
Pagi harinya Vino menghubungi seseorang untuk bertemu dengan Riyan. Karena nomer Riyan masih gak aktif. Seseorang itu bilang kalau Riyan siap bertemu dengan Vino di siang hari.
Dan sekarang, jam sudah menunjukkan pukul sebelas lebih tiga puluh. Artinya setengah jam lagi Vino harus menemui Riyan dan seseorang di tempat yang Vino udah siapkan.
Vino siap siap untuk ke Cafe. Cafe ini bukan cafe milik Riyan. Kan Vino yang nentukan. Jarak dari rumah sakit ke cafe itu sekitar 20 menit. Lumayan lah kalau nunggu gak lama lama banget.
Vino pergi ke ruang rawat Acha terlebih dulu untuk berpamitan dan Acha pun taunya Vino pergi dengan Diva.
Setelah pamit ke Acha, Vino pergi ke cafe. Vino memarkirkan motornya di parkiran cafe. Lalu, Vino memilih ruang privat untuk membicarakan hal penting. Yaitu, Vino ingin tau kenapa sampai Riyan se-marah itu ke Acha. Padahal Acha belum jelasin ke Riyan.
Gak sampe sepuluh menit Vino menunggu, akhirnya Riyan datang yang diikuti Seseorang dari belakangnya. Orang itu adalah Iqbal, Sahabat Riyan sendiri.
"Ngapain lo ngajak gue ketemuan Ren. Ada masalah sama Acha?"
"Enggak, gue mau nanya. Apa yang lo rencana'in?"
Riyan gak tau maksud Vino. Karena pertanyaan Vino itu gak masuk akan buat Riyan. Riyan ngerencanain apa? padahal Riyan gak lagi rencana'in sesuatu untuk Vino.
__ADS_1
"Gue gak ngerty apa maksud lo, Ren. kalau gak ada yang penting mending gue pergi."
Riyan berdiri dari duduknya yang diikuti Iqbal. Lalu, Riyan dan Iqbal melangkah pergi keluar dari ruang private.
"Gue yakin, lo berdua ngerencanain sesuatu' kan buat Acha." ucap Vino yang membuat Riyan dan Iqbal berhenti melangkah lalu, berbalik badan dan menatap Vino.
Vino ikut berdiri lalu, mulai mendekati Riyan dan Iqbal.
"Jelasin ke gue sekarang atau lo gak bisa lagi liat Acha dan anak lo!" ucapan Vino kepada Riyan. Riyan sendiri gak nganggap itu penting.
"Terserah! gue gak ada rencana apapun."
"Tunggu Bang." bukan Riyan tapi Iqbal yang bilang.
"Lo apaan sih, Bal. Lo gak perlu campuri urusan gue."
"Riy, dengerin gue. Gue kenal Rendy. Rendy, orang nya gak main main. Rendy lagi gak becanda, Riy. Emang lo mau kalau lo gak bisa ketemu istri lo dan anak lo. Ingat Riy, sebentar lagi Acha ngelahirin. Tinggal tiga bulan lagi, lo dan Acha ngeliat anak lo. Jadi, gue mau lo jelasin semuanya ke Rendy."
__ADS_1
Riyan menarik nafasnya dalam dalam. Lalu, Riyan kembali melangkah ke meja yang Ia duduki tadi. Iqbal dan Vino juga ikut duduk di tempat semula.
Tanpa basa basi, Riyan menjelaskan kepada Vino tentang rencananya.
Setelah menceritakan rencananya Riyan memutuskan untuk mengunjungi Acha. Tapi, sebelum Riyan pergi Vino udah memesan makanan dan makan itu datang.
Mau gak mau Riyan dan Iqbal makan dulu sebelum pergi ke rumah sakit. Gak perlu waktu lama Riyan, Vino dan Iqbal pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Acha.
Tapi, karena ini masih rahasia. Vino harus memastikan dulu kondisi di rumah sakit. Bisa aja kan Aliano, Vika, Aryan atau yang lainnya ada di rumah sakit. Atau mungkin Acha yang gak tidur.
🌊🌊🌊
🌊🌊🌊
🌊🌊🌊
🌊🌊🌊
__ADS_1
🌊🌊🌊
💝Sabtu, 13 Maret 2021💝