
Acha sedang menemani Riyan ke Cafe. Ini permintaan Riyan. Riyan takutnya ketakutan kemarin akan kejadian dan Riyan gak mau itu terjadi.
Dari tadi Acha hanya diam memperhatikan Riyan yang sedang bekerja menjadi kasir. Karena Kasir nya sedang ijin dan Riyan yang harus turun tangan.
Acha sebenarnya mau ngantar Danial ke Bandara. Tapi, gak di bolehin sama Danial. Alasannya sama. Yaitu takut Acha nangis.
Acha selalu mengecek hpnya, siapa tau ada pesan dari Danial sebelum berangkat. Tapi, gak ada. Acha ingin memberi pesan atau enggak menelpon Danial Tapi, Acha takutnya Riyan salah paham.
Iqbal. Tapi, kalau Acha chat Iqbal yang ada Riyan dan Tiara makin salah paham. Gimana donk ya.
πππ
Riyan memerhatikan Acha dari tadi. Riyan melihat Acha yang sedang gelisah. Beberapa kali Riyan melihat Acha yang memperhatikan hp. Ada apa?.
Riyan menghampiri Acha tapi, sebelum itu Riyan memanggil salah satu pelayannya untuk menggantikan tugas Riyan.
"Sayang"
"Mas"
"Kenapa"
Acha menarik nafas nya dalam lalu menghembuskan.
"Aku bosen, Mas. mau main hp gak seru. Mau keluar takut mas marah. Mau bantu bantu mas. Mas gak bolehin"
Riyan tau Acha bosen. Jadi, nanti setengah jam lagi Riyan ingin mengajak Acha ke suatu tempat. Tapi, nanti ya masih setengah jam lagi.
"Maaf Yank, mas sibuk. Nanti ya. Nanti kalau mas gak sibuk kita jalan."
"Kapan"
"Nanti"
"Yahh mas" Riyan udah pergi lagi ke meja kasir.
Trink
Acha mempunyai ide.
Acha menghampiri Riyan yang sedang memasukkan uang.
"Mas"
"Gak bisa sayang. Nanti ya"
"Bukan itu"
"Pinjam hp boleh"
"Boleh, nih" Riyan tau Acha bosen dengan hp nya. Gak ada salahnya kan memberikan hp nya ke Acha.
__ADS_1
Acha kembali ke kursinya. Lalu, memainkan hp Riyan.
Acha mencari nama Iqbal, lalu menelponnya. Tak lama kemudian Iqbal mengangkat telponnya.
Hallo, Riy. kenapa
^^^Hallo Kak. ini aku, Acha^^^
Lho, Cha
^^^Danial mana^^^
Kenapa. Masih ada hubungan dengan Danial
^^^Bukan itu kak.^^^
^^^Mana Danial^^^
Gak ada jawaban. Gak tau apa yang membuat Iqbal diem.
^^^Kak^^^
Kita berangkat dulu, Cha.
Iqbal menutup teleponnya secara sepihak. Kalian tau apa yang Iqbal rasakan saat ini? Iqbal cinta sama Acha tapi gak bisa bersama. Apa yang kalian lakuin, selain menjauhi Acha. Lagian'kan sudah ada Tiara, walau Iqbal belum mencintai Tiara.
Tapi, Iqbal bertekad akan melupakan Acha walau sampai sekarang belum bisa.
πππ
Acha memang udah mulai nyaman sama Riyan tapi Acha gak bohong kalau masih ada rasa sayang sama Danial.
Wajar'kan kalau Acha sayang sama sahabatnya sendiri. Apa yang salah?
Acha menghampiri Riyan lalu memeluk Riyan. Biarlah mereka di lihat oleh orang banyak. Acha gak peduli.
Riyan yang kaget karena tiba tiba Acha memeluknya langsung mengelus punggung Acha. Lalu, saat sadar mereka jadi bahan tontonan. Riyan mengajak Acha masuk ke ruangannya dan mempercayakan pekerjaannya kepada orang kepercayaannya yang udah datang.
"Hey sayang. kenapa nangis, hemm?
Riyan mengurai pelukan dari Acha tapi, Acha makin mengeratkan pelukannya dan Riyan nyerah. Membiarkan Acha menangis meluapkan apa yang seharusnya di luapkan.
Gak sampe lima menit Acha berhenti nangis. Mengurai pelukannya kepada Riyan dan menghapus sisa air matanya yang ada di pipi dan di bawah mata.
"Udah, cengeng banget istri mas. Hemm daripada kamu nangis kayak gini. mending ikut mas deh. Yuk" Riyan berdiri dan menggandeng tangan Acha tapi, Acha gak bergerak. Diam di tempat.
"Udah, ayo sayang. ini udah waktunya"
waktunya apa? Acha bingung nih. apa maksud Riyan.
"Udah,ikut aja"
__ADS_1
Riyan membawa Acha ke Bandara. Sebenarnya tau kenapa Acha tadi selalu melihat ke hp. Itu karena Danial.
Riyan tau Acha sayang sama Danial dan Danial ingin pergi ke luar negri. Danial ingin menyuruh Acha untuk mengantarkannya tapi, gak bisa. sedangkan Acha gak berani bilang ke Riyan dan takut kalau Danial akan marah karena Danial udah melarang Acha.
Riyan tau. Kemarin saat Acha tidur Riyan menelpon Iqbal. Menanyakan kenapa Ia dan Acha gak di ajak kumpul bersama. dan Iqbal bilang kalau "Gua sama Danial mau pergi Riy, gue mau nemuin orang yang menghancurkan keluarga gue sekaligus merawat Danial saat mama udah gak ada".
Jadi, Riyan berpikir kalau Acha udah tau tentang Iqbal dan Danial yang harus pergi.
Apa Acha gak mau bikin Ia sakit hati?
Apa Acha takut Ia akan marah?
Apa Acha mikir Ia gak akan ngijinin Acha buat nganter Danial?
Saat mereka sampai di Bandara Acha merasa kaget saat melihat Danial, Iqbal dan para sahabat juga ada kak Diva dan Kak Nadia yang mengantar Danial juga Iqbal. mereka juga baru sampai. Apa tadi Iqbal bohong? Ohh atau tadi Iqbal bilang berangkat itu mau berangkat ke bandara? bukan pesawatnya yang berangkat?. Oh Acha salah sangkat.
"Turun, yuk Yank"
"Mas, Mas Riyan tau"
Riyan menganggukkan kepala "Mas gak marah?"
"Buat apa mas marah sama Kamu, Yank. Kamu dan Danial itu sahabat dari lama. Gak mungkin mas marah kalau kamu ngantar Danial?"
"Thank, mas" Acha memeluk Riyan singkat lalu, mereka keluar dari mobil.
"Acha" Diva memanggil Acha saat melihat Acha yang berjalan menuju Ia dan para sahabat Acha dan Danial. Panggilan Diva membuat para sahabat itu menoleh kearah Diva lalu, kearah Acha dan Riyan.
Semua terkejut terutama Danial. Danial kan udah bilang ke Acha kalau gak perlu nganter walau hati kecil Danial menginginkannya.
Danial melihat muka Acha yang memerah. Ia tau sebentar lagi pasti Acha menitihkan air matanya. Danial yakin itu.
"Cha" Danial memanggil Acha saat Acha dan Danial sampai di depan Danial dan para sahabat.
"Dan" tanpa aba aba Acha langsung memeluk Danial.
"Maaf Dan, gue gak bisa. gue gak bisa nurutin permintaan lo yang satu ini. Maaf"
"Cha, gue ngelarang lo bukan karena gue gak mau lo nganter gue tapi, gue gak mau lo sakit. Gue gak mau lo kecapean dan berakhir jantung lo yang lemah. gue gak mau"
Acha dan Danial saling berbisik. Jadi, para sahabat gak tau apa yang Danial dan Acha bicarakan.
Diva mendekat ke arah Danial dan Acha. Berdiri di belakang Danial, depan Acha. Lalu, Diva bilang.
"Cha, lo gak boleh sedih. Danial kesana cuma sebentar kok. Danial pergi gak sampe satu minggu. Karena Mami dan Papi kakak akan pindah kesini dan itu masih satu minggu lagi.
πππ
Double up
πMinggu, 17 Januari 2021π
__ADS_1