Cinta Acha

Cinta Acha
Tunda


__ADS_3

Berbeda dengan Abangnya. Kini Acha sedang sedih karena Acha merasa kalay apa yang terjadi kepada Riyan itu karena dirinya. Andai aja Ia gak pergi semua gak akan kayak gini, Riyan gak mungkin kecelakaan dan pasti kini mereka sedang bersama tanpa ada kata minta maaf dan memaafkan.


Tapi itu semua sudah terjadi. Ia hanya bisa menyesal, menangis dan Ia juga harus minta maaf ke Riyan.


“Maaf Mas!! maaf gara gara Acha, mas Riyan jadi lumpuh kayak gini!”. ucap Acha yang sudah menangis


Riyan menghentikan memukul kakinya dan beralih manatap Acha yang sudah menangis. Tangannya terulur menghapus air mata Acha dengan sendiri nya. Ia gak mau orang yang Ia cintai menitihkan air mata dan itu karena Ia.... “udah sayang, ini bukan salah Acha kok!! Ini semua udah takdir Cha!! Mungkin ini yang terbaik buat mas Riyan dan kalau Acha mau pergi mas Riyan ikhlas, Cha” sedih, Riyan sedih mengucap kata tersebut. Hatinya mengatakan Ia gak pantas buat Acha karena kondisinya yang lumpuh tapi disisi lain Ia gak mau jauh dari Acha karena Ia begitu mencintai wanita yang saat ini menangis di sampingnya.


“Gue gak bisa tinggalin kak Riyan sekarang!! Ini semua salah gue dan gue harus menebus kesalahan gue!! Gue akan rawat kak Riyan sampai kak Riyan sembuh dan setelah kak Riyan sembuh gue akan tinggalin kak Riyan!! ya yang terpenting gue menebus kesalahan gue ke kak Riyan”. Batin Acha


“Gak mas, aku mau ngerawat mas Riyan sampai mas Riyan sembuh”. ucap Acha menatap Riyan


“Apa Acha yakin mau ngerawat mas Riyan yang cacat kayak gini”. Riyan menunduk melihat kaki nya yang gak bisa Ia gerakkan. Ia masih gak nyangka kalau Ia akan mendapat balasannya secepat ini. Ia Pasrah karena, ini mungkin yang terbaik dan buat menebus kesalahannya kepada Acha.


*Dengarlah Bintang Hatiku Aku Akan Menjagamu


Dalam Hidup Dan Matiku Hanya Kaulah Yang Ku Tuju


Dan Teringat Janjiku Padamu Suatu Hari Pasti Akan ku Tepati


Aku Akan Menjagamu Semampu Dan Sebisaku


Walau Ku Tahu Ragamu Tak Utuh


Ku Trima Kekuranganmu Dan Ku Tak Akan Mengeluh


Karena Bagiku Engkaulah Nyawaku


Karena Bagiku Engkaulah Nyawakuuuu*


“Makasih Cha, makasih karena Acha gak ninggalin mas Riyan saat mas susah”. Riyan bahagia karena Acha gak jadi pergi. Apa Acha udah memaafkan ku? pikir Riyan


“Aku gak salah pilih calon buat Riyan, aku yakin Acha bisa menjaga Riyan dengan baik dan aku yakin Acha akan mencintai Riyan". Batin Ryana


“Aku yakin suatu saat nanti Acha bisa menerima Riyan dengan sepenuh hati tanpa ada paksaan!! Aku udah bisa melihat kalau Acha udah mulai mencintai Riyan tapi cinta itu masih kecil”. Batin Putri


“Udah ya mas, sekarang mas Riyan istirahat aja!! Acha mau pulang dulu ya mas nanti Acha kesini lagi” Acha teringat kalau Ia belum memberi kabar kepada Abangnya.

__ADS_1


“Yahhh kok pulang sih Cha, mas Riyan masih mau sama Acha disini”


“Mas Riyan denger Acha dulu, Acha pulang cuma mau ngambil baju aja!! Mas Riyan gak usah khawatir ya kalau aku akan pergi!! Aku udah janji sama mas Riyan kalau aku akan di samping mas Riyan” Acha harus pergi, benar benar harus pergi. Karena Ia harus membicarakan keputusan ini kepada sepupunya


“Yaudah deh tapi Aryan ya yang nganter kamu, Cha”


“Aduh kalau kak Aryan yang nganter aku gimana dengan Abang ya? aduh pusing dah nie”. Batin Acha


“Tu kan Acha gak mau, pasti Acha mau ninggalin mas Riyan deh sama laki-laki yang tadi”. ucap Riyan kesal


“mas Riyan cemburu ya”. ledek Acha kepada Riyan


Tiba-tiba ponsel Acha berbunyi dan orang yang telah menghubungi Acha yaitu sepupunya. Acha pun mengangkat telepom tersebut agak jauh dari mereka.


"Iya Bang, Wa'alaikumsalam"


"Aku masih di Rumah Sakit Bang, Kenapa?"


"Iya sama Bang, aku juga mau bicara penting sama Abang"


"Abang udah disini?"


Setelah berteleponan dengan Abangnya, Acha berpamit ke keluarganya untuk pulang


“Ma Mi kak, aku pergi dulu ya. Assalamu’alaikum”. ucap Acha lalu pergi, karena Acha gak mau sampai ada orang yang mengikuti atau mencegah nya untuk pulang sekarang. Dan Ia juga gak mau sampai Aryan mengantarkan pulang.


🌊🌊🌊


Sekarang Acha dan sepupunya sudah sampai di rumah sepupunya. Rencananya malam ini Acha akan menginap ke rumah sang sepupu. Biarlah Ryan di Rumah sakit, toh juga udah ada yang jagain.


"Apa yang mau Abang bicarain sama aku?," tanya Acha setelah mereka bersih bersih dan sekarang mereka duduk di belakang rumah.


"Soal Riyan"


"Kak Riyan? kenapa Bang?, "


"Tadi Abang nemuin Dokter yang nanganin Riyan"

__ADS_1


"Jadi Abang tau kalau kak Riyan lumpuh?,"


"Ya Abang tau Dek. makannya sekarang Abang mau bicarain ini sama kamu"


"Bicara? langsung aja deh Bang, jangan bikin Adek penasaran,"


"Sekarang kondisi Ryan masih belum stabil dan tadi kata sahabat Abang kalau Riyan bisa sembuh hanya satu cara"


"Apa itu Bang?, "


"Bahagia. Riyan harus bahagia agar bisa punya pikiran buat sembuh dan itu kamu Dek"


"Aku?,"


"Iya, Abang liat kalau Riyan itu frustrasi saat kamu pergi dari rumah"


"Terus Bang?, "


"Kita tunda dulu rencana kita. Abang gak tega lihat semua nya sedih ya walaupun mereka gak sedih saat kamu di perlakukan kayak kemarin"


"Kok kita sama sih Bang"


"Sama? sama apanya Dek"


"Ya itu Bang. kita punya pikiran yang sama. Abang ingat kalau tadi aku bilang kalau ada yang mau aku sampaikan ke Abang" tanya Acha dan di angguki sepupunya. "Nah itu Bang, aku juga mau bicarain itu, kalau rencana kita buat pergi itu kita tunda sampai mininal kondisi kak Riyan membaik dan bisa jalan sedikit sedikit" lanjut Acha


"Oke deh Dek. nanti kita cari cara yang lain aja sambil nunggu Riyan sembuh"


"Sip lah Bang. beres itu mahhh"


"Oh iya Dek. kamu gak balik ke Rumah Sakit?"


"Gah lah Bang. aku capek banget. Abang tau kan setelah kejadian kemarin aku belum istirahat kalaupun istirahat cuma sebentar"


"Hem yaudah deh Dek. kamu istirahat aja. Abang juga mau istirahat"


Acha dan sepupunya pergi ke kamar masing masing.

__ADS_1


Pagi harinya Acha dan Sepupunya itu pergi ke rumah sakit. Acha menjenguk atau bisa di bilang menunggu Riyan sedangkan sepupunya ke rumah sakit karena kerjaan.


Sesampainya di ruang inap Riyan, Acha di beri pemandangan yang tak mengenakkan. Karena sebelum Acha pergi Acha bilang kalau cuma mau ngambil baju tapi gak kembali juga dan pada akhirnya pagi ini baru kembali


__ADS_2