
Sedangkan di dalam ruang IGD, tepatnya di brankar Acha, Vino sedang memeriksa Acha. Melihat kondisi Acha yang tiba tiba down membuat Vino berpikir yang enggak enggak.
Beberapa saat Vino memeriksa Acha, kondisi Acha masih sama. Semakin membuat Vino takut. Apalagi saat mendengar jantung Acha lemah.
"Jantung pasien lemah donk" blank. Vino semakin panik saat mengetahui jantung Acha lemah. Tapi, dengan sekuat hati Vino mencoba memberikan terbaik buat kesembuhan Acha.
Setelah selesai memeriksa Acha dan Vino gagal. Bukan gagal sih, karena kondisi Acha yang sama, gak berubah. Jantung Acha masih lemah dan Vino gak tau harus berbuat apa.
"Bisa tinggalkan saya sus"
"Baik Dok" suster yang menemani Vino di dalam 'pun pergi.
Sekarang hanya tinggal Acha dan Vino. Vino duduk di kursi samping Acha. Perlahan tangan Vino memegang tangan Acha yang tanpa infus.
"Dek, ini Abang. Abang disini, Dek. Jangan tingal'in Abang. Kamu janji 'kan dek sama Abang. Kalau kamu gak akan ninggalin Abang. Abang sayang sama kamu, Dek. Bangun. Jangan buat Abang takut. Takut kamu pergi"
🌊🌊🌊
Di sisi lain. Tepatnya brankar yang Riyan tempati. Riyan udah sadar dari pingsannya. Dokter yang menangani Riyan itu adalah Lia, sahabat Vino. Lia sengaja menunggu Riyan bangun karena permintaan Vino.
Riyan mengejapkan matanya menyesuaikan kondisi di sekelilingnya. Riyan melihat dokter yang dulu menangani Acha. Lia, ya. Riyan ke ingat kalau dokter yang di hadapannya ini adalah dokter Lia.
"Dokter" Riyan memanggil Lia. Lia yang merasa ada yabg manggil menoleh ke arah Riyan. Lalu, berjalan menghampiri Riyan.
"Udah baik 'kan?"
Riyan mengangguk dan bertanya "Saya kenapa Dok?"
"Tadi kamu pingsan dan
__ADS_1
"Acha dimana" belum sempat Lia menjawab pertanyaan Riyan. Riyan terlebih dulu bertanya dimana Acha. Entahlah, perasaan Riyan gak enak. Seakan mengatakan ada sesuatu kepada Acha. Tapi, sesuatu itu apa, Riyan gak tau.
Lia gak jawab. Karena memang Lia gak tau dimana Acha. Tadi, terakhir Ia melihat Acha ada di luar ruangan. Mungkin masih di luar. pikir Lia.
"Di luar. Kamu istirahat, ya"
"Saya baik baik aja, Dok"
"Tapi, kondisi kamu masih lemah. Istirahat dulu aja. Saya pergi dulu"
Lia pergi setelah Riyan menutup mata. Riyan hanya menutup mata bukan tidur. Tapi, tak selang waktu lama Riyan mendengar suara yang pernah Riyan dengar. Suara itu, kalau gak salah suara Rendy. Ya, coba deh Riyan dengerin lagi. Siapa tau salah.
Dan bener aja. Riyan gak salah. Suara itu adalah suara Rendy, Sahabat Aliano.
Riyan mendengarkan apa yang Rendy ucapkan kepada seseorang yang gak Riyan tau. Tapi, dari perkataan Rendy yang Riyan denger kalau Rendy menyebut dirinya dengan sebutan, Bang. Yang artinya Rendy itu kakaknya. Apa adiknya Rendy sedang sakit? Lah, bukannya Rendy udah gak punya keluarga. Makannya Mommy Ana dan Daddy Reza menganggap Rendy itu sebagai anaknya sendiri? Apa Rendyrm bohong? apa sebenarnya Rendy masih mempunyai keluarga?
🌊🌊🌊
Gak mungkin Ia lakuin itu. Lalu, sekarang Vino harus gimana?.
Vino melepas tangannya yang menggenggam tangan Acha. Menghapus air matanya yang turun lalu, berdiri keluar dari ruang IGD.
Vino akan mencoba memberi Acha obat dosis rendah. Semoga aja ada perubahan pada tubuh Acha.
Vino membuka pintu IGD dan nampaklah Vika, Aryan dan dua sahabat Vika yang gak Vino tau namanya.
"Bang, gimana keadaan Acha" Vika bertanya ke Vino. Walau mereka jarang ketemu tapi, saat Vika vidio call dengan Acha, Vino juga ikut walau jarang. Tapi, kan tetap aja Vika tau muka Vino.
"Gak ada pilihan lain, Dek" maksudnya. Vika gak paham sama ucapan Vino.
__ADS_1
"Kamu gak perlu tau. Yang jelas kondisi Acha saat ini buruk. Acha harus istirahat total. Abang gak tau harus gimana. Untuk menyelamatkan keduanya" Vino gak jelasin apa penyakit Acha. Yang jelas Acha itu lemah.
"Maksudnya gimana, Bang". Vika masih gak paham arah omongan Vino.
Belum juga Vino menjawab. Sudah ada suara yang membuat Vino kesal semakin marah. "Gitu aja lemah" suara itu. kalian tau lah itu suara siapa. nah, siapa lagi kalau bukan Tiara.
"Puas Lo. Lo puas udah bikin Acha terbaring di brankar. sahabat macam apa lo yang udah bikin sahabatnya sakit" Vino masih menahan amarahnya karena Vino ingat kalau sekarang ini mereka sedang ada di rumah sakit. Kalau aja bukan di rumah sakit. Mungkin Vino udah marah marah ke Tiara. Marah cuma omongan bukan kekerasan.
"Gue? Puas? enggak. Gue belum puas sebelum Acha rasain apa yang gue rasain. Tunggu aja saat orang yang Acha cintai malah mencintai orang lain. Gue Tiara orang yang paling benci Acha. Gue akan rebut kak Iqbal dan kak Riyan dari Acha. ingat kata kata gue"
Setelah mengucap kata kata itu, Tiara ingin melepaskan genggam yang kuat dari tangan Aryan dan Rafa tapi, niat itu terhenti karena mereka mendengar suara barang atau orang atau apalah itu yang jatuh.
Mereka melihat ke sumber suara. Mereka terkejut melihat Riyan yang sudah duduk lemas di tengah pintu ruang IGD.
Apa Riyan mendengar apa yang Vino ucapkan tadi? soal kondisi Acha atau omongan Vino ke Tiara?.
"Lakukan yang terbaik buat istri gue, Ren. Gue gak mau kehilangan Acha"
Ya, memang Riyan mendengar apa yang Vino ucapkan. Bahwa, kondisi Acha lemah. Apalagi tadi Vino menyebutkan 'Menyelamatkan keduanya' kata kata itu yang membuat pikiran Riyan negatif. Riyan berpikir kalau Acha atau bayi nya gak bisa di selamat'in dan akhirnya Riyan memilih Acha.
Bukan cuma itu aja. Riyan juga mendengar apa uang dikatakan Tiara. Jadi, Tiara yang udah membuat Acha jadi gini? Tapi, kenapa? kenapa Tiara lakuin hal itu? Lalu, apa yang Tiara lakuin sampai membuat Acha down. sangat down.
Dan Selanjutnya kata yang membuat Riyan gak habis pikir kepada Tiara bahwa Tiara akan merebut Ia dan Iqbal dari Acha. Apa maksud dari ucapan Tiara? Bukannya Tiara dan Iqbal itu pacaran? Lalu, kenapa harus merebut Iqbal dari Acha? Apa Acha dan Iqbal masih punya hubungan?. Atau Tiara cuma cemburu melihat Acha gak Iqbal saat bersama. Seperti beberapa waktu yang lalu saat mereka berjalan jalan bersama kecuali Danial. Karena waktu itu Iqbal dan Danial belum baikkan.
"Lakukan Ren. Gue ikhlas kalau harus kehilangan Babynya"
"Gue usahain Riy. gue ke ruangan gue dulu. Gue usahain buat keduanya selamat tapi, kita serahin sama yang di Atas. semoga anak dan istri lo bisa selama"
Setelah mengucapkan kata kata itu, Vino pergi ke ruangannya. Sedangkan Tiara udah pergi setelah mereka kaget saat mendengar Suara jatuh dan membuat Aryan dan Rafa reflek melepaskan genggaman dari pergelangan tangan Tiara.
__ADS_1
🌊🌊🌊🌊🌊🌊
💝Sabtu, 23 Januari 2021💝