
Jam enam sore, Riyan baru saja pulang ke rumahnya, sendiri. Itu 'pun karena permintaan sahabat sahabatnya, terutama Eva dan Rafa.
Riyan turun dari mobil dan berjalan perlahan kearah pintu. knop pintu di tarik pelan oleh Riyan, lho kok ada yang aneh. Bukannya Ia sempet kunci pintu itu? tapi, kenapa sekarang gak di kunci. Riyan ingat betul, karena sebelum pergi Ia yang mengunci pintunya, bukan Acha.
Acha. Riyan ingat, mungkin Acha yang membuka pintu itu. Dengan segera, Riyan masuk dan menuju kamarnya.
Senyum merekah di bibir Riyan, saat melihat Acha yang sedang tiduran di ranjang. Dengan cepat, Riyan langsung memeluk Acha yang masih tiduran di ranjang.
Acha yang tiba tiba di peluk 'pun kaget. Tapi, tak lama Acha menyadari kalau yang meluk itu Riyan, suaminya.
Sekitar 10 menit Riyan melepas pelukannya dari Acha. Riyan memandang wajah Acha, yang sudah membuat Riyan rindu walau baru satu hari gak ketemu.
"Mas Rindu, Cha"
Acha merasa bingung dengan ucapan Riyan. Tadi pagi mereka baru ketemu dan sekarang Riyan udah rindu?.
"Gombal" Acha gak percaya aja. Acha ngira kalau itu cuma gombalan Riyan.
__ADS_1
"Mas gak bohong, Cha. Mas rindu kamu."
"Udah udah. Mas mending mandi, biar Acha yang siapin baju dan juga makan malam buat kita"
"Mas mandi dulu sayang" sebelum pergi ke kamar mandi, Riyan sempat mengecup bibir Acha, singkat.
Acha tersenyum memegangi bibirnya setelah Riyan masuk ke kamar mandi. Cukup lama Acha berdiam di tempat dan tersadar kalau Ia belum nyiapin makanan buat Ia dan Riyan.
Acha pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan. Tapi, gak ada bahan makanan di kulkas. Hemm, Acha pergi lagi ke kamarnya.
Tujuh menit Acha menunggu Riyan di ranjang, akhirnya Riyan keluar dari kamar mandi. Riyan melihat Acha yang sedang memainkan hp.
"Belum, mas. Gak ada bahan makanan di kulkas. kita makan di luar yuk"
"Mas siap siap dulu, ya"
Beberapa menit kemudian, mereka keluar rumah untuk makan bersama. Mereka menaiki mobil milik Acha. Karena udah lama Acha gak naik mobilnya..
__ADS_1
Mereka mencari cafe terdekat. Ada sih, banyak maneh. Tapi, Acha gak mau. Acha maunya makan makanan yang dulu sering Ia makan, saat bersama Sahabat sahabatnya.
Setibanya di cafe, Acha dan Riyan langsung masuk ke cafe tersebut. Memilik tempat duduk dan tak lama kemudian ada pelayan cafe datang. Mereka 'pun memesan makanan.
Acha melihat sekeliling cafe dan mata Acha tertuju pada sekelompok orang yang Acha kenal. Orang orang itu adalah sahabat Acha dan Riyan.
Acha bertanya pada dirinya sendiri. Kenapa mereka gak ngajak aku dan mas Riyan?.
"Yank" Riyan memegang tangan Acha karena Acha melamun. Itu sih yang Riyan liat. Padahal kan Acha gak melamun tapi, liat sahabat sahabatnya kumpul tanpa Ia dan Riyan.
"Gak apa, Mas. Mas liat deh, itu bukannya sahabat sahabat kita ya, mas" Acha gak nunjuk tapi mata Acha tak lepas dari sahabat sahabatnya. Dan yang bikin Acha bingung itu ada Danial di antara mereka. Bukannya Danial gak ikut grup mereka?. Lalu, kenapa Danial bisa ikut ke cafe yang biasa mereka tempati.
Apa dulu Danial itu ikut grup Riyan? tapi, karena ada masalah dengan Iqbal, Danial memutuskan pergi?
Atau Danial baru aja gabung dengan grup Riyan? Tapi, kenapa Riyan gak bilang?
"Lho, Cha. Kok ada Danial?" nah lho. Riyan tanya ke Acha. Padahal Acha sendiri juga gak tau kenapa Danial ikut.
__ADS_1
🌊🌊🌊🌊🌊🌊
💝Jum'at, 15 Januari 2021💝