
Sekarang, Acha sudah di pindahkan ke ruangan sendiri. Bukan IGD lagi.
Tadi, setelah Vino menyampaikan kalau Acha udah sadar Riyan langsing masuk tanpa bilang apapun ke semua orang. Lalu, mereka yang mendengar Acha udah sadar mengucap Alhamdulillah.
Setelah menyampaikan kalau Acha udah sadar. Vino langsung pergi ke ruangannya bersama Aliano. Beberapa perawat membawa Acha ke ruang sendiri. Diikuti Riyan yang memegang tangan Acha. Lalu, Mereka yang menemani Acha di luar juga mengikuti Acha yang di pindahkan ke ruang rawat.
Di ruang rawat Acha, cuma ada Riyan dan Mommy Ana. Karena Aryan sedang mengantar Vika masuk kerja dan Aryan juga harus kerja. Aryan dan Vika mendapat sif malam.
Nadia dan Diva sedang bersama Aliano dan Vino. Nadia dan Aliano pergi ke rumah Riyan untuk mengambil baju baju Riyan. Begitu juga dengan Diva dan Vino yang pulang ke rumah Vini untuk mengambil baju baju Mommy Ana dan Vino.
Sedangkan Daddy Reza pulang ke rumah karena besok pagi, Ia ada kerjaan di luar kota. Karena urusan penting dam Acha udah baikkan Ia pergi ke luar kota. Andai Acha masih belum sadar, Daddy Reza rela gak datang.
Di ruang rawat Acha. Riyan sedang duduk di samping Acha. Sedangkan Mommy Ana, duduk di sofa yang ada di ruang rawat.
"Riy. Mommy sholat dulu, Ya. Kamu disini sendiri gapapa 'kan?"
"Gapapa, Mom. Nanti kalau Mommy udah selesai. Gantian Riyan, Ya"
"Ya udah. Mommy duluan Ya, Riy"
__ADS_1
Mommy Ana sudah pergi dari ruang rawat Acha. Acha istirahat dengan menutup mata. Acha gak tidur.
Tangan Acha yang di genggam oleh Riyan, mengeratkan genggamannya. Riyan yang merasa tangannya di genggam seseorang langsung menoleh ke Acha. karena Riyan berpikir kalau Acha itu tidur tapi, ternyata enggak.
"Maaf, Mas" Riyan gak tau kenapa Acha minta maaf. Riyan menggenggam tangannya dengan tangan Acha menggunakan tangan yang satunya.
"Mas maafin kamu, Yank. Walau mas gak tau kamu salah apa sama mas. Karena mas merasa kamu gak ada salah sama mas. Tapi, apapun kesalahan kamu yang mas gak tau, mas maafin. Maaf mas selalu buat kamu"
Acha menangis terharu. Tapi, Acha akan tetap minta maaf karena membuat Riyan masuk ke rumah sakit. "Mas, Maaf. Karena Acha, mas jadi masuk rumah sakit. Maaf, karena Acha sebagai seorang istri gak tau kalau Mas itu punya alergi seafood. Maaf, Acha belum bisa jadi istri yang baik buat mas. Maaf, karena Acha..
"Mas, maafin kamu, Yank. Kamu gak udah mikirin itu lagi. Mas gak mau kamu merasa bersalah. Karena mas merasa kamu gak salah. Bagi mas, kamu itu wanita yang terbaik buat mas. Kamu satu satunya istri mas yang mas cintai. Kamu istri terbaik mas. Jadi, kamu gak udah merasa kalau kamu gak baik buat mas."
Acha dan Riyan sama sama diam. Setelah mengucapkan kalimat itu, mereka diam. Mereka berada di pikiran masing masing. Riyan yang bingung kenapa Acha nyalahin dirinya sendiri, kalau Riyan yang masuk ke rumah sakit? Gak mungkin kalau gak ada orang yang komporin. apa Tiara? karena tadi Ia mendengar kalau Tiara akan merebut Riyan dan Iqbal dari Acha. mungkin, sih.
"Kenapa diem" Riyan baru nyadar kalau suasana di ruangan itu sangat hening.
"Mas, pulang"
"Kamu nyuruh mas pulang, Yank"
__ADS_1
Enggak, bukan itu. Itu bukan maksud Acha Riyan salah paham.
"Enggak, Mas. maksud Acha. Acha mau pulang. Acha
"Enggak, Ya. kondisi kamu gak memungkin'kan Yank. Mas gak mau ambil resiko kalau ngijinin kamu pulang. Walau mas ngijinin pasti Rendy dan yang lain gak akan ngijinin kamu pulang. Udah, disini aja dulu"
"Mas"
"Enggak, Yank"
"Mas. Boleh ya"
"Emmm, boleh. Tapi, ada syaratnya"
"Apa?"
"kamu bilang sendiri ke Rendy ya, kalau Rendy bolehin kamu pulang yang kita pulang"
Nah, No. Gak mungkin Vino ngijinin Acha pulang. Vino itu sangat sayang kepada Acha. Gak mungkin ngijinin Acha yang kondisinya masih lemah.
__ADS_1
ππππππ
πKamis, 28 Januari 2021π