
Setelah selesai membuatkan minum untuk suaminya dan mertuanya, Acha pergi ke ruang kaluarga untuk memberikan minuman tersebut ke mereka, lalu sesampainya di ruang keluarga nampan yang berisi minuman nya jatuh karena Acha mendengar bahwa.
BANYAK KORBAN PESAWAT JATUH DARI LONDON KE INDONESIA DIANTARANYA DI BAWAH INI
Saat Acha sampai di ruang keluarga, tak sengaja Acha melihat tv dan ada nama Virza Rendy Adhianivo dan Ryaas Aliano Putra Thebe disaat itu juga nampan yang Acha bawa jatuh dan membuat seluruh keluarga menoleh ke arah Acha.
Mereka semua bingung. Keluarga Riyan bingung menatap Acha yang tiba tiba aja diam. sedangkan Acha masih loding. Acha gak tau ini benar atau enggak. Apakah ini mimpi?.
Pikiran Acha masih gak tau ada dimana dan saat ini juga pikiran Acha kosong. Gak tau apa yang ada di benaknya sekarang ini.
Virza Rendy Adhianivo dan Aliano Putra Thebe.
Nama itu terus berputar di kepala Acha. Nama korban kecelakaan pesawat dari London menuju Indonesia.
Apa Mimpi itu akan jadi kenyataan?.
Apa ini pertanda mimpi itu?.
__ADS_1
Apa Aliano dan Vino ninggalin Acha, sendiri?.
Acha merasa ini cuma mimpi lanjutan tadi malam. Sampai ada suara yang memecahkan keheningan di rumah itu.
"Acha" panggil Riyan
Acha tersadar dari pikirannya lalu menangis.
“Gak, gak mungkin, ini gak mungkin. Kalian gak mungkin pergi”. ucap Acha nangis lalu jatuh dari berdiri. (Ngerti gak sih maksudnya, abaikanlah)
“Ya Allah Acha”. ucap Riyan, Ryana dan Andri lalu menghampiri Acha.
“Sayang kamu kenapa kok nangis”. ucap Riyan memeluk Acha
“Gak, ini Cuma mimpi, mereka gak mungkin pergi! gue telepon kak Aliano aja lah”. Acha mengambil handpone nya lalu mencoba menghubungi Aliano, tapi sayang, nomer Aliano gak bisa di hubungi.
“kak angkat donk kak, Acha khawatir sama kak Lian!! Kenapa susah banget sih telepon kamu, kak”. Acha masih terus mencoba menghubungi Aliano tapi, sama. Gak ada perubahan
__ADS_1
nomer HP nya masih gak bisa dihubungi.
“Sayang kamu kenapa sih kok nangis terus, nanti kondisi kamu lemah gimana, Cha!! Udah ya gak usah nangis lagi, kasihan baby nya”. Riyan mencoba menenangkan Acha
“Gue gak peduli, gue Cuma butuh mereka, gue sayang mereka tapi kenapa mereka pergi ninggalin gue” Acha masih gak terima kalau Aliano dan Vino pergi.
“Sayang kamu ngomong apa sih, kenapa gak peduli sama Baby?" Riyan mancoba mengatur agar Ia tak emosi kepada Acha.
“Iya gue gak peduli sama Baby!! Emang apa peduli loe sama gue, semua orang yang gue sayang udah ninggalin gue dan sekarang kalau loe mau ninggalin gue, silahkan gue gak peduli” entah kenapa tiba tiba Acha jadi emosi.
“Acha jaga ucapan kamu, Riyan itu suami kamu”. ucap Ryana yang agak emosi.
“Kenala anda mau marah sama saya, silahkan!! Bila perlu saya pergi dari hidup kalian, agar kalian puas”.
“Sayang gak gitu maksud Mama tapi Mama cuma....
“Gue cuma butuh mereka di sisi gue tapi, kenapa mereka pergi dari gue, aap salah gue sama mereka!! Kalau mereka udah bosen sama gue bilang bukan kek gani”. ucap Acha lalu pingsan,karena tiba tiba dada Acha menjadi sesak.
__ADS_1
“Ya Allah Acha, Acha bangun sayang kenapa kamu gak dengerin mas sih Cha”. ucap Riyan lalu membopong Acha dan menuju kamar
Riyan menidurkan Acha di Ranjang lalu Riyan mengoleskan minyak ke kaki dan hidung Acha secara bergantian sedangkan Ryana mengambil air minum, lalu Irfan mentrima telepon dan telepon itu ternyata dari Aris, Aris bilang ke Andri kalau dirinya dan Putri akan ke rumah Riyan.