Cinta Acha

Cinta Acha
Cinta Itu Bukan Permainan


__ADS_3

Sekarang ini Acha sedang berada di Rumah Sakit. Menemani Danial yang sedang sakit, karena penyakit Danial kambuh dan Acha gak tega dan gak mau pulang sebelum Danial sembuh.


Acha lupa mengabari Vika, Tiara, dan Eva kalau Ia gak bisa datang ke basecamp. Bahkan Acha lupa untuk mengabari Riyan.


Dan sekarang Riyan sedang khawatir karena Acha gak memberitahu kemana Acha pergi. Emang sih tadi Acha minta ijin untuk pergi ke basecamp tapi sampai saat ini Acha gak ada kabar. Bahkan, nomer ponselnya pun sekarang mati.


Riyan sudah menghubungi Vika untuk menanyakan apa Acha bersama Vika? tapi Vika menjawab kalau dari tadi mereka hanya bertiga dan Vika gak tau dimana Acha sekarang.


Hal itu membuat Riyan semakin khawatir. Apa Acha pergi meninggalkannya lagi? enggak, tadi baru aja ketemu dan sekarang Acha pergi lagi?.


🌊🌊🌊


Danial yang baru sadar dari pingsannya melihat sekeliling, Ia berada di rumah sakit. Ia melihat Acha yang sedang tiduran di sofa.


Tak lama kemudian dokter datang untuk memeriksa Danial. Dokter bilang kalau kondisi Danial sudah mulai membaik tapi tetap saja Danial gak boleh kecapean.


Acha bangun dari tidurnya dan mendapati Danial yang sudah berada di hadapannya. Tentu saja Acha terkejut, bagaimana tidak. Kondisi Danial tadikan gak baik dan sekarang Danial sudah ada di hadapannya. Seharusnya, Danial tiduran di bankar bukan duduk di hadapannya.


"Dan, ngapain lo disini. mending lo tiduran deh" ucap Acha lalu bangun dari tidurnya.


"Gue gapap kok, Cha. gue baik baik aja. Mending sekarang gue antar lo pulang deh. pasti keluarga lo nyariin"

__ADS_1


"Tapi Dan, lo


"Cha, lo mau gue sedih, lo mau liat gue mikirin penyakit gue"


Acha menarik nafasnya. Ia gak mau itu terjadi. Acha berdiri dari duduk nya dan langsung perg. Danial mengikuti Acha dari belakang.


Danial mengantarkan Acha ke rumah keluarga Andriyan, karena Acha masih tinggak disana dan belum kembali ke rumah Riyan.


Dari tadi Acha maupun Danial saling diem. Gak ada satu dari mereka yang membuka topik pembicaraan. Sampai akhirnya mereka sampai di depan rumah keluarga Andriyan.


Sebelum turun dari mobil, Acha melihat ke arah Danial. Ingin sekali Acha mengatakan kalau Acha takut untuk pulang. Acha takut Riyan marah karena Acha gak minta ijin ke Riyan kalau Ia pergi ke rumah sakit.


"Lo udah mulai sayang sama Riyan, Cha"


"Huft, Dan, gue bukan gue. ini bukan kemauan gue. mungkin ini kemauan anak gue. jujur, gue gak cinta sama kak Riyan da..


"Tapi lo sayang kan Cha sama kak Riyan" ucap Danial memotong ucapan Acha.


"Enggak itu bukan gue, Dan. mungkin itu kemuan anak gue. gue gak mungkin suka sama kak Riyan. lo tau perasaan gue buat siapa. perasaan gue cuma buat lo, gue Dan"


"Dan kak Iqbal kan, Cha" Danial menyambung perkataan Acha.

__ADS_1


"Cha, dengerin gue. Cinta itu bukan permainan. Cinta itu sebuah anugrah dan cinta itu kita saling mencintai. Cinta itu


"Lo gak perlu ngajarin gue tentang cinta karena yang udah bikin gue kayak gini it lo, Dan. Lo yang udah ngajarin gue. Kalau dulu lo gak minta gue buat menerima cinta kak Iqbal, gue gak akan jadi playgirl seperti sekarang. Gue akuin gue sayang sama lo dan gue juga sayang sama kak Iqbal. Oh iya gue juga sayang sama kak Ryan karena anak ini. itu karena lo, Dan"


"Cha" Danial memegang tangan Acha tapi Acha langsung membuka pintu mobil, lalu pergi masuk ke dalam rumah.


Sesampainya di dalan rumah, Acha melihay Ryana yang menangis di dalam pelukan Andri. Vika yang juga menangis di dalam pelukan Aryan.


Acha bingung kenapa Vika dan Mama Ryana nangis?


Acha mengucapkan salam yang membukan Ryana, Andri, Aryan dan Vika menoleh ke arah Acha. lalu, Ryana lari ke arah Acha dan memeluknya.


"Ma, Mama kenapa kok nangis" Ryana melepas pelukan Acha dan menghapus air matanya.


"Cha dari kemarin Riyan gak buka pintunya, Cha. Mama khawatir sama Riyan" ucap Ryana


"Cha, kamu dari mana aja sih. Dari kemarin kamu gak bisa di hubungi. kita khawatir sama keadaan kamu, Cha" ucap Vika menghampiri Acha.


"Kak Riyan mana kak Vik"


"Di kamar Cha. mending lo ke kamar deh. gue khawatir sama keadaan Bang Riyan" ucap Aryan.

__ADS_1


__ADS_2