
Sore harinya. Acha meminta ijin ke Riyan untuk pergi ruang keluarga. Acha tuh bosen banget di kamar terus. Makannya Acha minta ijin ke Riyan untuk ke ruang keluarga. Gimana gak bosen kalau Acha di kamar tuh cuma tiduran aja. Main hp dan lain sebagainya yang membosankan.
Jadi, di sinilah sekarang. Acha dan Riyan berada di ruang keluarga. Acha sedang menonton tv sambil memakan buah buahan. Itu suruhan Riyan ya. Acha mah inginnya makanan ringan tapi, Riyan gak bolehin Acha. Mau gak mau Acha harus makan tuh buah buahan.
"Mas"
"Hem" Riyan cuma berdehem. Riyan tuh fokus ke acara yang ada di tv.
"Iss, fokus banget sih, sampe gue di cuekin. sebel sebel sebel" Acha ngedumel terus tuh karena Riyan gak cuma dehem aja saat Acha panggil.
"Ngomong apa, Yank" Riyan denger Acha ngedumel tapi, gak tau yang di omongin Acha.
"Gak" ketus tuh nada Acha. Ketara banget kalau Acha tuh lagi kesel sama Riyan.
Riyan madep ke arah Acha. Membawa tubuh Acha kepelukan'nya. Lalu, bilang "Yank, mas sayang sama kamu, sayang banget malah. Kamu tau itu. Kenapa" Riyan bertanya ke Acha kenapa Acha berbeda. Riyan tau ada yang Acha sembunyiin.
"Kenapa mas nyuekin aku" Riyan masih memeluk Acha. Sambil mengelus lengan tangan Acha.
"Mas gak nyuekin kamu. Kamu kenapa mikir gitu"
"Gapapa, mas"
Tiba tiba Hp Riyan berbunyi. Pertanda ada telepon WhatsApp masuk dan ternyata dari Iqbal. Riyan melepas pelukan Acha lalu, menerima telepon dari Iqbal.
π¨β𦳠Assalamu'alaikum Riy, Syukurlah lo ngangkat telepon gue
π¨βπ¦° Wa'alaikumsalam Bal, emang kenapa?
π¨β𦳠Gak Riy, gue kira lo gak bakal ngangkat telepon gue.
*****Perkataan***** Iqbal yang membuat Riyan bingung. Maksud Iqbal itu apa? Riyan dan Iqbal gak ada masalah. Terus kenapa Iqbal mikir Riyan gak bakal ngangkat telepon dari Iqbal?
π¨βπ¦° Emang kenapa, Bal? emang gue ada masalah apa sampe gue gak bakal ngangkat telepon dari, lo?
__ADS_1
π¨β𦳠Gue gak tau Riy. Aryan dan Rafa gak ngangkat telpon dari gue ataupun balas pesan dari gue. Gue gak tau gue salah apa sama mereka. Ya maka itu gue kira, lo juga sama kayak mereka.
****Dari**** situ Riyan mikir. Kenapa Aryan dan Rafa gak ngangkat dan membalas chat dari Iqbal. Apa ini ada sangkut pautnya dari satu minggu yang lalu. Lebih tepatnya saat Riyan masuk rumah sakit.
π¨βπ¦° Gue gak tau apa masalah lo sama Mereka. Gini aja Bal, Gue akan ngumpulin kalian semua di basecamp. Kita bicarain apa masalah mereka sama lo.
π¨β𦳠Thank, Riy.
π¨βπ¦° Sama sama Bal. Udah ya Assalamu'alaikum
π¨β𦳠Wa'alaikumsalam Riy
"Kenapa, Mas" Acha melihat perubahan muka Riyan setelah menerima telepon dari seseorang yang gak Acha tau.
Riyan ingat kalau Acha pasti tau kenapa Aryan dan Rafa seperti musuhi Iqbal. Karena waktu itu kan Riyan yang pingsan.
"Yank"
"Mas mau tanya sesuatu ke kamu. Tapi, kamu jawab jujur ya"
Riyan menatap Acha dalam, sangat dalam. Acha yang di tatap Riyan menjadi salting atau salah tingkah, deh degan. Acha tuh deg degan karena mikir, pertanyaan apa yang akan di tanyakan Riyan sampai Riyan menatap Acha tuh dalem.
"Kamu tau kan, Yank. Kenapa Rafa dan Aryan musuhi Iqbal?"
Nah dari situ juga Acha mikir. Sejak kapan Kak Aryan dan kak Rafa musuhi kak Iqbal?. Acha rasa mereka gak ada masalah deh.
"Gak tau mas. Setau Acha mereka tuh baik baik aja. Kenapa mas tanya kek gitu"
"Beneran kamu gak tau apa apa soal mereka. Tadi tuh, Iqbal telepon mas....
Riyan menceritakan ke Acha soal tadi di telepon sama Iqbal.
"Mas" Acha langsung ingat kenapa Aryan dan Rafa musuhi Iqbal. Pasti ini karena Rafa dan Aryan tau kalau Iqbal masih mencintai Acha.
__ADS_1
Acha takut sih untuk bilang yang sebenarnya ke Riyan. Bilang, enggak, bilang, enggak. Acha bingung gimana cara nyampein nya ke Riyan. Acha takutnya Riyan tambah marah. Acha gak mau persahabatan mereka hancur. Acha ingin mempersatukan mereka lagi.
"Kenapa, Yank"
"Mas, kalian ngumpulnya di rumah aja ya. please"
"Bentar doank Yank. Masa gak boleh sih"
"Bodo, gak mau tau. Mas harus di rumah. Mas gak boleh pergi. Kalau mas pergi Acha marah sama mas"
"Lho Yank, kok gitu, sih"
"Mas gak bolehin aku keluar dan mas juga harus tanggung jawab donk. Mas harus disini nemenin aku. Kalau mas mau pergi sih gapapa deh. Tapi, jagan salahin Acha ya kalau Acha juga pergi"
Mendengar kata Pergi Riyan langsung memeluk Acha. Sungguh Riyan gak mau kehilangan Acha. Biarlah orang menyebut Riyan Bucin, budak cinta. Riyan gak masalah. karena kenyataannya Riyan gak mau jauh dari Acha.
"Ya udah. Suruh mereka kesini."
"Iya Iya, Yank" Riyan melepas pelukan dari Acha lalu mengambil hp nya. Membuka aplikasi WhatsApp lalu mengklik grup yang bertulisan Sahabatπ
...Sahabatπ...
^^^Gaes. kumpul di rumah gue sekarang^^^
Setelah menulis tulisan itu. Riyan langsung mematikan hpnya. Riyan gak mau ada jawaban atau kaya gak bisa dari salah satu antara Rafa atau Aryan.
Ehh tapi, Riyan baru ingat itu kan grup ada cewek nya. Lalu Riyan mengaktifkan hp nya lagi dan menulis Khusus Laki laki
πππππ
πSelasa, 02 Februari 2021π
__ADS_1