Cinta Acha

Cinta Acha
Cinta Acha Season Dua


__ADS_3

Episode Tiga.


Selamat membaca.


๐ŸŒŒ๐ŸŒŒ๐ŸŒŒ๐ŸŒŒ๐ŸŒŒ๐ŸŒŒ๐ŸŒŒ


โ€œYank, kok bengong sih.โ€ suara Riyan yang mengagetkan Acha.


โ€œMas, duduk deh,โ€


โ€œKenapa, apa yang kamu pikirin, Yank.โ€


โ€œEmm, mas. Kenapa ya kok aku ngerasa aku gak bisa melihat anak kita waktu pertama lahir.โ€ Ucapan Acha yang membuat jantung Riyan dag dig dug deg dog.


โ€œMaksud kamu apa sih, Yank. Gak usah ngomong yang enggak enggak, deh. Udah ni makan.โ€ Riyan langsung mengalihkan pikiran Acha. Takut, karena terakhir Acha masuk rumah sakit, kondisi Acha langsung turus drastis. Vino pernah bilang kalau harus menjada Acha dengan baik, jangan sampai Acha memikirkan sesuatu hal yang berat, karena itu bisa membuat Riyan memilih antara Acha atau calon bayi mereka.


Riyan gak tau maksud dari perkataan Vino itu apa. hal berat apa yang membuat Riyan harus memilih salah satu dari Acha atau anak mereka nantinya. Tapi, Riyan tetap melakukan apa yang di bilang Vino, karena itu untuk kebaikan Acha.


Acha memakan masakan yang di buat oleh Riyan. Sesekali Acha memainkan ponselnya. Trink, ada notifikasi pesan masuk dari hp Acha. Acha melihat siapa yang mengirim Ia pesan. Tertera nama kak Iqbal yang muncul di layar hp Acha. Lalu, Acha pun membuka isi pesan tersebut.


Cha, bisa kita ketemuan.


Acha gak langsung bales. Tapi, Acha melihatkan pesan dari Iqbal kepada Riyan. Riyan yang melihat pesan tersebut menjadi bingung. Karena beberapa minggu ini atau bahkan bulan, Iqbal gak pernah menghubungi Acha. Dan sekalinya mengirim pesan, Iqbal ingin bertemu Acha. Ada apa?โ€ Riyan penasaran dengan tujuan Iqbal yang mengajak Acha bertemu.


Acha mengabaikan pesan tersebut karena Riyan juga gak merespon. Kalau Acha merespon takut salah. Riyan bisa marah. Dan Acha gak mau sampai Riyan marah marah terus.


Lagi, Iqbal mengirim pesan.

__ADS_1


Please, Cha. Kakak gak tau. Kenapa tiba tiba kakak ingin ketemu kamu.


Pesan kedua juga Acha bukan dan melihatkan ke Riyan. Riyan semakin penasaran tujuan Iqbal mengajak Acha ketemuan. Apa ini ada hubungannya dengan kisah cinta mereka? Iqbal ingin merebut Acha dari Riyan? Oh No. Riyan gak boleh mikir yang enggak enggak. Acha udah menjadi miliknya dan Iqbal udah menjadi milik Tiara.


Cha, please. Anggap aja itu pertemuan kita yang terakhir. Kakak gak akan ganggu kamu lagi. kakak akan pergi jauh dari hidup kamu, Cha. Asal kamu bahagia, kakak ikut bahagia. Jadi kak Iqbal mohon, untuk kali ini kita bertemu Cha.


Acha membaca pesan dari Iqbal yang membuat hati Acha sedikit bergetar, Acha merasa pertemuan itu akan menjadi pertemuannya terakhir dengan Iqbal. Apa ini waktu yang tepat buat Acha pergi dari dunia. Tapi, kelahiran anak Acha masih tiga minggu lagi. oh iya mereka kan belum menentukan kapan dan dimana mereka akan bertemu. Acha aja belum menjawab pesan dari Iqbal.


Acha mikir kalau memang Acha butuh bertemu dengan Iqbal. Acha ingin meminta maaf karena gak bisa bersama lagi dengan Iqbal. Acha juga ingin bilang makasih karena beberapa tahun belakangan ini, Iqbal selalu ada buat Acha.


Mata Acha yang tadinya menatap hp, sekarang menatap Ruyan โ€œBoleh gak mas?โ€ Acha harus minta ijin dulu kepada Riyan. Walau nantinya Riyan gak ngijinin, Acha akan nekat. Karena Acha yakin kalau pertemuan itu pertemuan terakhirnya dengan Iqbal.


โ€œBoleh.โ€ Satu kata yang membuat Acha langsung memeluk Riyan.


โ€œTapi, mas harus ikut.โ€ Lanjut Riyan. Tapi, Acha tetap senang walau Riyan ikut. Toh pertemuan itu Cuma membahas kata maaf dan terima kasih.


Acha melepas pelukan dari Riyan, lalu mengetik sesuatu dan dikirim ke Iqbal.


Tak berapa lama pesan yang Acha kirim di liat oleh Iqbal. Iqbal pun mengetik sesuatu dan dikirimkan ke Acha.


Senin besok ya Cha, jam makan siang.


Oke


Acha langsung membalas pesan dari Iqbal tanpa bertanya terlebih dulu ke Riyan.


โ€œlho Yank, senin mas masuk lho.โ€ Ucap Riyan setelah membaca pesan yang Acha kirim buat Iqbal yang menyetujui pesan Iqbal.

__ADS_1


Acha jadi mikir. โ€œEmm, gimana kalau aku pergi sendiri nanti mas Riyan nyusul.โ€ Saran Acha, semoga aja mas Riyan setuju. Doa Acha.


Riyan diam gak merespon saran Acha. Acha jadi mikir lagi, pasti mas Riyan khawatir takut terdadi sesuatu di jalan dengan aku, pikir Acha.


โ€œMas, boleh kan kak Iqbal yang jemput aku, atau enggak aku minta kak Lano aja buat nganterin aku.โ€


โ€œBiar Aryan yang nganter kamu, mas yang akan bilang ke Aryan.โ€


"Mas, biar kak Lian aja ya. Aku juga udah kangen sama kak Lian. Please mas, udah satu minggu lho aku gak ketemu kak Lian. Boleh ya mas." Acha menatap mata Riyan dengan tatapan sendu. Agar Riyan mengijinkan Acha untuk pergi dengan di antar Aliano.


"Nanti mas yang jemput Acha. Kak Aliano cuma nganter doank kok mas. Gak mungkin kak Lian juga yang nganter Acha. Jadi, boleh ya mas." Acha mulai merayu Riyan dengan kata kata yang bisa membuat Riyan luluh.


Gak cuma kata kata kata di atas aja yang Acha katakan. Tapi, banyak lagi Rayuan Acha agar di ijinkan oleh Riyan.


"Oke. Mas ijinin kamu, pergi. Tapi, Acha harus janji sama mas Riyan. Kalau Acha harus selalu ngabarin mas. Setiap Lima menit sekali, harus ada chat dari Acha. Acha paham." Acha terdiam mendengar ucapan Riyan yang menyuruhnya untuk memberi pesan kepada Riyan lima menit sekali. Yang bener aja. Pasti kan Acha gak bisa fokus sama tujuan dan Riyan pasti juga gak akan serius kerja kalau cuma Chat'an doank.


"Yang bener aja, Mas. Aku ketemuan sama kak Iqbal juga cuma sebentar, kok. Mungkin cuma setengah jam doank. Kalau pun lebih, paling satu jam. Tapi, itu gak mungkin." ucap Acha.


"Nurut atau enggak." tiga kata penuh makna. Riyan mengucapkan dengan tegas sampai membuat Acha sedikit takut.


"Iya deh mas, Iya. Acha nurut. Lima menit sekali Acha akan ngabarin mas." Acha pasrah menerima perlakuan posesif Riyan. Karena itu juga demi kebaikan Acha sendiri dan calon anak mereka.


"Nah, jadi istri yang nurut suami kan bagus. Itu baru istri mas Riyan." Riyan memeluk Acha dari samping. Menyenderkan kepala Acha pada bahunya. Mengelus rambut Acha yang halus.


๐ŸŒŒ๐ŸŒŒ๐ŸŒŒ๐ŸŒŒ๐ŸŒŒ


Makasih udah mampir. jangan lupa like, Komen dan Fav. Bisa juga kasih Rate ya.

__ADS_1


Minggu, 12 September 2021.


Pukul, 18.00 WIB


__ADS_2