Cinta Acha

Cinta Acha
Yakin


__ADS_3

Setelah sarapan Acha memutuskan untuk berdiam diri di kamar. Ia gak mau keluar kamar dengan alasan pw. Posisi wenak.


Tadi, Riyan mengajak Acha untuk berkeliling sebelum nanti siang mereka pulang tapi, Acha gak mau.


Acha duduk bersandar di dada Riyan. Mereka duduk di bad cover atas. Acha ingin langsung bilang ke Riyan tapi, Acha malu. Bukan Acha yang ingin tapi, Acha cuma ingin menebus kesalahan kemarin yang menolak Riyan.


Acha mau'nya Riyan yang minta tapi, Acha sadar kalau Riyan gak akan minta setelah kemarin Acha menolak Riyan.


Acha tau kelemahan Riyan. Kemarin, Acha gak sengaja tu cium bibir Riyan dan tak sengaja pula tangan Acha senyentuh dada Riyan. Dan jadilah Riyan mengingin'kan Acha.


"Mas, liat aku deh"


Acha mendongak memandang Riyan. Sedangkan Riyan menunduk memandang Acha. "Kenapa, hem" salah satu tangan Riyan mengusap pipi Acha. "Imut"


"Boleh aku cium bibir mas"


Riyan menaikkan sebelah alisnya. Tumben. "Boleh, tentu sayang" mungkin memang Acha ingin selalu manja ke Riyan.


Perlahan Acha duduk tegak agar memudahkan Acha mencium Riyan. Satu tangan Acha berada di tengkuk Riyan. Sedangkan tangan yang satu'nya bersiap ingin menyentuh dada Riyan tapi, di tahan oleh Riyan.


Riyan menggelengkan kepalanya. "Jangan".


"Kenapa" Acha menatap Riyan bingung tapi, dibuat buat. Karena Acha tau maksud Riyan.


"Jangan"

__ADS_1


"Tadi bilang boleh. sekarang nolak" Acha melepas tangannya yang ada di tengkuk Riyan lalu bertidur membelakangi Riyan.


"Enggak, bukan gitu Yank. Kamu gak ngerty" Riyan memegang lengan Acha berniat menyuruh Acha berbalik menghadapnya tapi, Acha gak mau.


"Yaudah sih mas. kalau mas gak mau langsung aja bilang gak mau. aku gapapa kok. Tapi, jangan kayak gini. Mas beri harapan palsu ke Acha"


Acting gaes. Enggak nangis cuma omongan aja yang ketus.


"Enggak, Yank. Mas malah seneng kalau kamu cium. Tapi, Yank jangan sentuh dada mas ya"


"Cuma nyentuh aja mas protes. Oh Mas udah gak sayang ya sama Acha. Makannya


"Enggak Yank. mas sayang sama kamu. Mas cinta sama kamu, Mas


"Itu permasalahannya Yank, kamu gak ngerty"


"Aku ngerty mas. Makannya boleh ya"


hah. Riyan looding. Acha tau maksud Riyan. Tapi, apa bener. Bukannya mereka baru melakukan sekali dan itu Acha gak tau letak sensitifnya. Enggak, pasti Acha gak tau maksud'nya. mungkin Acha cuma nebak Aja. Pikir Riyan.


Acha masih membelakangi Riyan lalu menghadap ke Riyan.


Acha melihat Riyan yang sedang bingung. Acha tau Riyan pasti kaget denger apa yang baru aja sampaikan.


Acha memantapkan hati'nya lalu bilang, "Aku cinta sama kamu, mas. jadi'kan aku istri yang berbakti pada Mas. Dengan menuhi semua kebutuhan mas. lakukan mas"

__ADS_1


Lagi lagi Riyan di buat bengong oleh Acha. Ungkapan barusan yang Acha sampaikan kepada Riyan membuat hati Riyan gak karuan. Antara seneng dan tak tau harus gimana ke Acha. Apakah ia salah denger?.


"Mak maksud kamu, kita?"


sekali lagi Acha memantapkan hati'nya untuk bilang "Ya, lakukan mas. aku cinta sama kamu, mas"


"Kamu gak lagi becanda'kan Yank"


"Becanda" satu kata yang mampu membuat Riyan turun. Maksudnya muka Riyan yang tiba tiba jadi murung.


"Enggak Enggak, mas. aku gak bohong kok" Acha ingin tertawa melihat muka Riyan yang lesu.


"Oh" nah loh. Riyan yang sekarang marah. Riyan gak membelakangi Acha tapi Riyan menutup Acha dengan lengan tangan kanan'nya.


Acha mendekati Riyan, salah satu tangan Acha langsung berada di dada Riyan, mengekus dada Riyan, Acha juga mencium bibir Riyan sampai Riyan membuka mata.


"Cha, kamu"


"Cinta sama Mas. akh"


Tiba tiba aja Riyan udah ada di atas Acha. Acha keget donk, langsung aja teriak. reflek gitu.


Riyan mencium lembut bibir Acha. Perlahan ciuman itu menjadi lebih menuntut....


Lalu mereka(?)

__ADS_1


__ADS_2