamu, Dek. Kakak, Bang Vino, Mommy, Daddy, Mami dan Papi. Oita semua mengharap kalau lo itu sembuh. Kita mengharap kalau lo gak sakit"
"Udah lah kak. Ini semua udah berlalu."
Riyan sekarang paham. Kenapa Aryan dan Rafa memilih menjauhi Iqbal. Walau mereka belum menjelaskan secara detail. Tapi, Riyan tau tujuan pembicaraan ini.
Iqbal yang mencintai Acha yang di ketahui Tiara membuat hati Tiara hancur.
__ADS_1
ππππππ
πRabu, 03 Februari 2021π