
Sudah satu minggu Vino dan Aliano pergi. Begitu juga dengan semangat hidup Acha. Setiap hari Acha hanya melamun dan mengingat masa masa dimana Acha di manjakan oleh Vino dan Aliano.
Acha hanya diam, setelah Kejadian itu, Acha gak berbuat apa apa. Acha seperti gak nentu hidup. Hidup Acha tergantung kepada Vino dan Aliano. Lalu, sekarang mereka pergi.
Trink
Bunyi notifikasi hp Acha berbunyi. Beberapa hari ini Danial selalu menghubungi Acha. Setiap hari Danial mencoba ingin menemui Acha tetapi Danial takut kalau Iqbal tau Ia ada di Indonesia. Danial, takut Iqbal akan marah dan menyuruh Danial pergi.
Tak terhitung berapa banyak pesan yang Danial kirim buat Acha dan itu tak membuat Acha mengalihkan pandangannya.
Sudah beberapa hari ini juga, Acha makan nasi hanya sedikit. Itupun harus ada orang yang maksa Acha. Riyan sendiri merasa frustrasi kerena sikap Acha.
Perubahan pada diri Acha membuat Riyan gak nyaman. Hati Riyan sesak dan hancur saat melihat keadaan Acha yang memprihatinkan. Ia udah mencoba membujuk Acha untuk kembali seperti dulu tapi sayang, Acha gak ada perubahan. Masih sama.
Setiap hari sahabat Acha datang ke rumah. Mereka ingin tau kondisi Acha setiap harinya. Iqbal, terutama Iqbal. Iqbal sama seperti Riyan, hatinya sakit saat melihat Acha gak ada gairah hidup.
Gimana perasaannya saat melihat orang yang Ia cintai tak merespon apa yang Ia lakukan?
Orang yang biasanya ceria, sekarang menderita. Apa Ia sanggup melihat itu semua?.
🌊🌊🌊
__ADS_1
Seperti Sekarang ini, Semua sahabat Acha sedang ada di ruang tamu. Mereka ingin melihat Acha walaupun Acha masih sama.
Acha sekarang ada di hadapan mereka. Acha gak merespon, melirik pun enggak.
Acha langsung duduk karena Riyan mendudukkan Acha di sofa. Mereka semua merasa Iba ke arah Acha. Mereka gak nyangka Vino dan Aliano berpengaruh besar kepada Acha.
Disisi lain, Danial yang merasa gak ada jawaban dari pesan yang ia kirim buat Acha, langsung pergi ke rumah Acha. Danial merasa khawatir dengan keadaan Acha saat ini. Karena, Danial tau Acha sangat tergantung kepada Vino dan Aliano. Setelah mengetahui Kecelakaan itu, Danial menghubungi Acha tapi gak ada jawaban dari pesan pesan itu.
Danial sudah ada di depan rumah Acha. Ia ingin mengetuk pintu rumah itu tetapi Ia merasa ragu. Entah kenapa tapi itu yang Danial rasakan.
masuk enggak masuk enggak masuk enggak masuk.
Setelah mengucap salam dan di bukakan pintu oleh seseorang. Seseorang itu membukakan pintu dengan mengucap balasan salam.
Riyan yang membukakan pintu. Riyan seperti melihat Dan tapi entahlah Riyan lupa.
"Mau cari siapa?" tanya Riyan sesaat setelah tersadar dari pikirannya.
"Acha, bisa saya bertemu dengan Acha" Riyan bingung siapakah laki laki di hadapannya ini? Apakah sahabat Acha? tapi bukannya sahabat Acha ada di dalam, lalu siapa Dia?
"Sorry, pasti anda belum kenal sama saya. Saya Danial sahabat Acha di London" Danial mengulurkan tangannya ke hadapan Riyan.
__ADS_1
"Saya Riyan, suami Acha" Riyan menerima uluran tangan Danial
"Masuk" setelah melepas jabat tangan, Riyan menyuruh Danial masuk.
Entah kenapa tiba tiba Danial merasa deg degan. Gak tau aja gitu. Tadi ragu sekarang deg degan. Pertanda apakah ini?.
Sekarang Danial dan Riyan sudah masuk ke ruang tamu. Ruang dimana ada sahabat sahabatnya dan sahabat Acha.
🌊🌊🌊
Apakah Danial dan Iqbal akan bertemu?
kalau Iya, gimana reaksi mereka berdua atau bahkan bertiga?
🌊🌊🌊
Sorry For Typo Gaes.
Sorry kalau ceritanya makin gak jelas dan gak nyambung.
And Thank yang udah mau baca.
__ADS_1