Cinta Acha

Cinta Acha
Kak Iqbal


__ADS_3

Riyan sudah pergi mengantar Ana ke rumah Vino. Lalu, Aliano dan Vino keluar dengan tawanya. Mereka bertiga tertawa. Aliano dan Vino tertawa puas karena mereka mendengarkan, Riyan yang mengira kalau Acha itu halusinasi.


"Hahah, lucu ya Bang, kak" Acha memutar bola matanya, kesal. Karena Acha, tau makna dari tawa Aliano dan Vino.


"Lucu Dek, lucu banget. Oh iya bang, gue gak mau punya adek yang suka halusinasi" Aliano memegang perutnya karena merasa sakit saat tertawa. tapi, Aliano tak bisa menghentikan tawanya.


"Iya Al, gue juga gak mau punya adek yang suka halusinasi" Vino menghapus air mata karena tak henti hentinya tertawa dan membuat air matanya mengalir dengan sendirinya.


"Udah Bang, Kak. Stop" Acha jengah. dari tadi, mereka menggoda Acha. Mengatakan kalau Acha Halusinasi.


Beberapa menit kemudian, Aliano menghentikan tawanya. Karena Aliano ingat kalau Acha ingin menemui Danial.


Aliano tau hubungan mereka dari awal sampai sekarang. Aliano kasian dengan Acha dan Danial. Tapi, yasudahlah. ini urusan mereka.


"Dek, apa kamu beneran ingin menemui Danial?" pertanyaan Aliano yang membuat Vino menghentikan tawanya, lalu menatap Acha.

__ADS_1


"Apa, kamu masih dekat sama Danial, Dek" Vino gak tau apa yang terjadi kepada Danial. Dan Vino gak suka sama Danial.


"Bang, Aku


"Abang gak suka kamu sama Danial, Dek. udah berapa kali Abang bilang. jauhin Danial"


"Bang, please. Danial butuh Acha, Bang. Danial sendiri. Bahkan kakaknya oun gak nganggap Danial ada. Cuma Acha, Bang. Cuma Acha yang Danial punya"


"Danial gak baik buat kamu, Dek Danial..


Acha langsung membungkam mulut Vino karena ucapannya yang mengatakan penyakit Danial. Vino diem. Acha mulai menceritakan asal mula Ia mengenal Danial sampai sekarang. Bahkan Acha menceritakan hubungannya dengan Iqbal itu, yang berawal bukan karena cinta tetapi karena Danial yang minta.


Vino menyuruh Diva dan Nadia masuk ke ruangan Danial. Vino juga menyuruh Diva dan Nadia mengaku sebagai saudara sepupu Danial agar, Aryan pergi dari ruangan itu.


Setelah Aryan percaya dan pergi dari ruangan Danial. Acha, Aliano dan Vino masuk ke ruangan itu. Danial terkejut karena melihat Acha yang duduk di kursi roda. Apakah Acha sakit?. pikir Danial

__ADS_1


Seperti tau tatapan Danial, Acha bilang "Aku gapapa kok, Dan. Lo, gak usah khawatir. gue baik baik aja"


Danial dapat melihat Acha memang baik baik aja. Tadi, Ia cuma kaget karena Acha duduk di kursi roda.


"Dan, dokter bilang apa" Danial gak tau. Dokter memang gak memberi tau ke Danial. karena saat dokter itu memeriksa Danial, Danial masih pingsan.


"Yaudah, gue tanya sam dokternya dulu ya"


"Gak usah Cha, gue gak mau keadaan gue sekarang, gue mau kenyataan yang menyakitkan ini" air mata Acha menetes. Tak tau kenapa, Ia takut kehilangan Danial. Ia tau Ia masih mencintai Danial tapi cinta itu sudah di bagi dan terbesar adalah kepada Iqbal.


"Gue gak akan ngasih tau lo, Dan. Akan gue simpen sendiri. lo, gak usah takut. gue akab selalu ada buat lo" Acha menghapur air matanya yang terus menetes.


Acha dan Vino pergi ke ruangan dokter yang menangani Danial. Sedangkan Aliano, Diva dan Nadia menjaga Danial.


Vino mengetuk pintu ruangan dokter yang menangani Danial dan di suruh masuk. mereka masuk.

__ADS_1


Acha dan Vino terkejut karena ada Iqbal di ruangan itu. Kenapa Iqbal ada disini?.


"Kak Iqbal"


__ADS_2