Cinta Acha

Cinta Acha
Pergi


__ADS_3

Acha bangun dari tidurnya melihat Riyan yang sudah rapi.


Mas Riyan mau kemana? tanya Acha dalam hati


"Mas" Acha memanggil Riyan yang hendak membuka pintu kamar.


Riyan menghampiri Acha yang masih tiduran di ranjang. "Kenapa, hemm"


Acha duduk bersandar di kepala Ranjang. "Kemana, Mas"


Riyan melihat jam tangannya. "Mas mau ke cafe. ada kerjaan. kenapa, hem"


"Mas gak lupa hari ini Acha mau bilang yang sebenarnya sama Mas. Mas gak mau ya dengerin penjelasan Acha dulu."


"Maaf Sayang. Mas sibuk banget. Maaf ya, hari ini gak jadi"


"Ya udah deh mas. Nanti kalau sampai di cafe kabari Acha, ya"


"Ya udah. Mas pergi dulu ya sayang. Assalamu'alaikum" sebelum Riyan pergi, Riyan mencium kening Acha. dan Acha mencium punggung tangan Riyan.


Acha bangun dan langsung pergi ke kamar mandi. Setelah mandi dan beberes kamar. Acha pergi ke bawah untuk menyiapkan sarapan.


Sampainya di dapur, sudah ada Mommy Ana yang sedang menyiapkan bahan untuk memasak.


"Mom" panggil Acha saat di dapur


"Lho Dek. udah bangun"


"Ya Mom. Mom masak apa?"


"Nasi goreng aja ya," ucap Ana yang diangguki Acha

__ADS_1


"Oh iya Dek. kok tumben suami kamu udah berangkat" tadi sebelum ke dapur. Ana berpapasan dengan Riyan. Dan Riyan bilang kalau Riyan akan ke cafe. Tapi kenapa sepagi ini. Batin Ana bertanya.


"Iya Mom. Ada acara penting di cafe. jadi pagi udah kesana. Oh iya Mom, Acha boleh bantu'kan?" sebenarnya Acha gak tau kenapa Riyan pergi ke cafe sepagi ini. Ini baru jam setengah lima, dan cafe biasa buka jam delapan.


Mas Riyan bener gak sih kalau ke cafe?


Kalau Iya, kenapa sepagi ini?


Apa ada penting di Cafe?


Tapi, Acha apa? sampai Riyan pergi sepagi ini?


"Dek" Ana melihat Acha melamun. Padahal, Acha sedang menuangkan susu ke gelas. dan membuat gelas full susu.


"Eh Iya, Mom. Aduh" Acha sadar karena mendengar panggilan dari Ana. dan saat itu juga Acha langsung mengambil gelas untuk Ia isi susu lagi.


"Mikirin Apa, Dek?. Ana dapat jelas melihat kalau Acha sedang ada di pikirkan.


Hah


Ana Loading


Pergi?


pergi kemana?


"Ke


"Pagi" belum Ana bertanya kemana Acha pergi. Vino datang ke dapur menyapa Ana dan Acha.


"Pagi Bang" Ana dan Acha menjawab bersama.

__ADS_1


"Wihh, harum nih bau. Masak apa, mom?


"nasi goreng Bang. Abang mau'kan"


"Mau' lah Mom. Dek, kenapa" Vino melihat Acha yang sedang gelisah.


"Gak apa Bang. Udah yuk ke ruang makan"


"Yuk, Abang bawain ya" Vino berjalan ke arah Acha, membawa nampan yang berisi minuman. Lalu, pergi ke ruang makan, sebelah dapur.


🌊🌊🌊


Siang harinya Acha sedang menunggu pesan dari Riyan. Padahal, tadi pagi Acha nyuruh Riyan untuk mengabari kalau udah sampai di cafe. Tapi, sampai siang belum aja kabar dari Riyan.


Kemana Mas Riyan?


Kenapa gak ngabarin Acha?


Apa mas Riyan masih marah soal kemarin?


Tapi, tadi pagi Riyan udah baik baik aja. Bahkan kemarin malam udah bilang sayang ke Acha.


"Uh sayang, Kamu kangen ya sama Ayah. Ya udah yuk kita samperin Ayah" Acha tiba tiba ingin memeluk Riyan. Gak mungkin'kan ini Ia yang kangen, karena tadi pagi udah ketemu Riyan, mungkin anaknya yang kangen. Tadi pagi Riyan belum nyapa dan ijin anaknya saat ingin berangkat ke cafe.


Acha bersiap siap untuk pergi ke cafe. setelah siap, Acha mengambil tas dan langsung pergi keluar rumah. Tapi, saat sampai di bawah. Aliano menghentikan langkah Acha.


"Lho, Dek. udah rapi aja. mau kemana"


"Pergi kak. Aku pamit ya Kak. Mom, Dad aku pamit. nanti pamitin ke Bang Vino ya. Assalamu'alaikum" sebelum Acha pergi. Acha berpelukan ke Ana, Reza dan Aliano.


🌊🌊🌊🌊🌊🌊

__ADS_1


πŸ’Selasa, 12 Januari 2021πŸ’


__ADS_2