Cinta Acha

Cinta Acha
Cinta Acha Season Dua


__ADS_3

Episode Lima


Acha masih menunggu Iqbal yang belum juga datang. Lima menit sudah berlalu, Acha mengirim pesan kepada Riyan sesuai permintaan Riyan. Tak berapa lama Iqbal pun datang.


"Sorry, Cha. Nunggu lama ya." Iqbal lalu duduk di depan Acha.


"Enggak kak, baru lima menit. Pesen makanan dulu kak." dari tadi Acha belum pesan makanan atau minuman. Acha Cuma chat an sama Riyan dan sesekali melihat daftar makanan minuman.


"Oh Oke. Pesen biasanya aja ya Cha."


"Oke, kak." mendengar jawaban setuju dari Acha. Iqbal memanggil salah satu pelayan dan memesan makanan nya.


"Kak Iqbal, kenapa?" Acha melihat muka Iqbal gak seperti biasanya. Apa Iqbal sakit?


"Kakak gak papa Cha."


"Muka kakak kok sedikit pucat. Kak Iqbal sakit?" tanya Acha yang di balas senyuman oleh Iqbal.


"Padahal kamu yang sakit Cha. Kenapa kamu gak mau jujur sama kakak." Iqbal hanya bisa membatin.


Tak berapa lama pesanan mereka'pun datang. Mereka langsung makan agar gak kelamaan dan bisa langsung bicara.


Selesai makan. Mereka saling diam. Gak tau harus mulai dari mana.


"Kak Iqbal." Akhirnya Acha berani memecahkan keheningan antara Ia dan Iqbal.


"Acha minta maaf kak. selama bersama Acha, kakak selalu sedih. Maaf karena gak bisa menjadi kekasih yang kak Iqbal ingin kan. maaf karena Acha gak jujur tentang hubungan kita yang sebenarnya. Seharusnya Acha gak nurutin permintaan Dan. Tapi, karena Dan itu cinta pertama Acha, Acha gak bisa nolak. Apapun permintaan Dan, akan Acha kabul'in. Maaf atas hubungan yang abu abu kak." Acha meminta maaf atas kesalahannya dulu. Iqbal yang mendendengarkannya'pun hanya diam.

__ADS_1


"Kak. Acha juga mau bilang makasih ke kak Iqbal. Karena udah mencintai Acha dengan tulus. Makasih atas perhatian yang kakak berikan selama ini. makasih karena kakak selalu ada di saat Acha kesusahan. Makasih juga karena kak Iqbal ikhlasin aku dengan kak Riyan."


Iqbal hanya menanggapi ucapan panjang Acha dengan senyuman. Iqbal ikhlas dengan semua ini. walau pertama kali Iqbal ingin balas dengan merebut Acha kembali. Tapi, Iqbal sadar kalau Riyan yang terbaik buat Acha. Iqbal yakin kalau Acha akan bahagia bersama Riyan.


"Gak usah bilang maaf dan makasih, Cha. Kak Iqbal lakuin itu semua dengan Ikhlas. Bahkan kakak yang seharusnya minta maaf dan makasih sama kamu." Ucap Iqbal menjeda ucapannya


Iqbal menarik nafas lalu mulai bicaranya "Maaf karena kakak udah menjadi bagian ketiga dari kamu dan Riyan. Maaf karena Tiara juga yang udah bikin kamu masuk rumah sakit, dulu. Kakak gak bisa jaga Tiara sampai membuat kamu masuk rumah sakit." Iqbal menjeda lagi ucapanya.


"Kakak gak perlu minta maaf. Itu udah berlalu, kak." ucap Acha


"Kakak tetap harus minta maaf ke kamu, Cha. Dengerin kakak, kakak minta maaf lagi karena kakak udah gak bisa lagi menjaga kamu. Makasih, makasih karena kamu mempertemukan kakak dengan Danial. Andai gak ada kamu, mungkin kakak masih salah paham kepada Danial dan mungkin sampai sekarang kakak gak bisa lagi meluk bahkan mendengar suara Adek kandung kakak." Tujuan Iqbal mengajak bertemu Acha.


"Kak, kak Iqbal gak perlu lagi jaga aku. karena Acha akan pergi. dan ini semua udah takdir kak. takdir aku mempertemukan kak Iqbal dengan Danial. Takdir aku meluruskan masalah kak Iqbal dengan danial." Ucap Acha


"Takdir aku udah selesai. Aku akan beri kebahagiaan buat kak Riyan dan aku juga udah beri kak Iqbal kebahagiaan dengan adanya Tiara dan Danial." Lajut Acha yang membuat Iqbal bingung. Kenapa Acha mengatakan seolah olah Acha yang akan pergi jauh. Padahal Iqbal yang merasa kalau Iqbal-lah yang akan pergi. kenapa ini seolah terbalik?.


"Acha emang mau pergi kak, jauh dari kak Iqbal."


"Seharusnya kakak yang bilang kayak gitu Cha. Kakak yang akan pergi, jauh meninggalkan kalian. Terutama kamu." Ucap Iqbal.


"Udah udah kak, gak usah di basah lagi." ucap Acha yang udah mulai menitihkan air matanya. Begitu juga dengan Iqbal yang udah ingin meneteskan air matanya.


"Oh iya Cha. Tolong kamu baca surat ini." Iqbal memberi surat yang berwarna Biru kepada Acha. "Dan tolong cari keberadaan Danial. Kakak minta kasih surat yang berwarna merah ke Danial." Ucap Iqbal menyodorkan surat berwarna merah. Ucapan Iqbal yang membuat Acha bingung. Kenapa harus Ia? kalau Acha gak bisa cari Danial gimana? karena watu Acha aja udah gak lama lagi.


"Kak aku...


"Please, Cha. Cari Danial dan kasih surat ini. kakak harus pergi dan sekarang Danial gak ada."

__ADS_1


"Kak Iqbal pergi sekarang?"


"Iya, setelah pertemuan ini." ucapan Iqbal yang membuat Acha berpikir. Kalau Iqbal pergi setelah pertemuan ini, Iqbal gak bisa bertemu dangan Danial. Kalau Acha kan masih ada sedikit waktu. Semoga aja waktu itu cukup untuk menemukan Danial.


"Iya kak, aku akan coba cari danial. Tapi, aku gak janji, Kak." ucap Acha mengambil dua surat itu, lalu memasukkan ke tas. "Aku harus bisa temuin Danial sebelum waktu-ku habis. Aku harus minta bantuan mas Riyan, Bang Vino dan kak Aliano. Lebih banyak orang yang cari dania, lebih cepat pula Danial di temukan." Batin Acha.


"Jam berapa Riyan jemput?" tanya Iqbal saat tujuannya udah selesai.


"Gak tau, Kak. mas Riyan belum Chat ni. Chat aku aja belum di bales." Ucap Acha yang sedikit kesal kepada Riyan. Riyan yang mengatakan kalau Acha harus menghubunginya lima menit sekali. Tapi, dari lima belas menit yang lalu, Riyan belum membaca chat dari Acha. Bahkan, chatnya Cuma centang 1.


"Ya udah, kakak yang nganter kamu ya." Iqbal menawarkan diri untuk mengantar Acha.


"Iya deh, Kak. hp mas Riyan masih centang satu. Gak tau sampai kapan kalau aku nunggu disini."


Acha ingin menyebrang jalan. Tapi saat mereka menyeberang ada mobil yang melaju kencang ke arah mereka. Iqbal menarik tangan Acha untuk menghindar. Tapi, mobil itu seperti mengikuti kemana Iqbal dan Acha pergi sampai Iqbal tertabrak dan Acha jatuh pingsan karena dadanya yang sakit dan perutnya kram.


✨✨✨✨✨✨✨✨✨


Senin, 29 November 2021


Pukul, 03.00 WIB


MAKASIH UDAH MAU BACA. JANGAN LUPA KLIK LIKE YA. KOMEN JUGA GAPAPA.


Salam dari Syava.


Zulfa Alya Elsyava

__ADS_1


__ADS_2