Cinta Acha

Cinta Acha
Test


__ADS_3

Pagi harinya. Acha merasa usapan lembut di pipinya. Acha mengejabkan mata'nya pelan pelan. Menyesuaikan cahaya lampu yang ada di kamarnya. Pandangan Acha masih buram dan melihat Riyan di hadapannya. Acha mengucek matanya dan Riyan menghentikan gerakan tangan Acha.


Acha merasa tangan'nya di pegang seseorang tapi, Acha masih gak yakin kalau yang di hadapannya ini adalah Riyan.


Riyan meniup pelan ke arah mata Acha. Acha bisa merasakan itu dan Acha merasa ini bukan mimpi. Apalagi, saat Riyan bilang maaf.


"Mas Riyan"


"Iya sayang, ini mas. Maafin mas"


"Mas, seharusnya Acha yang minta maaf. Maaf udah nyakitin perasaan mas Riyan"


"Mas udah maafin kamu Cha. tapi mas mau kamu jujur semua ke mas, Cha"


"Iya, Mas. Acha kan jujur ke mas Riyan. Semua akan Acha ceritakan tapi, Acha takut mas. Acha takut


"Mas akan maafin semua dan mas gak akan marah ke kamu, Cha. Mas gak akan ninggalin kamu, kalau itu yang ada di pikiran kamu, Cha. Karena mas Cinta sama Kamu."


Tapi, Acha gak yakin kalau Riyan gak akan marah setelah tau kalau saat Ia dan Riyan menikah, Ia masih mempunyai hubungan dengan Iqbal.


Sekarang Acha merasa takut kehilangan Riyan seandainya Riyan tau kalau Acha menceritakan semuanya. Dulu fine fine aja tapi sekarang? Acha gak bisa jauh dari Riyan.


Riyan melihat Acha diam dan Riyan berpikir kalau Acha gak akan menceritakan semuanya. Padahal, Riyan akan menerima semuanya kalau Acha jujur dan gak ada lagi hal yang di sembunyikan Acha dari Riyan.


Riyan melepas genggaman tangannya dari tangan Acha. Lalu, berdiri untuk pergi. Tapi, sebelum Riyan pergi, Acha kembali memegang tangan Riyan. Menggenggam tangan Riyan dan mengucap kalau Acha selingkuh dengan Iqbal.


"Maaf mas. saat kita nikah, Acha masih punya hubungan dengan kak Iqbal" Acha menitihkan air matanya. Riyan juga.


Hati Riyan sakit mendengar kejujuran dari Acha. Tapi, ini yang Riyan mau. Kejujuran walau menyakitkan. Ia ikhlas atas apa yang Acha perbuat. Karena ini semua bukan sepenuhnya kesalahan Acha.


Disini Riyan'lah orang ketiga di hubungan Acha dan Iqbal tapi, Riyan juga gak salah karena ini kemauan kedua orangtua mereka. Jadi, siapa yang harus disalahkan?.


Riyan menguatkan hatinya. Karena, sebelum Riyan mendengar penjelasan Acha, Riyan terlebih dulu mendengar cerita Danial.


Ya, Danial kemarin menemui Riyan untuk menceritakan semua'nya ke Riyan. Danial gak mau orang yang Ia cintai menderita karena acara balas dendam ini.


Danial menceritakan kalau Acha dan Iqbal itu selingkuh di belakang Riyan. Danial juga menceritakan kalau sebenarnya Acha berpacaran dengan Iqbal itu karena Ia yang meminta.


Setelah menceritakan hal hal itu Danial memohon kepada Riyan untuk gak ninggalin Acha dan bisa maafin semua kesalahan Acha.


Riyan gak tau harus gimana. Ia sakit hati karena perselingkuhan Acha dan Iqbal. Ingin rasanya Riyan pergi ninggalin Acha. Tapi, Hati Riyan menolak. Riyan gak mau jauh dari Acha dan calon anak mereka.


Danial melihat Riyan yang bengong. Danial tau Riyan sedang bingung dengan perasaannya. Lalu, Danial memberi saran ke Riyan untuk menguji cinta Acha ke Riyan. Dengan, Riyan gak pulang ke rumah maupun memberi kabar ke seluruh keluarga.

__ADS_1


Lalu, Riyan dan Danial pergi ke tempat masing masing.


Danial sampai di rumah. Lebih tepatnya di rumah Iqbal. Entah kenapa tiba tiba Danial kepikiran dengan Acha. Hati Danial mendadak gak enak.


Tepat pukul sembilan malam Ia menghubungi Acha. Ia mengirim pesan ke Acha, menanyakan Riyan udah pulang atau belum. Karena, sebelumnya Acha bilang ke Danial kalau Riyan gak ada di cafe.


Acha๐Ÿค


^^^Riyan udah pulang, Cha?^^^


Belum Dan, Dan gue sakit.


^^^Kok belum, sih?^^^


^^^Lo kenapa, Cha.^^^


^^^Gue kesana sekarang ya.^^^


maksud'nya Dan?


Gak usah Dan,


gue gak mau keluarga gue tau


^^^Enggak, Cha.^^^


^^^Lo istirahat aja.^^^


^^^Gue gak mau lo tambah sakit.^^^


Oke, gue istirahat Dan


Pesan terakhir yang Ia baca dari Acha. Lalu, Hati Danial merasa gak enak lagi. Karena membaca pesan Acha yang mengatakan kalau Acha sakit.


Pasti Riyan. Ya, Ini karena Riyan. Pasti Acha mikirin Riyan dan membuat tubuh Acha sakit. Ini rencana'nya tapi, Ia gak nyangka akan jadi seperti ini.


Lalu, Danial mengirim pesan ke Riyan, kalau Acha sakit


Kak Riyan


^^^^^^Kak, Istri lo sakitโ˜‘๏ธโ˜‘๏ธ^^^^^^


Centang dua biru yang berarti Riyan sudah membaca pesannya. Ia udah gak khawatir lagi. Karena, Ia yakin kalau Riyan langsung kembali ke rumah Vino untuk menemui Acha.

__ADS_1


๐ŸŒŠ๐ŸŒŠ๐ŸŒŠ


Riyan mengusap lembut air mata Acha yang masih mengalir. Ia yakin kalau sekarang Acha membalas cinta'nya. Ia yakin, sangat yakin. Kalau enggak, Acha gak akan sakit kayak gini karena ia yang gak pulang.


"Mas marah?" dengan takut, Acha menyatakan pertanyaan itu.


Acha melihat ke arah Riyan dengan perasaan yang takut. Ia takut Riyan akan pergi. Walaupun Riyan tadi udah bilang gak akan ninggalin Acha tapi, ketakutan tetap ada di dalam diri Acha.


"Mas marah sama kamu, Cha. Tapi, mas sadar. ini semua bukan sepenuhnya kesalahan kamu. Mas yang jadi orang ketiga diantara kamu dan Iqbal. Mas


"Enggak Mas, mungkin aku dan kak Iqbal gak jodoh. Mungkin mas'lah jodoh aku"


"Cha. Apa kamu masih cinta Danial"


Deg. Acha kaget karena Riyan bahas Danial. Padahal ini itu masalah Acha dan Iqbal bukan Danial.


Apa mas Riyan tau kalau Danial itu, em sebenarnya cinta pertama ku.


"Mas, Danial itu


"Cinta pertama kamu"


Nah benerkan. Kalau Riyan tau Danial itu cinta pertama'nya. Tapi, Riyan tau dari mana?


"Kamu Diem. Kamu gak mau ngasih tau mas. mas butuh penjelasan kamu, Cha"


"Iya mas. Jujur Danial itu cinta pertama aku. Danial yang minta aku buat pacaran sama kak Iqbal. Kalau soal cinta aku emang cinta sama Danial. Karena Danial itu orang yang selalu ada buat aku dari kecil sampai sekarang. Jujur Mas, aku masih sayang sama Danial, aku gak bisa lupain Danial. Mas tau apapun yang Danial minta pasti aku turutin dan salah satunya itu tadi. Danial minta aku buat jadi pacar kak Iqbal karena Danial tau, kak Iqbal cinta sama aku"


"Jujur Cha. Hati mas sakit saat mendengar kamu menyayangi laki laki lain di depan mas. Tapi, mas hargai perasaan kamu"


"Mas, aku memang menyayangi Danial, bahkan mencintai Danial tapi, mas tenang aja sekarang cinta itu udah tipis. Kalau di tanya cinta gak sama Danial jawabannya Ia karena itu tadi. Danial di hidupku udah dari dulu saat aku masih kecil"


"Mas paham sayang. Makasih, Makasih karena kamu udah mau jujur sama. Padahal tadi mas cuma ngetes kamu aja"


Loading. Acha masih mikir apa maksud perkataan Riyan.


Riyan mengusap pelan pipi Acha. Lalu menciumnya singkat.


"Danial udah cerita semua ke Mas"


Nah, apa ini. Danial yang udah bilang ke Riyan.


"Hem yahh, aku harus bilang makasih ke Danial"

__ADS_1


"Udah, mandi gih. habis itu kita turun. Pasti Mommy dan Daddy udah nunggu kita di bawah.


__ADS_2