Cinta Acha

Cinta Acha
Sembunyi


__ADS_3

Mereka berdua berdebat sampai membuat Acha tertawa. Lucu, Udah lama gak melihat momen ini. Terakhir Acha merasakan momen ini sebelum Acha di suruh orangtunya untuk tinggal di jakarta, lagi.


"Lho Dek, kok kamu ketawa sih. emang ada yang lucu" Aliano dan Vino menghentikan perdebatannya karena mendengar tawa Acha.


"Iya ni Dek. Kita berantem, Adek malah ketawa," ucap Aliano


"Kalian gak sadar apa. kalian itu kayak anak kecil yang berebut mainan. inget umur lah Bang, Al," memang mereka kayak anak kecil. Padahal mereka udah pada dewasa.


"Iya ni. Kalian sok banget dah. udah gimi aja, mending kalian tanya aja sama Acha. Dek mau mau disuapin sama siapa? Bang Vino atau Kak Aliano" Nadia memberi saran kepada Aliano dan Vino. Agar mereka gak kayak anak kecil, lagi.


Acha berpikir. "Acha maunya, Acha yang nyuapin Bang Vino dan Kak Lian. Sini Acha suapin" Acha mengambil mangkuk yang ada di tangan Vino. Mengambil bubur itu menggunakan Sendok.


Acha menyuapi Vino lebih dulu. "Loh, kok kita sih Dek. yanh sakit'kan Adek bukan Abang atau Al. Eh tunggu tunggu, ini'kan makanan luar, Dek. kok Adek makan makanan luar sih, gak baik lho Dek. Adek'kan lagi sakit" Vino protes karena Ia yang makan makanan itu tapi untung Ia yang makan karena itu bukan bubur dari rumah sakit. melainkan bubur dari luar.


Lalu Acha menyuapi Aliano "Sini Dek. Biar kakak aja yang makan," Aliano merasakan bubur itu dan benar, itu bukan bubur rumah sakit.

__ADS_1


"Ets, gak boleh. Bang Vino dan Kak Lian hanya boleh makan bubur ini satu suapan aja,gak boleh lebih" Acha menyembunyikan bubur di bawah selimut dengan satu tangan yang memegang mangkuknya.


"Tapi'kan Dek


"Abang, Abang'kan tau ini bukan kemauan Acha, tapi ini kemauan Baby'nya lho, Bang" Acha bilang kek gitu karena gk ingat kalau sekarang ini Ana sedang memasak di rumah.


"Eh iya. ni deh Bang, Kak. buat kalian aja" Acha teringat kalau Ia ingin memakan masakan Mommy Ana.


"Lho Dek.


Sebelum melanjutkan ucapannya. ada suara knop pintu. Acha, Aliano, Diva, Nadia dan Vino takut kalau orang yang masuk itu Riyan. Dengan buru buru Aliano, Vino, Nadia dan Diva pergi ke kamar mandi. Agar siapapun yang masuk gak liat mereka di ruangan Acha.


Dan benar saja, Riyan yang datang. Riyan membuka pintu dan terkejut karena melihat di dalam ada dua orang asing bagi Riyan. Diva dan Nadia gak jadi ikut ngumpet di kamar mandi, karena gak muat.


"Lho, kamu siapa? kok ada disini?" Riyan berjalan kearah Acha.

__ADS_1


Jantung Acha menggila. dag dig dug gak karuan. huft, untung aja Riyan gak tau kalau Diva dan Nadia yang ada di ruangannya.


Tapi kalau dipikir pikir, Riyan'kan belum kenal sama Diva dan Nadia. Jadi, gak bohong.


"Eh mas Riyan. udah selesai mas, sholatnya"


"Mas nanya sama kamu Sayang, siapa mereka?"


"Mereka sahabat aku sekaligus kekasih Bang Vino dan Kak Lian. namanya kak Diva dan Kak Nadia" ucap Acha


"Kak Diva itu tunangan Bang Vino. Kalau, Kak Nadia itu pacarnya Kak Lian dan Nadia adalah adiknya kak Eva." Acha menjelaskan


"Oh iya Kak Nad. kak Eva udah tau belum kalau kakak ada disini" semoga aja Nadia paham dengan kode yang Acha buat.


Untung aja Nadia dan Diva ngeh kode yang Acha berikan "Eh iya Dek. kak Nadia keluar dulu ya. mau ngasih tau kak Eva" Nadia keluar

__ADS_1


"Eh iya Dek. kak Diva laper nie. kakak le kantin dulu ya. bye" Diva ikut keluar.


__ADS_2