
Sekarang Acha sudah berada di rumah. Rumahnya dengan Riyan. Acha sedang duduk di ranjang sambil membaca buku. Sedangkan Riyan ada di dapur menyiapkan makanan buat Ia dan Acha.
Tadi sih, sebenarnya Acha yang ingin menyiapkan makanan tapi, Riyan gak ngijinin Acha buat masak. Riyan gak mau aja Acha kecapean.
Riyan membawa makan ke kamar mereka. Riyan ingat perkataan Rendy yang mengatakan kalau Acha gak boleh kecapean. Acha harus istirahat total. Jadi, Riyan berinisiatif buat memasak dan membawa makanannya ke kamar.
Tadi, dengan sengaja Riyan gak nutup tu pintunya. Karena, Kalau Riyan nutup tu pintu, Riyan akan kesulitan sendiri bawa makanannya. Jadi, Riyan gak nutup pintunya. Dan sekarang Riyan langsung masuk ke kamar.
Di kamar, Acha masih sibuk membawa buku. Entah buku apa, Acha gak tau karena kalau di lihat memang Acha membaca buku tapi, pikiran Acha gak ada di buku. Acha sedang memikirkan sesuatu.
"Yank" Riyan menaruh makanan dan minumannya di meja samping tempat tidur. Riyan memanggil Acha tapi, Acha gak nyaut.
Riyan tau nya Acha sedang membaca buku. Karena mata Acha menatap buku.
"Baca apa, sih Yank. Sampe mas di cuekin"
"Eh, mas Riyan" Acha kaget saat Riyan mengambil buku yang pegang.
Novel romantis. Riyan sempet membaca dikit di halaman yang Acha buka. Yang menampakkan hal romantis.
Riyan tersenyum membaca isi buku itu. Riyan mikir apa istrinya itu ingin hal hal yang romantis, seperti yang ada di buku itu?.
"Mas udah selesai. Sejak kapan?" rupanya istrinya itu gak tau kalau Ia sudah beberapa menit yang lalu berada di kamar. Bahkan tadi Ia udah memanggil Acha tapi, gak ada sautan dari Acha.
"Baru aja. Kamu makan ya, ma yang suapin"
"Emm, mas. Kita makan sendiri sendiri aja. Kalau mas Riyan suapi aku, mas gak makan donk"
Riyan tersenyum. Riyan bahagia Acha memperhatikannya.
Dengan hal hal yang gak Acha duga bisa membuat Riyan bahagia.
"Mas suap'in kamu, dulu. Nanti mas makan setelah kamu" Riyan mulai menyuapi Acha dan Acha menerima suapan dari Riyan
Entah kenapa Acha bahagia Riyan bisa menyapinya. Acha tersenyum melupakan sejenak apa yang Acha pikirkan tadi.
__ADS_1
"Mas juga harus makan" Acha mengambil piring Riyan, lalu ikut menyuapi Riyan. Mereka saling menyuapi.
Setelah selesai makan. Riyan ke dapur untuk mencuci piring bekas makanan mereka. Gak sampe 10 menit Riyan kembali ke kamar. Dan mengambil vitamin Acha yang ada di tas nya.
Riyan mengambil vitamin Acha tapi, Riyan seperti ragu kalau itu vitaminnya. Bukan apa apa tapi, vitamin yang ini beda dari yang dulu.
Apa bener ini vitamin Acha?
Apa Rendy gak salah ngasih vitamin?
"Mas, kenapa" Acha melihat Riyan yang menatap vitamin Acha. Acha cuma bingung kenapa Riyan natap vitamin itu dalem banget. Apa ada masalah sama vitaminnya atau ada yang lain?.
Riyan berjalan ke arah Acha. Riyan duduk di samping Acha duduk. Lalu, Riyan memperlihatkan vitamin yang Rendy berikan untuk Acha.
"Yank, ini kok vitaminnya beda ya" Riyan memperlihatkan vitamin Acha yang ada di dalam kotak obat.
Acha kaget saat melihat obatnya ada di tangan Riyan. Tapi, Acha juga bingung kenapa Rendy memberikan obat itu ke Acha. Acha sedang mengandung. Gak baik buat kandungan Acha. Karena obat itu obat keras.
Acha mengambil kotak obat itu. Meneliti baik baik. Seperti ada yang beda tapi, apa?. bentuknya sama tapi, warnanya beda. Beda tipis sih dari yang dulu. Terus Acha mikir, kalau itu obat jantung kenapa cuma satu. Biasanya kan lebih dari satu. Bisa tiga atau empat butir per minum. Tapi, ini? kenapa cuma satu?.
Acha mengambil hp nya yang ada di nakas. melihat siapa yang mengirim pesan ke Acha.
Bang Rendy
Nama itu yang tertera di layar hp Acha. Lalu Acha membuka isi pesan dari Rendy.
...Bang Rendy...
Dek
Waktunya minum obat
Gak usah kaget sama obat nya ya
Itu obat jantung kamu
__ADS_1
Obat itu pas buat kamu dan gak bahayain kandungan kamu
Gak usah bingung, Abang gak mungkin nyelakain kamu dan keponakan Abang
^^^Beneran Bang^^^
^^^Maksih Bang. Tambah syang deh sama Bang Vinoπ^^^
Iya Sayang. Abang yang racik obat itu. Jadi kamu gak perlu khawatir. Cepet minum obatnya. Bang gak mau ya kalau tau kamu sakit.
Sehat sehat ya sayang, See you
^^^Thank you, Bangππ. Siap laksanakan^^^
^^^See you too, Abang sayang^^^
Acha mengambalikan hp nya ke atas nakas.
"Mas, ambilin minum donk" minuman itu ada di nakas deket Riyan bukan di deket Acha. Jadi, Acha minta tolong deh ke Riyan.
"Mas gak yakin Yank, ini beneran Vitamin kamu atau bukan. bisa aja kan ketuker" Riyan gak yakin aja sama vitamin nya. Karena vitamin itu buka yang biasanya. Riyan gak mau kalau itu bukan vitamin Acha. Riyan takutnya Rendy salah beri vitamin itu.
"Mas Riyan gak usah khawatir. Tadi, bang Rendy udah bilang ke aku. Memang itu bukan vitamin yang biasa aku minum. Mungkin karena kondisi aku yang lagi sakit dan kandungan ku yang masih lemah. Bang Rendy beri vitamin yang beda. Mungkin vitamin itu menambah daya tahan Acha dan bayi kita, Mas" Acha menjelaskannya agar Riyan gak tanya tanya dan ujung ujungnya Acha yang bingung harus jawab apa.
"Ya udah, ni" Riyan memberikan air putih yang ada di nakas ke Acha. Acha menerima gelas itu dan langsung meminumnya dengan obat yang udah ada di tangan Acha.
"Udah, Kamu istirahat ya Yank. Mas ke
"Mas temenin Acha. gak mau tau" Acha langsung memeluk Riyan. Mungkin karena efek obat itu, Acha mengantuk dan langsung tidur.
ππππππ
__ADS_1
πSenin, 01 Februari 2021π