Cinta Acha

Cinta Acha
Please


__ADS_3

Kini Riyan sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Acha sedang menyiapkan perlengkapan Riyan yang Ia bawa ke rumah sakit kemarin. Dan saat ini mereka sudah sampai di depan rumah keluarga Thebe karena Mami Putri yang meminta Riyan dan Acha untuk tinggal di rumah nya sampai Riyan sembuh.


Ryana sebenarnya gak setuju tapi gapapa lah toh sahabatnya ini berniat baik. Dan lagi pula Sahabarnya ini menawarkan untuk tinggal di rumah keluarga Thebe. Seperti kemarin keluarga Thebe tinggal di rumah keluarga Andriyan.


“Mi apa kita gak ngrepotin kalau kita tinggan di rumah Mami dan Papi”. tanya Acha ke maminya, Putri


“Gak sayang! Seorang ibu gak akan mersa di repotkan oleh anak nya, Mami senang tau Dek karena Mami bisa tinggal lagi sama kamu, apa lagi sekarang ada suami kamu. Tambah rame nie rumah” jawab Putri


“Yaudah Mi, Acha bawa mas Riyan ke kamar dulu ya” ucap Acha mendorong kursi roda Riyan.


“Iya sayang hati-hati ya”


🌊🌊🌊


Acha membawa Riyan ke kamar yang ada di bawah, bukan kamar Acha. Ini karena gak ada lift atau sejenisnya yang bisa digunakan untuk jalan kursi roda.


“Makasih ya Cha karena kamu udah mau merawat aku yang kayak gini”


“Gapapa kok mas, Acha ikhlas ngerawat mas Riyan"


"Bener?,"

__ADS_1


"Hemm, Ya" jawab Acha ragu ragu


"Bener kamu jujur? kok kayak gak ikhlas gitu Cha?"


"Ha? Enggak mas, siapa bilang. Acha ikhlas kok"


"Ya ya ya. tapi kenapa kamu gugup Cha"


"Enggak" Acha menggelengkan kepalanya. Gak mungkin kan Acha jujur kalau setelah Riyan sembuh, Acha akan meninggalkan nya.


"Cha jujur sama mas, mas Riyan gapapa kok kalau Acha gak ikhlas ngerawat mas Riyan"


"Tapi?,"


Gimana? Acha harus gimana? Acha bingung. Acha gak mau ngerusak suasana yang saat ini damai menjadi kacau. Acha gak bikin kondisi Riyan menjadi down. Bukannya itu akan membuat daya tarik Riyan berkurang? daya tarik Riyan untuk sembuh dan Acha gak mau sampai Riyan lama sembuhnya karena, kalau Riyan lama sembuhnya maka semakin lama juga Ia dan sepupunya melanjutkan rencananya.


“Huft oke aku akan jujur sama mas Riyan kalau sebanarnya aku akan tetap pergi!! aku akan pergi jauh dari mas Riyan, setelah mas Riyan sembuh!! Dan aku minta maaf karena aku belum menjadi istri yang baik buat mas Riyan” ucapan Acha yang membuat Riyan terkejut. Riyan kira Acha gak akan Pergi. Riyan kira Acha udah maafinnya dan Ia kira kalau Acha udah lupain semua kejadian kemarin tapi ternyata? semua Di luar dugaan


“Gak Cha, Acha gak boleh tinggalin mas Riyan! mas Riyan tau kalau mas salah tapi Mas Riyan mohon sama Acha, jangan tinggalin mas Riyan!! mas Riyan gak mau jauh dari kamu, Cha. karena mas Riyan udah beneran cinta Acha gak ada yan lain” Riyan menggenggam tangan Acha. Agar tau kalau Ia bener bener sayang dan cinta sama Acha.


“Aku yakin mas, setelah aku pergi mas Riyan akan bahagia bersama Tiara!! Aku tau mas, Tiara itu orang yan baik dan bisa menjaga mas Riyan dengan baik juga” Acha mencoba memberi pengertian kepada Riyan tapi itu hanya tipu muslihat Acha aja.

__ADS_1


“Tapi Cha, mas Riyan gak cinta sama Tiara dan mas Riyan sama Tiara udah putus, udah gak ada apa apa. karena, mas Riyan udah cinta sama kamu, Cha”


“Aku tau mas, mas Riyan cinta sama aku tapi mas, hati aku untuk kak Iqbal dan aku belum bisa cinta mas Riyan!! apa mas Riyan mau lihat aku deket dengan laki-laki lain di hadapan mas Riyan? dan laki-laki itu adalah sahabat mas Riyan sendri! Apa mas Riyan siap lihat semuanya, mas?,”


Rihan hanya diam diam diam. hening hening hening.


“Mas Riyan gak bisa jawab kan! Udah aku tebak mas, kalau mas Riyan gak akan bisa lihat aku dengan kak Iqbal! Udah ya mas, mas Riyan gak usah pikirin masalah ini! Yang terpenting sekarang adalah kesembuhan mas Riyan, jadi sekarang mas Riyan istirahat biar cepat sembuh” sekali lagi Acha gak mau bikin Riyan down. Dan Acha mau Riyan cepat sembuh.


“Mas Riyan gak mau sembuh Cha kalau akhirnya Acha ninggalin mas Riyan! Lebih baik mas Riyan kayak gini agar, Acha bisa bersama mas Riyan selamanya”


“Suuut mas Riyan gak boleh bilang kek gitu! mas Riyan harus bisa sembuh dan bisa aktifitas seperti biasa. Untuk masalah kita, kita jalanin aja ya dulu mas, aku gak mau sampai merusak mood mas Riyan buat sembuh”


“Apa Acha mau tidur bersama Mas Riyan?”


Acha hanya diam


“Please Cha, kalau Acha beneran pergi Anggap aja Acha ngelayanin mas Riyan sebelum Acha pergi”


“Oke Mas , mulai hari ini aku akan tidur sama mas”


Mereka emang tidur di satu kamar tapi mereka enggak tidur di satu ranjang.

__ADS_1


__ADS_2