
Setelah makan malam. Acha pergi ke kamar. Acha akan menunggu Riyan di kamar. Cuma menunggu, karena besok Acha akan bilang yang sebenarnya kepada Riyan.
Acha menunggu Riyan dengan bermain hp, tiduran, kadang membaca buku atau komik. Sudah setengah jam berlalu, dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 07:30.
Acha udah cepek nunggu Riyan. Padahal cuma nunggu, gak ngapa ngapain. Tapi tetep aja capek. Mata Acha gak ajak kompromi. Kayak nya Acha gak bisa lagi deh nunggu Riyan pulang.
Aneh. Acha merasa aneh. Matanya ingin istirahat tapi Acha gak bisa tidur. Acha kepikiran dengan Riyan. Riyan gak ngasih kabar Ke Acha. Terakhir mereka kontekan itu tadi saat Riyan menelpon Acha.
Gak kerasa Acha udah nunggu Riyan itu hampir tiga jam. Acha melihat jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh. Acha bener bener gak bisa tidur dan selalu kepikiran Riyan. Acha udah coba menelpon Riyan tapi, nomer Riyan gak bisa di hubungi.
Ceklek
Acha mendengar suara kenop pintu yang di tarik seseorang. Acha juga mendengar langkah kaki seseorang. Mungkin itu Riyan. pikir Acha. Tapi, Acha langsung menutup matanya agar orang yang masuk ke kamar itu gak tau kalau Acha masih terjaga.
Riyan, ya Riyan yang masuk ke kamar Acha. Riyan melihat masih ada Vitamin di nakas deket tempat tidur yang Acha tempati. Riyan menghitung vitamin itu dan Riyan tau kalau malam ini Acha belum minum vitamin.
__ADS_1
"Yank, sayang. Bangun yuk. Kamu belum minum vitamin 'nya lho, Yank"
Acha tetep pura pura tidur. Acha gak langsung buka mata. Nunggu beberapa kali Riyan bangunin Acha, baru Acha bangun.
"Sayang, mas tau kamu capek, tapi sekarang kamu bangun dulu ya. Kamu harus minum vitamin, Sayang"
Tapi, kenapa Acha jauh dari Riyan perutnya sakit? ini gak jauh tapi dengan Acha pura pura kayak nya calon anak Riyan dan Acha itu gak setuju.
"Stststst"
"Sayang"
"Aku gapapa, mas. Cuma kram aja, kok"
"Nih, minum vitamin dulu." Riyan mengambil vitamin, mengambil satu vitaminnya dan minuman di nakas. Lalu menyuruh Acha untuk minum vitaminnya.
__ADS_1
Setelah Acha meminum Vitaminnya. Riyan menaruh vitamin dan minumannya. Riyan masih khawatir kepada Acha. Lalu, tangan Riyan mengelus perut Acha.
Karena merasa nyaman Acha tertidur dengan Riyan yang masih mengelus perut Acha. Riyan membelai rambut Acha.
"Mas gak tau apa yang mas rasain, Yank. Mas rasa kamu udah cinta sama mas tapi, kenapa perlakuan kamu ke Rendy buat mas berpikir yang enggak enggak. Walau mas yakin kalau kalian itu hanya kakak beradik tapi, kalian gak sedarah. Rendy cuma anak angkat Mommy Ana. Apakah mas rasa ini bener atau salah, Yank"
Riyan berhenti mengelus perut Acha. Lalu, pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih. Riyan keluar dari kamar mandi melihat Acha yang terbangun dari tidurnya.
"Mas"
Riyan mengambil pakaian di almari, memakainya dan langsung kembali ke Acha.
"Kok bangun"
"Gak tau mas. Mas gak ada di deket Acha. Acha langsung ke bangun deh."
__ADS_1
"Ya udah yuk, bobok." Riyan berbaring di samping Acha. memeluk Acha dari belakang dan mengelus punggung Acha. tak lama kemudian Acha pun tertidur.