
“Masih banyak yang sayang sama kamu kok, Cha”. Mommy Ana yang baru datang.
“Mommy”. Acha memeluk Mommy Ana. Acha menangis lagi, di pelukan Mommy Ana dan membuat Mommy Ana ikutan menangis
“Udah, Acha gak boleh nangis, masa anak kesayangan Mommy nangis sih”. Ana melepas pelukan Acha. Menangkup wajah Acha lalu menghapus air mata Acha.
“Abang pernah bilang sama Mommy, kata Abang, Mommy harus menjaga Acha dan jangan biar kan Acha nangis Mom, karena Abang gak suka lihat air mata Acha keluar. Itu pesan terakhir Abang, Dek. jadi Mommy mau Acha senyum seperti dulu ya”. ucap Ana
“kak Lian juga bilang ke Daddy, Dek. kalau, Dad, Lian titip Acha ya, bahagiain Acha, jangan bikin Acha sedih apalagi saat Lian gak ada, Daddy harus janji ke Liam kalau Daddy akan tinggal lagi di Indonesia setelah Lian pergi! itu Dek, itu pesan terakhir Aliano buat Daddy dan mulai hari ini sampai seterusnya Mommy and Daddy akan tinggal di Indonesia di rumah Vino”. ucap Reza
“Makasih Mommy and Daddy, Acha bahagia banget bisa punya ortu seperti kalian yang sayang sama Acha, dan lagi kalian menganggap Acha sebagai anak Mom and Dad sendiri”.
__ADS_1
Kini Riyan, Aryan, Vika, Andri, Ryana, Aris, Putri, Rafa, Eva, Iqbal dan Tiara baru sampai di Bandara, sesampainya di parkiran mereka langsung berlari ke tempat dimana orang yang anggota keluarganya menjdi korban kecelakaan itu.
“Acha" ucap mereka saat melihat Acha bersama Mommy Ana dan Daddy Reza
“Kalian”. ucap Acha lalu mereka menghampiri Acha, Ana dan Reza.
“Mbak Ana”. Putri menghampiri Ana lalu memeluk Ana, Kakaknya.
“Mbak An, anak-anak kita udah gak ada Mbak, mereka tinggalin kita”. ucap Putri menangis di pelukan Ana.
“Iya mbak, mbak Ana juga yang sabar ya, aku tau mbak Ana kehilangan Vino anak satu satunya mbak Ana dan Mas Reza”. ucap Putri. Lalu, melepas pelukan dari Ana
__ADS_1
“Maaf maz, apa ada korban yang bernama Nadia Salsabila dan Ardiva Adistya”. tanya Eva kepada salah satu staf yang menyurus kecelakan tersebut.
“Bentar mbak saya cek dulu”. ucap petugat itu
“Maaf mbak, atas nama Nadia Salsabila dan Ardiva Adistya gak ada mbak, di daftar penumpang”. ucap petugas itu lali,
“kalau Aliano Putra Thebe dan Virza Adhianivo ada gak ma”. tanya Vika ke petugas itu. Sebenarnya Vika lupa nama lengkap Vino yang asli. Tetapi nama Virza Adhianivo yang terlintas di kepala Vika.
“Bentar mbak”
“Aliano Putra Thebe dan Virza Rendy Adhianivo ada mbak. Kemungkinan besar mereka tidak selamat karena melihat kondsi pesawat yang mereka tumpangi hancur lebut dan dari korban yang kami temukan semua korban sudah meninggal dunia mbak”. ucap petugas saat mencari nama Virza Adhianivo gak ada tetapi adanya Virza Rendy Adhianivo. Jadi petugas itu menyebutkan nama lengkap Vino.
__ADS_1
“Astagfirullah Bang Vino, Lian”.
“Kenapa Abi sama Umi bilang kalau Nadia ikut ke Indonesia, ya? kalau Iya kenapa di kecelakaan itu gak ada nama Nadia padahalkan kata Umi dan Abi mereka nyusul Bang Vino dan Aliano. Apa Nadia dan kak Diva gak jadi ikut ke Indonesia ya? yaudah deh nanti gue telepon Abi sama Umi aja”. batin Eva