
Cit.
Mobil yang Riyan bawa sudah sampai di tempat tujuan. Riyan melihat kearah Acha. Terlihat Acha masih memejamkan matanya.
"Yank, bangun yuk"
Acha mengejapkan matanya pelan. Agar Riyan percaya kalau Acha bangun tidur. Padahal Acha daritadi gak tidur.
"Gak usah acting. Mas tau kamu gak tidur"
Deg.
Riyan tau.
Riyan tau kalau Acha pura pura tidur. Riyan tau darimana?.
"Mas, emm
"Makasih. Mas tau kamu gak mau'kan ngecewain mas. Makannya kamu pura pura tidur. Mas tau Yank. Badan kamu pegel'kan"
"Mas tau"
Riyan tersenyum lalu keluar dari mobil. Riyan memutari depan mobil untuk ke sisi Acha. Riyan menggendong Acha untuk naik ke atas(?).
Acha baru nyadar akan sekelilingnya.
Acha kagum dengan keindahan di sekitarnya. Ini indah.
"Kita istirahat dulu ya. Nanti sore baru kita jalan jalan". Riyan berjalan ke lantai atas. Dimana letak kamar mereka.
Acha dan Riyan sampai di kamarnya. Pandangan Acha lurus kedepan yang manampakkan pemandangan yang indah. Disamping kanan Acha ada kursi duduk santai yang terbuat dari rotan. Acha berjalan kerah kanan, tepat di samping kursi itu, Acha melihat lurus kedepan. Ada sebuah kolam renang di luar dengan pemandangan pohon kelapa.
"Tidur Cha, istirahat dulu. Kalau enggak, mas gak mau ngajak kamu jalan"
"Yahh, mas"
"Tidur Cha"
Acha menaiki tangga kecil untuk naik ke tempat tidur. Lalu, disusul Riyan yang juga menaiki tangga itu. Acha membaringkan tubuhnya ke bad cover. Nyaman. Satu kata yang Acha rasakan saat tubuhnya merasakan empuknya bad cover itu.
"Maaf"
Acha membuka mata'nya karena mendengar kata MAAF yang keluar dari mulut Riyan. kenapa Riyan minta maaf.
"Mas gak salah. Kenapa mas minta maaf?," Acha heran, apa Riyan punya salah sampai minta maaf. Seingat Acha, Riyan gak punya salah. Bahkan yang punya salah itu Acha.
"Jangan paksain diri kamu,Cha. Mas gak mau kamu dan calon Baby kita kenapa napa karena Mas."
__ADS_1
"Mas apaan sih. Acha gapapa mas. Mas bisa liat sendiri'kan. Acha baik baik aja. Jadi mas gak usah khawatir"
Riyan tersenyum hangat ke Acha. Riyan sedikit yakin kalau ada udah mulai mencintainya. Terbukti Acha memilih memendam rasa sakit di pinggangnya karena kelamaan duduk.
"Mas ngapain senyum"
"Mas cinta kamu, Cha"
Acha diam. Sungguh Ia bingung. Jawab Iya atau Enggak.
Acha mikir kalau Ia memang mencintai Riyan tapi belum sepenuhnya. Ya gapapa sih.
Riyan tau Acha gak akan bilang cinta saat ini. Riyan tau Acha masih ragu akan perasaannya sendiri. Tapi, Riyan yakin kalau Acha udah mencintai'nya. Ya walaupun masih dikit.
Riyan ikut berbaring di samping Acha. Satu tangan Riyan memeluk pinggan Acha dari belakang. Tangan itu mengelus pelan perut Acha.
"Emm Mas" ragu ragu Acha bilang ke Riyan
"Tidur, Cha"
"Mau bilang sesuatu ke mas"
"Tidur atau enggak jalan jalan"
"Ya ya ya ya. Acha tidur"
Acha berbalik badan menghadap Riyan. Mengelus pipi Riyan lalu mengecup singkat bibir Riyan.
"Cha"
"Cha" terdengar serak di telinga Acha
"Tadi nyuruh tidur, tidur mas"
Riyan menarik nafasnya dalam dalam. Sungguh Ia gak nyaman. Gak nyaman karena (?).
Berkali kali Riyan menghirup dan menghembuskan nafas kasarnya. Ia gak tega tapi juga gak tahan.
"Cha"
"Mas"
"Boleh"
"Ngapain"
Hah. Acha gak paham.
"Yaudah" Riyan melepas pelukan yang ada di pinggang Acha. Lalu, membelakangi Acha.
"Mas, marah"
__ADS_1
Acha sebenarnya tau maksud Riyan. Tapi, Acha belum siap. Acha masih ragu akan perasaannya. Acha gak mungkin langsung bilang kalau Acha nolak. Itu gak mungkin.
Lalu, Acha turun untuk ke kamar mandi. Entah kenapa tiba tiba Ia merasa mual. Acha turun dengan sangat hati hati. Karena tempat tidurnya ada diatas.
Kamar Mandi terletak di luar kamar. Lebih tepatnya di samping kolam renang.
Karena gak terlalu jauh antara kamar dengan kamar mandi. Riyan bisa mendengar suara muntahan Acha. Dengan segera Riyan turun untuk mengecek Acha.
Di dalam kamar Mandi, Acha memuntahkan makanan yang tadi Ia makan di rumah. Hanya dikit. Setelah itu yang keluar hanya cairan putih.
Acha gak sanggup untuk berdiri. Karena mual pertamanya. Ya, dulu di video itu hanya settingan Acha dan saudaranya. Usia kandungan Acha sudah masuk bulan kedua.
Acha merasa perutnya gak enak, Lagi. Ingin berdiri tapi gak bisa. Buat buka mata aja susah, Rasanya pusing banget. Lalu, Entah kenapa tiba tiba Acha kepikiran kalau mual itu datang setelah Ia menolak Riyan. Air mata Acha turun dengan sendirinya. Apa ini kebetulan? Atau sebuah tanda?.
Riyan langsung masuk ke kamar mandi karena pintu gak di kunci. Riyan melihat Acha yang duduk di lantai dan melihat Acha yang menangis entah kenapa, Riyan gak tau.
"Yank" Riyan berjongkok di hadapan Acha.
"Mas"
Riyan tau Acha gak bisa berdiri. Dengan inisiatif Riyan menggendong Acha keluar dari kamar mandi. Lalu, Riyan mendudukkan Acha di kursi rotan itu.
Riyan berjalan kearah kopernya untuk mengambil baju Acha. Baju Acha basah karena duduk di lantai kamar mandi. Gak mungkin'kan Acha gak ganti baju. Yang ada Acha akan sakit.
Riyan memberikan baju Acha lalu, pergi. Gak mungkin Ia ada disana, yang ada Ia gak bisa nahan nafsunya. Tadi, saat Riyan denger Acha muntah muntah, entah kenapa nafsu itu hilang seketika.
Acha masih lemas karena muntah tadi. Beberapa menit kemudian Ia mengganti bajunya. Dan tak lama kemudian, Riyan masuk ke kamarnya.
"Tidur Cha"
"Takut jatuh, Mas"
Ya, Riyan teringat kalau bad covernya ada di atas. Mungkin Acha takut jatuh karena badan Acha yang masih lemas. pikir Riyan.
"Yaudah. Kamu naik, mas yang di bawah"
Dengan Hati hati Acha menaiki tangga yang terbuat dari kayu, itu. Walaupun Riyan ada di bawah tapi, Acha harus tetap berhati hati.
Setelah Acha naik dan berbaring di kasur. Riyan menyusul Acha naik ke bad cover.
Sampai di atas, Riyan melihat Acha yang sudah tertidur dengan damai. Riyan tersenyum kala melihat Acha mencari posisi nyaman. Lalu, Riyan ikut berbaring di samping Acha. meraih pinggang Acha yang menghadapnya. Riyan juga mengelus pelan punggung Acha.
Melihat dan merasakan kalau Acha gak gerak karena merasa nyaman, Riyan langsung ikut tidur bersama Acha.
🌊🌊🌊
Rencananya sore nanti Riyan akan mengajak Acha berkeliling di sekitar wisata ini. Kenapa sore atau malam? Karena tempat ini sangat indah kalau di sore hari atau malam.
Biarlah saat ini mereka istirahat. Karena sore sampai malam mereka akan berkeliling sekitar wisata itu.
🌊🌊🌊
__ADS_1