
Hari ini adalah hari Minggu. Jam menunjukkan pukul 06.30. Riyan, Andri, Ryana, dan Acha ada dirumah tersebut karena hari ini weekend jadi mereka berkumpul di rumah. Kecuali Aryan, karena Aryan sedang menjemput Vika untuk mengajak berkumpul bersama di rumah itu.
Riyan, Andri dan Riyana sedang duduk menonton tv di ruang keluarga. sedangkan Acha masih tertidur di kamarnya.
Acha terbangun dari tidurnya karena merasa haus. Ia pun pergi ke bawah untuk mencari minuman. Karena persediaan minum di kamarnya sudah habis. Jadi, mau gak mau Acha harus turun untuk mengambil minum.
Sebelum turun Acha melihat jam sudah menunjukkan pukul 06,35. Acha teringat kalau hari ini Ia harus pergi ke rumah Danial sebelum pergi ke Bandara untuk menjemput Aliano dan Vino.
Acha memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum ke bawah untuk minum. Untuk menyingkat waktu, pikir Acha.
Setelah selesai mandi, Acha memutuskan untuk turun mengambil minum. saat Acha turun, Acha sudah rapi dengan baju yang bagus karena Ia ingin bertemu dengan orang orang yang Ia sayangi yaitu Danial, Aliano dan Vino.
Rencana Acha ingin ke rumah Danial itu makan bersama jadi Acha gak akan makan di rumah.
Saat Acha akan menuruni anak tangga tak sengaja kaki Acha terpeleset, untung ada Riyan yang bisa menangkap tubuh Acha sampai membuat mereka bertatapan cukup lama.
Tadi Riyan ingin pergi ke kamarnya untuk membangunkan Acha tapi saat di anak tangga yang paling tinggi Ia melihat Acha yang menatap kosong. Riyan berhenti dan tepat saat Acha terpeleset.
"*Apa ini udah waktunya, Kak Riyan tau kalau aku hamil"
"Bodo lah. Gue kasih tau aja kali ya*"
__ADS_1
Batin Acha.
“Makasih ya Mas”. ucap Acha. Riyan melepas pelukan dan menegakkan tubuh Acha
“Buat?” Riyan menaikkan sebelah alisnya. Apa Acha mau bilang, pikir Riyan
“Buat yang tadi, kalau gak ada mas Riyan mungkin aku udah jatuh dan...........
“Dan?”. ucap Riyan, "Dan anak kita kan, Sayang" lanjut Riyan dalam hati
“Dan mungkin anak kita udah gak ada, mas”. ucap Acha pelan bahkan bisa di bilang Acha bergumam tapi Riyan tau apa yang diucapkan Acha
“Itu udah kewajiban mas, sayang. Jadi kamu gak usah bilang makasih ke mas, Mas sayang sama kamu dan calon anak kita”. ucap Riyan mengelus pipi Acha
Banyak pertanyaan yang ada di benak Acha saat ini.
“Kenapa mas harus kaget,” ucap Riyan tenang
“Ya karena aku hamil, mas. Emang mas Riyan udah tau kalau Acha hamil?". Ucap Acha
“Iya Sayang. mas Riyan udah tau kalau kamu lagi hamil”. ucap Riyan. sejak kapan Riyan tau kalau Acha hamil? pikir Acha
__ADS_1
“Tapi kenapa mas Riyan gak marah sama Acha, karena Acha nyembunyiin kehamilan Acha dari mas?” Acha pikir Riyan akan marah dan pergi darinya tapi ini di luar perkiraan Acha. masa bodo lah
“Karena mas takut kamu akan pergi dari mas lagi, Cha. mas Riyan gak sanggup sayang, cukup sekali aja kamu pergi dari mas”. ucap Riyan memegang tangn Acha
“Acha boleh tau gak sejak kapan mas Riyan tau kalau Acha Hamil?”
“Mmm kasih tau gak ya?”
“Ihhh kok mas Riyan kek gitu sih! Oke kalau mas Riyan gak mau ngasih tau yaudah”. ucap Acha lalu pergi
“Eh tunggu donk sayang, mas Riyan Cuma becanda kok”. ucap Riyan memegang tangn Acha
“Iya deh mas Riyan cerita sama kamu tapi kita duduk dulu ya”. lanjut Riyan
“Gak mas Riyan pasti bohong kan?” seketika Acha teringat kalau hari ini Ia akan pergi ke rumah Danial lalu menjemput Aliano dan Vino. Tapi rasa penasaran Acha lebih besar daripada acaranya. Entah kenapa Acha ingin sekali tau sejak kapan Riyan tau kehamilannya.
“Enggak sayang, mas Riyan gak bohong kok, bener deh, tapi kita duduk dulu ya”
“Awas kalau bohong”
“iya sayang, udah yuk”
__ADS_1
Lalu mereka turun ke ruang tamu untuk mendengarkan penjelasan Riyan.
"Aku dengerin dulu deh penjelasan kak Riyan. Kalau udah aku langsung ke rumah Dan" batin Acha