
Sekarang Acha dan Riyan sedang berada di kamar. Tadi, Riyan sempat ingin memukul Iqbal karena, Iqbal lah alasan Tiara mencaci maki Acha.
Acha berhasil menenangkan Riyan tapi, kalau dilihat lihat sekarang ini Riyan sedang kesal kepada Acha. Karena Riyan gak jadi menghajar Iqbal. Karena emosi Riyan tak tersalurkan.
Acha dan Riyan hanya diam diam'an. Riyan yang masih kesal kepada Acha. Sedangkan Acha gak tau harus membujuk Riyan kayak gimana.
Acha mikir kalau Ia ke dapur membuat makanan kesukaan Riyan pasti Riyan seneng tapi, Riyan juga makin marah sama Acha. Kalau Acha pura pura sakit itu gak baik.
Acha tuh tadi udah coba membujuk Riyan tapi Riyan hanya diam dan sampai sekarang Acha gak tau harus berbuat apa, agar Riyan gak kesel atau marah lagi sama Acha.
Posisinya tuh sekarang Riyan sedang bermain hp di samping Acha. Acha juga mainan hp tapi, cuma buat iseng iseng aja karena pikiran Acha ada di Riyan.
Trink
Suara hp Acha. notifikasi yang menunjukkan ada pesan masuk. Acha melihat nama Danial yang ada di layar hp Acha. Nama di kontak Acha udah ganti ya. Yang dulunya Danial First Love sekarang hanya Danial.
...Danial...
Cha, lo gapapa kan?
Acha membaca pesan dari Danial jadi bingung. Apa Danial tau soal tadi? Belum juga Acha membalas pesan dari Danial. Danial mengirim pesan lagi.
Gue tau, Cha. Lo sama Riyan gak marahan kan?
Danial kok tau ya kalau sekarang Riyan sedang kesal kepada Acha. Ya, walau Danial hanya menebak tapi, tebakan Danial bener.
^^^Gue gak tau harus gimana Dan. mas Riyan kesal sama gue.^^^
^^^Sejak tadi, mas Riyan gak mau ngomong sama gue.^^^
^^^Gue udah coba membujuk mas Riyan tapi, mas Riyan tetap diam.^^^
^^^Bantuin gue Dan.^^^
Acha masih bingung bingung harus gimana. Acha meminta saran ke Danial. Siapa tau Danial punya ide.
Gini aja Cha, lo bikinin apa kek buat kak Riyan
__ADS_1
Ide ini sama kayak ide Acha tadi. Tapi, Acha ragu.
^^^Gue gak bisa Dan. kalau mas Riyan marah gimana?^^^
Lo marah balik lah Cha. gue yakin kok lo pasti bisa. Kak Riyan gak mungkin marah sama lo lama lama.
Bener juga apa yang di bilang Danial. Apa cuma itu cara satu satunya saat ini. Apa gak ada cari lain, yang bisa membuat Acha dan Riyan gak berantem.
Percaya sama gue, Cha.
^^^Tapi, Dan. Gue ragu^^^
Lo udah gak percaya lagi sama gue, Cha.π
^^^Iya gue percaya kok. Ya udah ya udah, Gue lakuin sekarang.^^^
Nah gitu donk Cha. semoga berhasil Cha
^^^Thank Dan. semoga berhasil.^^^
πππ
Merasakan pergerakan Acha, Riyan melirik menggunakan ekor matanya. Sebenarnya Riyan ingin sekali memeluk Acha. Tapi, Riyan masih kesal kepada Acha. Riyan ingin bilang kalau Acha gak boleh pergi, tapi, Riyan gak bisa. ego nya terlalu tinggi. Riyan gak mau kalau Acha kecapean tapi, Riyan gak mampu bilang.
Riyan kembali memainkan hpnya tapi, pikirannya tertuju pada Acha. Riyan ingin menyusul Acha tapi, takut ketauan Acha. Riyan ingin Acha meminta maaf karena telah menahan Riyan yang ingin memukul Iqbal.
Riyan tetap main hp walau pikirannya ada di Acha.
πππ
Sedangkan sekarang Acha memasak makanan kesukaan Riyan. Sop Ayam. Makanan simple kesukaan Riyan.
Beberapa saat kemudian masakan Acha udah selesai. Acha membuat minuman untuk Riyan. Acha menaruh makanan dan minumannya di nampan lalu, membawa ke kamar.
Acha membuka pintu menggunakan tangan kiri. Karena tangan kanannya membawa nampan agar gak jatuh.
"Mas"
__ADS_1
Riyan yang merasa di panggil lalu menoleh ke arah pintu. Riyan langsung bangun dan menghampiri Acha setelah melihat Acha yang membawa nampan.
"Yank, kamu apaan sih. Kenapa bawa bawa makanan segala. Kalau kamu butuh sesuatu bilang aja sama mas. nanti mas yang masakin buat kamu" Riyan mengambil nampan yang Acha bawa lalu melatakkan di nakas.
Mendengar Riyan yang masih cerewet kepada Acha, membuat Acha tersenyum hangat.
Riyan mendudukkan Acha di ranjang lalu, Riyan ikut duduk di ranjang sampingan dengan Acha.
"Mas, Acha masakin sop Ayam kesukaan mas. semoga mas suka ya"
Acha sedih melihat muka Riyan yang makin di tekuk. Bukannya senang karena Acha masakin tapi, malah cemberut.
Ini lah yang Acha takutin. Lalau Riyan akan marah kalau Acha melakukan sesuatu yang bisa membuat Acha down.
Ayo Acha mikir. Gimana caranya agar mas Riyan itu gak marah lagi sama lo. Batin Acha.
Acha menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskan. Acha gugup. Acha akting.
"Mas, Acha masakin mas itu karena Acha gak mau kalau mas marah sama Acha. Mas, Acha gak mau kalau mas itu sakit. Tadi, kalau Acha menghalangi mas, mas bisa aja terluka. Acha gak mau mas berantem. Acha gak suka sama orang yang sok jago. Kalau mas emang sayang sama Acha, mas gak mungkin lakuin hal itu. Acha gak mau liat orang berantem dan mas malah yang akan membuat Acha berantem. enggak mas, Acha gak akan biarin itu terjadi" Acha menggenggam tangan Riyan. Mencoba membuat Riyan percaya kalau apa yang Acha bilang itu benar. Mata Acha udah berkaca kaca. Tapi, enggak nangis.
Riyan mendengar penjelasan Acha. Melihat mata Acha yang memang gak bohong. Riyan bisa melihat itu semua. Kalau Acha itu bilang yang sebenarnya.
"Yank, maafin mas. Mas salah. Gak seharusnya mas emosi. Mas sadar kalau itu semua bukan salah Iqbal tapi, Tiara nya aja yang terlalu berlebihan. Kalau Tiara bisa ikhlas seperti mas, semua pasti ada jalannya. terbukti, sekarang kamu ada di samping mas. Yank, kamu gak perlu bujuk mas dengan cara ini. Mas emang suka masakan kamu tapi, melihat kondisi kamu yang kayak gini, mas semakin merasa bersalah. Mas lebih mementingkan ego mas sendiri daripada kamu dan calon bayi kita."
"Aku gapapa, mas. Aku baik baik aja. ini semua emang kemauan aku kok. Mas udah lama gak makan masakan aku dan sekarang aku mau mas makan masakan aku. aku suap'in ya"
"Kamu juga harus makan, Yank"
Akhirnya Acha dan Riyan saling menyuapi. Satu piring, satu minuman, satu sendok.
Berhasil Dan. Gue berhasil. kita berhasil Dan. Thank You, Dan. Acha mengungkapkan rasa bahagianya. Apa yang di bilang Danial bener. Riyan gak bisa marah terlalu lama ke Acha. Acha pasti bisa dengan mudah membujuk Riyan dengan perbuatan.
ππππππ
__ADS_1
πKamis, 04 Februari 2021π