Cinta Acha

Cinta Acha
Episode Enam


__ADS_3

Episode enam


Iqbal mengajak Acha keluar Café. Acha dan Iqbal masuk ke mobil Iqbal. Sebelum Iqbal menyalakan mesin mobilnya, Acha melihat Riyan yang baru keluar dari café depan. Acha bilang ke Iqbal kalau Riyan udah datang.


Acha turun dari mobil dan menghampiri Riyan yang sedang bersama seseorang. tapi, tiba tiba ada mobil yang menuju kencang ke arah Acha. Iqbal yang melihat ada mobil pun turun dari mobilnya dan menarik tangan Acha untuk menepi. Tapi, aneh. Kenapa mobil itu ikut menepi bahkan hampir menerobos trotoar. Mobil itu gak mau mengalah dan ingin menabrak Acha. Iqbal mendorong tubuh Acha sampai Iqbal sendiri yang tertabrak. Sedangkan Acha jatuh ke tubuh Riyan, karena Iqbal mendorong pas ke Riyan.


Setelah menabrak Iqbal. Mobil itu mundur lalu pergi dengan kecepatan penuh. Acha merasa perutnya sakit dan dadanya juga sakit. Lalu, Riyan minta ke temannya tadi untuk membawa Iqbal ke Rumah sakit. Temennya tadi di bantu beberapa orang yang ada disana.


***


Aliano dan Vino masih ada di rumah, Aliano mengatakan apa yang terjadi dengan Acha. Mendengar cerita Aliano, Vino juga ikut takut kalau waktunya udah dekat.


"Kita udah berusaha Bang, tapi gak ada hasilnya. Usaha kita akan sia sia selama ini Bang. Apa kita akan kehilangan Adek kita Bang?" Aliano udah nangis sejak tadi, Ia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Acha.


"Bang." Aliano meninggikan suaranya karena merasa Vino gak merespon. Aliano melihat Vino yang bengong. "Kenapa, Bang. Abang punya donor buat Acha?" pertanyaan Aliano yang di bales gelengan oleh Vino.


Tiba-tiba tubuh Aliano dan Vino menjadi gak enak. Perasaan ini terjadi udah lama banget. Dulu, saat Acha kecelakaan dan membuat jantung Acha bermasalah. Apa sekarang terulang lagi.


Dret dret dret dret


Hp Aliano berdering pertanda ada telepon masuk. Aliano merogoh kantong celananya dan melihat siapa yang menelponnya. Ternyata Riyan yang menelpon Aliano. Dengan segera, Aliano mengangkat telepon dari Riyan.


Aliano ingin mengucapkan kata Hallo tapi, ucapan Riyan Membuat Aliano yang tadinya tegang menjadi semakin tegang.


"Acha kecelakaan, gue bawa Acha ke rumah sakit." Ucapan Riyan yang membuat Aliano menjadi tegang. Aliano gak menyaut dan tak ada sautan dari Riyan, karena Riyan langsung menutup teleponnya.


Vino yang melihat Aliano bengong, langsung menyenggol kaki Aliano menggunakan kakinya. Agar Aliano bisa tersadar.

__ADS_1


Aliano yang tersadar'pun langsung menoleh ke arah Vino.


"Lo ngapa, Lin? Siapa yang telepon?"


Aliano langsung berdiri dan berlari keluar rumah. Vino yang merasa penasaran, ada apa dengan Aliano, langsung ikut menyusul keluar. Bahkan Vino ikut naik mobil Aliano. Padahal Vino gak tau Aliano ingin kemana.


"Lin, lo kenapa, sih? biasa aja donk nyetirnya. Gue masih belum mau mati, gue belum nikah." Ucap Vino yang berpegangan pada pegangan yang di atas, entah namanya apa. Takut melihat Aliano yang seperti kerasukan. Aliano menyetir dengan kecepatan penuh.


Lagi lagi gak ada jawaban. Lalu, tiba tiba hp Vino berbunyi dan melihat siapa yang menelpon. Ternyata Lia yang menelpon Vino. Ingat Lia gak? Itu lho temennya Vino yang dokter umum.


Vino mengatur nafasnya dulu sebelum mengangkat teleponnya "Hallo Ya, ada apa?" ucap Vino saat teleponnya terhubung.


"Maaf Dok, saya bukan dokter Lia. Saya perawat..."


"Ya, ada apa?"


"Acha, Acha kenapa ya?." Vino gak konek. Karena pikirannya ada di dua tempat. Yang pertama karena Ia takut Aliano yang ngebut. Yang kedua, pada telepon.


"Adek anda kecelakaan, Dok. Dokter Nasfa masih menangani Adek dokter, Dokter Lia sedang menangani pasian lain. Dokter Nasfa butuh Dokter Virza."


Vino langsung menutup teleponnya. Virza jadi gak takut saat Aliano ngebut. Bahkan Vino menyuruh Lian untuk menambah kecepatan.


"Ogah gue Bang, ogah. Ini ucah cepet lho. Mau celaka kita kalau mau tambah cepet."


"Oh oke, jadi lo ngebut itu karena Acha kecelakaan?"


"Iya Bang. Tadi Riyan yang telepon katanya Acha kecelakaan. Makannya gue khawatir Bang".

__ADS_1


Gak sampai lima menit, mereka sampai di rumah sakit. Mobil Aliano berhenti di depan Lobby, agar Vino bisa langsung keluar dan segera menangani Acha. Sedangan Aliano, setelah Vino keluar, Ia memarkirkan mobilnya di tempat yang lumayan dekat.


Vino berlari ke ruang IGD. Sampainya disana Vino melihat Riyan yang berdiri sambil mondar mandir dan ada temennya juga. Disana juga ada suster yang udah membawa peralatan periksa Virza.


Lalu, Vino menghampiri Suster itu dan memakai jas kerjanya. Vino yang tau Riyan akan menghampirinya langsung bilang "Gue usahain. Gue juga gak mau terjadi sesuatu kepada Acha." Setelah mengucapka itu Virza dan suster masuk ke ruang IGD.


***


Aliano keluar dari mobil dan berlari ke tempat tujuan. Tapi, tiba tiba Aliano teringat. Mungkin aja Riyan belum memberitahu keluarganya kalau Acha kecelakaan. Aliano berhenti berlari, mengambil hpnya dan memberitahu Mommy Ana dan Mami Putri. Aliano hanya Chat, soal di baca atau enggak Ia gak peduli. Nanti kalau mereka gak baca, Aliano akan menelpon. Tapi, sekarang Ia harus sampai di IGD. Menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa Acha bisa kecelakaan.


Aliano menghampiri Riyan yang dari tadi gak bisa diam. Bisa Aliano liat kalau Riyan saat ini sedang gelisah menunggu kabar keadaan Acha.


"Yan, gimana keadaan Acha?" tanya Aliano yang membuat Riyan berhenti mondar mandir.


"Gak tau Kak. Belum ada kabar dari dokter."


"Yan, kenapa Acha bisa kecelakaan? Kenapa lo gak bisa jagain Adek gue?" Aliano harus menahan emosinya. Ini rumah sakit dan Ia masih harus mendengarkan penjelasan Riyan dulu. Kalau Ia emosi dan menghajar Riyan, Aliano takut salah sasaran atau salah paham.


"Gue bingung jelasinnya gimana, Kak. kejadian itu...." ucap Riyan menjelaskan apa yang Ia liat tadi.


Flashback'nya part selanjutnya ya.


....


Sabtu, 5 Maret 2022


15.00 WIB

__ADS_1


SALAM. zulfa Alya


__ADS_2