
“Aku tau orang nya, kita kenal kok orang nya, bahkan orangnya tau dimana rumah kita dan siapa aja keluarga kita”. ucap Aryan yang membuat Eva dan Iqbal kaget
“Maksud kamu siapa Ar?”. tanya Rafa ke Aryan
“Rendy”. ucap Aryan
“Rendy? Rendy itu siapa sih? Kayaknya aku gak kenal deh sama Rendy”. ucap Rara
“Rendy itu adalah seorang Dokter muda yang menyayangi Acha dan Rendy adalah teman Aliano dari London”. ucap Riyan yang menuruni anak tangga karena Riyan ingin pergi ke Rumah Sakit untuk mencari Acha tentang Rendy
“Rendy? Nama itu kayak gak asing deh di telinga Mami tapi siapa ya??”. ucap Putri mengingat siapa itu Rendy.
“Papi juga gitu Mi, kayaknya Papi pernah denger deh nama itu, tapi dimana yha?. ucap Aris yang ikut mengingat siapa itu Rendy sebenarnya
“Rendy? Kayak nya gak ada deh Pi, kalau Vino mungkin Iya karena Vino itu anak mz Reza dan mb Ana”. Ucap Putri
“Gak mungkin deh Mi, kalau itu Vino, mungkin ada kali temen Lian yang mananya Rendy di London”. ucap Aris
“Riyan, kamu mau kemana sayang, kok udah rapi aja sih?”. ucap Ryana
Bukannya menjawab Riyan malah pergi tanpa bicara sepatah katapun. Lalu mereka semua diam karena mereka tau sikap Riyan itu karena Riyan marah, kecewa dan apalah itu yang jelah Riyan enggan untuk berbicara ke semua orang.
“gue yakin kalau Riyan tau gue orang yg udah membantu Acha dan Rendy pergi, pasti Riyan akan marah besar ke gue, dan gue bisa di keluarin dari persahabatan ini. Gue harus hati hati agar Riyan gak tau kalau gue, orang yang ikut andil dalam perginya Acha dan gue harus main cantik biar Riyan gak tau kalau gue dan Acha udah jadial lagi”. Batin Iqbal yang melihat Riyan pergi.
🌊🌊🌊
satu hari setelah Acha pergi dari kehidupannya keluarganya. Iqbal menghubungi Acha menggunakan nomer telepon keluarga Adhiv, karena Iqbal tau kalau hp Acha masih gak aktif sampai sekarang.
Iqbal menelpon untuk meminta nomer hp Acha yang baru, sebenarnya bukan baru sih tapi emang Acha mempunyai dua nomer, yaitu yang pertama di Indonesia dan yang kedua di London. Tetapi, nomer Iqbal saat ini masih di blok oleh Acha, makannya Iqbal menelpon rumah keluarga Adhiv. Dan tepat, karena yang menerima telepon itu Acha. Disaat itu Vino dan Reza sedang bekerja. Aliano ada kelas dan Ana ada di taman belakang.
__ADS_1
Setalah Acha membuka blokiran nomer Iqbal, Iqbal menguhubungi Acha.
"Assalamu'alaikum Cha, kakak kangen sama kamu" ucap Iqbal saat tersambung ke telepon.
"Waalaikumsalam kak, Acha juga kangen sama kak Iqbal" ucap Acha dengan spontan dan Iqbal senang mendengar itu dari mulut Acha. sedangkan Acha, mikir apa yang baru saja Ia ucapkan?
"Cha, sorry masalah kemarin. kemarin itu kakak bener bener gak tau harus berbuat apa. waktu itu yang kakak pikirkan kebahagiaan kamu, tapi sekarang kakak sadar kalau kamu gak bahagia sama Riyan"
"Hem, udah" ucap Acha datar
"Cha, kakak masih sayang Cha, sama kamu. Cha kita balikan ya"
Mendengar ajakan balikan Iqbal, Acha kembali diam, Acha binging harus jawab apa?
"Cha"panggil Iqbal ke Acha, karena Acha hanya diam.
Iqbal yang sekarang diam, Ia tau ini akan terjadi tapi kenapa secepat ini? Ia kira Acha belum mencintai Riyan, tapi?
"Cha, kakak gak mau kehilangan kamu, lagi. aku mau balikan lagi sama kamu, Cha. aku gak peduli status kamu dan soal sayang? yang jelas aku sayang sama kamu, bahkan aku cinta sama kamu, Cha"
"Kak, gimana sama Tiara"
"Kakak pacaran sama Tiara itu karena kakak gak tega liat Tiara sedih terus Cha, karena putus dari Riyan. Cha kakak tau ini salah tapi kakak mau kita kayak dulu lagi Cha. bisa kan"
Acha masih sayang dan cinta sama Iqbal tapi sayang dan cinta itu berkurang karena adanya Riyan. Bagaimana ini? apa yang harus Acha lakuin?
"Kak, aku mau pacaran sama kak Iqbal"
" Yess yang benar Cha" ucap Iqbal bahagia
__ADS_1
"Iya kak, tapi kita hanya sebatas selingkuhan. Acha gak mau sampai ada orang yang tau kalau kita masih ada hubungan"
Iqbal sebenarnya gak mau, Iqbal ingin seperti dulu bukan sekarang. Dulu mereka bisa bermesraan di depan semua tapi sekarang, hanya selingkuhan? tapi bagi Iqbal itu Acha. Iqbal senang saat Acha masih menyayangi dan mencintai Iqbal.
"Gapapa sayang, aku gapapa asal kita masih bersama"
Acha bahagia tapi juga merasa bersalah. enggak ini bukan salahnya ini salah mereka yang udah misahin Acha dan Iqbal. kalau gak ada rencana gila itu pasti Acha masih bersama Iqbal tanpa Riyan.
Acha sayang sama Riyan tapi gak sebesar sayang Acha ke Iqbal. Acha menyayangi bahkan mencintai Iqbal, jadi Acha lebih memilih Iqbal daripada Riyan. Seharusnya sekarang Acha dan Iqbal bersama tanpa ada rasa bersalah seperti sekarang. Dan ini semua karena rencana gila itu.
Acha milih Iqbal Karena bagaimanapun Iqbal itu cinta petamanya Acha dan dulu saat Acha tau kalau Iqbal ikut andil dalam rencana gila itu, Acha marah. Tapi saat Acha berada jauh dari Iqbal, Acha merasa sedih.
Semoga aja Ia dan Iqbal bahagia, Semoga Ia dan Iqbal bisa seperti dulu lagi ya walaupun sekarang ini mereka menjalin hubungan dengan bernamakan AFFAIR
🌊🌊🌊
Hening hening hening, hening kni keadaan di rumah Andriyan karena mereka sedang memikirkan bagaimna cara nya mereka menemukan keberadaan Acha dan Rendy. Disaat mereka sedang bingung gimana cara mereka menemukan Acha, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk Pintu. Lalu Ryana pergi untuk membuka pintu dan ada orang yang mencari keberadaannya.
“Maaf apa ini rumah ibu Ryana dari keluarga Andriyan?”. tanya seseorang itu
“Iya saya sendiri, ada apa yha?"
“Saya hanya mengantar surat ini buat ibu Ryana”. Ucp orang itu memberikan surat yang berwarna Coklat itu lalu pergi
Di luar surat itu ada surat kecil berwarna Biru dan Ryana langsung membukanya, isi surat biru itu...
“Anda mau tau dmna menantu anda sekarang? Kalau anda mau tau dimana menantu anda sekarang, saya mau anda membaca surat yang ada di dalam ini hanya sendiri, tanpa ada orang yang tau akan maslah ini”
Itulah isi surat biru tersebut lalu Ryana kembali ke dalam dan menyembunyikan surat itu dari semuanya.
__ADS_1