Cinta Acha

Cinta Acha
Untung Aja


__ADS_3

Riyan yang baru saja sampai di ruang makan heran karena melihat orang yang gak Ia kenal. Eh tunggu tunggu, kok Riyan kayak pernah liat ya punggung orang yang sedang membelakangi Riyan.


Orang yang membelakangi Riyan berputar menghadap Riyan. Riyan terkejut karena melihat Rendy ada di rumah Vino. Apa maksud ini semua? Apa Acha akan kembali lagi ke Rendy? Untung apa Rendy kesini? Apa ini soal Acha atau atau yang lainnya.


Riyan menatap Rendy tak suka. Acha bisa melihat itu dari mata Riyan. Acha ingin menghampiri Riyan tapi, gimana kalau Riyan liat ada Aliano disini?. Ini aja Acha bingung, dimana Aliano ngumpet.


"Eh, Yan. Lo Ngapain disini" Rendy gugup, Rendy ingin menghentikan keheningan di ruang itu tapi malas salah tanya.


"Gue, seharusnya gue yang nanya sama lo. Lo ngapain disini" Nah lho. Jawab apa donk. Rendy menunggu Mommy Ana atau Daddy Reza yang bilang. Tapi, kenapa gak jelasin ke Riyan kalau Rendy itu sudah Mommy anggap sebagai anak Mommy sendiri. gitu lho. itu maksud Rendy.


"Mom". Rendy manggil Ana.


"Eh iya, Riyan udah kenal Rendy dimana". Bukan itu yang Rendy ingin kan tapi jelasin kok. enggak.


"Mom". Rendy manggil Ana, lagi. semoga yang ini peka.


"Ih iya Yan. Ini Rendy sahabatnya Aliano. Rendy ini udah Mommy dan Daddy anggap sebagai anak Mommy Daddy sendiri. Kamu tau kan kalau Vino dan Aliano gak ada. Jadi, Mommy yang minta Rendy buat tinggal disini sama kita"


Huft Rendy, Acha dan Aliano menghela nafas. Aman. Untung Mommy Ana beri penjelasan yang tadi ia bilang.

__ADS_1


Jantung Acha dag dig dug. Takut Riyan liat Aliano. Acha memutar tubuhnya menghadap Aliano. Tapi, kemana Aliano? Acha gak liat Aliano.


"Udah udah, mending kita makan yuk. Kasihan tu Rendy kayak nya udah laper" ucap Daddy Reza


"Aku Dad. Aku yang laper Dad. Daddy jahat. Kalian enak enakan makan. Lha aku. Nasib nasib. gini amat sih jadi gue. Kenapa pakai ngumpet segala sih. Daddy juga, kenapa Daddy nyuruh aku ngumpet di bawah meja, sih" Aliano menggerutu gak jelas. marah marah ke semua orang. Laper uy. Dari tadi itu Aliano ingin makan tapi saat mau makan eh malah di suruh ngumpet.


"Duduk Yank" Riyan menuntun Acha untuk duduk. Tadi, Riyan liat Acha cuma bengong, entah apa yang Acha pikirkan Riyan gak tau.


"Kak Lian mana" batin Acha


🌊🌊🌊


Tink


Aliano punya ide. Tangan Aliano mulai usil. Entah apa yang Aliano lakukan tapi, itu membuat Acha risih. Karena risih, Acha melihat ke bawah.


"Kakak laper Dek. Bagi makan donk. Gak kasihan apa sama kakak" Aliano mengucapkan kalimat tersebut tanpa suara.


"Tunggu" Acha juga mengucapkan tanpa suara.

__ADS_1


Acha mengambil dua helai roti tawar dan Acha memberi selai coklat, kesukaan Aliano. Tapi, Riyan menghentikan tangan Acha uang ingin mengoleskan selai ke roti.


"Sayang, bukannya kamu gak suka selai coklat"


Nah, iya juga ya. Lalu, Ia harus jawab apa?.


"Oh ini. Em ini buat Bang Rendy. Iya kan Bang" mendengar hal itu Riyan kesal. Tapi, Ia tutupi. Riyan harus berpikir kalau mereka cuma saudara. Maksudnya mereka itu cuma sebatas kakak beradik enggak lebih. Mungkin Acha ingat kalau Rendy itu sahabatnya Aliano. Jadi, gapapa donk.


"Em. Mas, boleh buatin aku jus anggur. Kayaknya aku ingin minum jus anggur deh, Mas"


"Baiklah sayang, mas ke dapur dulu ya"


Setelah Riyan pergi ke dapur. Dengan cepat Acha mengoleskan selai ke roti lalu, memberikan ke Aliano.


Setelah menerima roti buatan Acha, Aliano langsung pamit.


"Mom, Dad. aku pergi dulu. Ada urusan"


"Makasih dek" Aliano mencium singkat pipi Acha lalu, "Bang gue pergi dulu" setelah itu Aliano pergi entah kemana. Mungkin pergi dengan Nadia.

__ADS_1


Tak selang waktu lama, Riyan datang membawa jus pesanan Acha.


__ADS_2