
Saat ini Acha baru pulang dari cafe. karena, Acha ada janjian sama sepupu nya. Saat Acha mau membuka pintu terdengar suara orang yang berbicara serius, Acha tidak memperdulikan itu semua karena bagi Acha, mereka Cuma bicarakan hal yang tidak penting tapi saat Acha ingin mendorong pintu tersebut ada suara suara yang membuat Acha menghentikan niatnya untuk masuk.
“Aku iklas kok Yan, kalau Acha sama loe! gue percaya sama sahabat gue”. ucap Iqbal
“Loe yakin Bal tapi apa Acha bisa cinta gue secepat itu”. ucap Riyan ragu
“Mama dan Papa punya ide Yan tapi kalau kamu mau ngejalaninya ya”. ucap Ryana
“Maksud Mama?”. ucap Riyan
“Mama Papa Mami dan Papi udah sepakat kalau kita akan memberi Acha minum”. ucap Andri
“Maksud Papa? Gak Pa Riyan gak mau. lagi pula Riyan gak mau maksa kehendak Ma Pa dan Riyan juga mau ngelakuin itu dengan iklas dan penuh cinta”. ucap Riyan
“Tapi Bang, yang mereka bicarakan ada bener nya juga loh Bang! Bisa aja kan kalau Acha hamil, Acha gak akan ninggalin loe”. ucap Aryan
“Iya Yan, gue juga setuju kalau loe ngelakuiin itu dan gue gak mau kalau sampai Acha pergi lagi dari gue. dari rumah ini”. ucap Vika
“Emang gak ada acara lain selain ini?" Riyan emang sayang dan cinta sama Acha. Riyan juga ingin memiliki Acha sepenuhnya tapi bukan kayak gini caranya. Riyan hanya ingin memiliki Acha dengan satu kata yaitu Cinta. Cinta untuk Riyan dari Acha.
“Gak ada Yan, ini cara satu satu nya agar Acha bisa sama kita terus, gue iklas kalau loe yang menjaga Acha dan gue juga udah jadian kok sama Tiara, jadi loe tenang aja gue gak akan benci sama loe”. ucap Iqbal
“Kasih gue.....”. ucap Riyan terpotong karena mendengar suara Acha yang mengucap salam.
🌊🌊🌊
Acha mendengar dengan jelas yang yang mereka ucapkan. Rencana mereka yang ingin menjebak Acha dan Acha pun langsung menghubungi sepupu dan kakak laki lakinya.
Sepupu dan kakak nya gak nyangka kalau orang tua nya terlibat dan bahkan dalang di balik rencana yang mereka buat untuk Acha. Orang tua kandungnya tega melakukan hal yang gak seharusnya mereka lakukan.
Orang tua yang seharusnya mencontoh kan hak yang baik tapi gak dengan orang tuanya. Orang tua nya dan mertuanya sama aja. sama sama mementingkan dirinya sendiri. Egois.
__ADS_1
Enggak, ini gak bisa di biarin. Acha harus bertindak.
Bisa aja Acha kabur saat ini juga setelah mendengar pembicaraan orangtua dan sahabat sahabatnya tapi enggak. Acha harus bikin mereka semua meminta maaf karena telah Egois. mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan Acha.
🌊🌊🌊
“Assalamu’alaikum”. ucap Acha sambil mengetuk pintu
“Loh kok ada kalian sih disini? Kenapa gak bilang sama Acha kalau mau kesini”. tanya Acha saat melihat sahabat sahabatnya ada di rumah nya
“Eh iya Cha, kita baru aja sampai kok! Ini aku pegang hp mau ngabarin kmu, Cha”. Ucap Eva
“Ouh, yaudah aku tinggal gapapa kan! Aku mau istirahat capek baget hari ini”. ucap Acha
“Iya Cha, kamu istirahat aja, kita masih lama kok disini, nanti kalau kamu mau gabung, gabung aja”. ucap Tiara
“Yaudah aku ke kamar ya, bye”. ucap Acha lalu pergi
“Tadi Acha denger gak ya?”. ucap Vika
“Iya kelihatan tadi Acha biasa aja seperti gak ada apa-apa”. timpal Iqbal
“Yaudah mending sekarang gue pergi check Acha, nanti kalau Acha belum tidur kita gak usah bicaraiin hal ini disini”. ucap Vika
“Yaudah Vik, nanti kamu kasih kabar ke kita ya”. ucap Eva dan diangguki Vika
Vika pergi ke kamar Acha untuk mengechek apakah Acha sudah tidur atau belum. Dan sesampainya Vika di depan kamar Acha, Vika mendengarkan Acha sedang telfonan dengan seseorang. Lalu Vika pun mendengarkan semua pembicaraan Acha tepat disaat Acha berbicara.
“Aku mau ikut kak Lian ke London, Acha gak mau disini sendiri kak, Mami Papi dan kak Vika gak peduli perasaan Acha, lebih baik Acha ikut kak Lia aja ke London”. ucap Acha nangis
“Yaudah kamu disana baik-baik ya, kakak akan suruh Abang buat jemput Acha”. ucap Aliano
__ADS_1
“Yaudah kak, Acha mau tidur dulu ya! Acha udah capek dari tadi nangis terus”
“Iya sayang, met bobok cantik!! Tidur yang nyenyak ya”
“Iya kak, Assalamu’alaikum”. ucap Acha lalu tidur
“Apa jadi Acha mau pergi ke London, ini gak bisa di biarin, Acha gak boleh pergi lagi”. Batin Vika lalu pergi dan memberitahu ke keluarga
“Vika, kenapa muka lo pucat banget. ada apa Vik”. tanya Eva
“Acha guys Acha”. ucap Vika
“Acha? Acha kenapa Vik? Acha baik-baik aja kan?”. tanya Riyan ke Vika. Ia khawatir dengan kondisi Acha.
“Acha mau pergi ke London dan tadi gue dengar Lian mau suruh orang buat jemput Acha”
“Gak gak boleh Acha gak boleh pergi dari gue! gue udah terlanjut cinta sama Acha”
“Yaudah Yan, salah satu jalan loe harus ikutin rencana kita”. ucap Andri
“Iya Pa, Riyan mau lakuin itu dan lebih cepat lebih baik! Karena Riyan gak mau kehilangan Acha,”. ucap Riyan
“Yaudah gimana kalau minggu besok! Kita kumpul-kumpul dan nanti kita.......”. ucap Iqbal
“oke kita setuju”. Ucap Semua
rencana nya saat mereka sedang di tempat karaoke ya guys, itu aku singkat karena gak mungkin aku nulis dari awal lagi
“Kalian emang jahat sama gue! Mami, Papi, kak Vika, kak Iqbal, semua sama aja gak ada yang ngertiin Acha! Dan Cuma Abang sama kak Lian aja yang ngertiin Acha! Tapi lihat aja Acha, Abang sama kak Lian akan membalas kalian karena kalian udah memaksa Acha untuk menikah dan sekarang kalian memaksa Acha untuk melakukan itu! melakukan hal yang gak seharusnya terjadi, karena gue gak Cinta sama Kak Riyan. lihat aja kalian akan meminta maaf ke gue karena kalian udah ngelakuin itu ke gue” batin Acha. Acha mengintip di dekat tangga jadi Acha bisa mendengarkan semua yang mereka bicarakan.
“iya Dek, Abang sama Lian akan membantu Acha kok, karena kita sayang sama kamu, Dek”. ucap Abang
__ADS_1
“Yaudah Bang, udahan dulu ya!! Assalamu’alaikum Abang, Kak Lian”. ucap Acha lalu menutup telepon
Tadi Acha pura-pura tidur karena itu bagian dari rencana Acha ya agar Vika masuk ke rencana yang Acha buat