
Di Rumah Sakit sudah ada Putri, Ryana, Aryan dan Vika karena tadi Vika menelpon Putri kalau Riyan kecelakaan dan di bawa ke Rumah Sakit.
“Gimana Ma keadaan mz Riyan?”. tanya Acha yang baru datang
“Riyan belum sadar Cha dan dari tadi Riyan manggil nama kamu terus”. ucap Ryana
“Mending Acha masuk deh, siapa tau Riyan bisa sadar”. suruh Putri ke anak kedua nya.
“Yaudah Mi Ma, Acha langsung masuk ya”. ucap Acha lalu masuk ke ruangan Riyan
Acha POV
Saat Aku masuk ke ruangan inap kak Riyan, aku melihat kak Riyan yang terbaring lemah dan aku merasa iba dengan apa yang udah kak Riyan lakuin saat aku pergi. Aku jadi gak tega lihat keadaan kak Riyan saat ini. Aku memberanikan diri mendekati kak Riyan yang masih setia dangan tidur nya, dan aku mendengar bahwa kak Riyan memanggil nama ku. Aku duduk di samping kanan kak Riyan dan ku genggam erat tangan kak Riyan berharap, kak Riyan bisa merasakan ada getaran yang ada di diri ku entah itu getaran apa yang jelas aku gak mau kak Riyan melukai diri nya sendiri Cuma gara-gara aku.
1 tangan ku menggenggam tangan kak Riyan dan yang 1 nya mengelus pucuk rambut kak Riyan, saat itu juga kak Riyan menggenggam tangan ku dan tersenyum kepadaku entah dari kapan kak Riyan sadar, tapi yang jelas saat ini aku melihatnya tersenyum.
Author POV
“Maaf mz, aku udah bikin mz Riyan kayak gini”. ucap Acha mencium tangan Riyan
“Seharusnya aku yang minta maaf ke kamu Cha, maaf karena aku udah mencuri dari kamu”. ucapan Riyan yang membuat Acha melepaskan genggamannya
__ADS_1
“Maaf kak aku harus pergi”. ucap Acha kembali lagi menyebut nya dengan kata KAK. karena Acha gak mau bikin Riyan sedih tapi Riyan sendiri yang udah bikin suasana jadi gak karuan kayak gini. menurut Acha. Lalu saat Acha ingin pergi,,,
“Agggghh”. rintih Riyan saat ingin meraih tangan Acha dan Riyan hampir jatuh tapi Acha menangkap tangan Riyan agar tidak jatuh. Untung saja Acha bergerak cepat saat mendengar rintihan Riyan.
“Maz Riyan”. ucap Acha lalu membantu Riyan dan menyuruh Riyan tiduran
“Cha, kok kaki mz Riyan yang kanan gak bisa bergerak ya?. ucap Riyan yang menggerakkan kedua kakinya. Kaki kiri nya bisa bergerak tapi tidak dengan kaki kanan nya
“Aku gak tau kak, aku panggil dokter dulu ya”. ucap Acha lalu memanggil dan tak lama kemudian Dokter nya datang yang diikuti Putri, Ryana, Vika dan Aryan
“Gimana dok keadaan anak saya”. tanya Ryana kepada Dokter yang menangani Riyan.
“Seperti yang saya ucapkan sebelumnya Bu, kalau kaki kanan anak ibu mengalami lumpuh sementara”. terang Dokter tersebut.
“Jadi kak Riyan lumpuh, ini gara gara gue, coba aja kalau gue gak pergi mungkin kecelakaan itu gak akan terjadi”. Batin Acha
“kalau gitu sya permisi”. ucap Dokter lalu pergi
Dokter itu pun pergi dari ruang inap Riyan. Dokter itu masuk ke ruangan nya dan mendapati sahabatnya sudah duduk di depan meja kerjanya.
"Ngapain lo disini?" tanya Dokter itu kaget karena sahabat nya tiba tiba ada di ruangnya. Karena hari ini sahabatnya itu gak ada jadwal.
__ADS_1
"Gimana keadaan Riyan?" bukannya menjawab sepupunya Acha bertanya kondisi Riyan
"Lo kenal Riyan?"
"Gak"
"Kalau lo gak kenal ngapain nanyain Riyan"
"Gapapa. buruan kasih tau gue, gimana keadaan Riyan"
"Gua akan kasih tau lo kalau elo cerita semua ke gua"
"Oke oke gue cerita tapi lo gak boleh bilang ke siapa siapa"
"Oke, siap lah"
Akhirnya mereka saling bercerita. Dokter tersebut menceritakan kondisi Riyan sebenarnya. Dan setelah dokter tersebut bercerita kondisi Riyan, Sepupunya Acha juga menceritakan masalah Acha.
🌊🌊🌊
🌊🌊🌊
__ADS_1
Gimana ini? apa Acha akan kembali kepada Riyan sebelum memberi mereka pelajaran? atau Acha akan pergi bersama sepupunya dan melanjutkan rencananya?