
Vino menghentikan mobil nya di depan lobby. Lalu, Vino menggendong Acha menuju ruang IGD. Sedangkan Diva memarkirkan dulu mobil Vino.
Vino yang membopong Acha langsung masuk ke ruang IGD yang di ikuti dua suster rumah sakit tersebut. Tapi, sebelum Vino masuk, Vino menyuruh seorang suster untuk mengambilkan jas dan alat dokter di ruangan Vino.
Diva sudah berada di ruang tunggu, tepat di depan ruang IGD. Diva gak tau harus menghubungi Riyan gimana. Karena Diva gak punya kontak Riyan.
Lalu, Diva menghubungi Aliano untuk ke rumah sakit.
Kurang lebih satu jam Vino menangani Acha. Vino keluar dari ruang IGD.
"Gimana, Bang?" Aliano yang kebetulan juga baru datang langsung bertanya ke Vino setelah Vino keluar dari ruangan.
"Riyan. Dimana Riyan?" bukannya menjawab Vino
Karena gak ada jawaban dari Aliano dan Diva. Vino mengambil hp nya untuk menghubungi Vika. Vino menyuruh mengabari Riyan dan menyuruh Vika untuk ke rumah sakit.
"Abang pergi. Kalau ada sesuatu panggil Abang." Vino langsung pergi ke ruangannya.
πππ
Vika baru aja sampai di rumah sakit. Setelah mendapat pesan dari Vino, Vika langsung pergi ke rumah sakit bersama Aryan. Vika dan Aryan udah coba menghubungi Riyan. Tapi, nomer Riyan gak aktif.
Vika dan Aryan sudah berada di depan ruang IGD. Karena Acha belum di pindahkan ke ruang rawat. Vika dan Aryan melihat Diva dengan seseorang yang gak asing bagi Vika. Karena Vika melihat Aliano dari belakang.
Vika terkejut melihat Aliano yang juga terkejut melihat Vika. Suasana seketika hening. Lalu, Diva bertanya ke Vika.
"Kalian ngapain disini?" tanya Diva ke Vika dan Aryan. Seketika pandangan Vika ke Diva.
"Kita kesini mau jagain Acha, kak. keadaan Acha gimana, kak."
"Gak tau, Abang gak ngasih tau." emang bener kan kalau Vino gak ngasih tau Diva ataupun Aliano.
Trink
__ADS_1
...Bang Vino...
Temuin Abang di ruangan
Abang tau, kamu udah sampai.
Vika mendapat pesan dari Vino langsung pergi ke ruangan Vino. Sedangkan di ruang tunggu masih ada Aliano, Diva dan Aryan.
Aryan belum tau keadaan Riyan, dimana Riyan berada dan kenapa Riyan pergi. Aryan udah chat sahabatnya di grup.
...Sahabatπ...
^^^Bang, lo dimana Bang^^^
^^^Acha butuh lo, Bang^^^
^^^Acha di rumah sakit.^^^
^^^Please bang, pulang^^^
πππ
Seseorang yang sedang bermain game online di hp nya, tiba tiba ada notifikasi pesan grup. Orang itu mengabaikan pesannya dan menyelesaikan game nya dulu sebelum membaca pesan itu.
Beberapa menit kemudian. Orang itu selesai main gamenya dan langsung membuka pesan grup itu.
Orang itu terkejut mengetahui kalau Acha sakit. Orang itu langsung berpikir apakah ini karena pertengkaran Acha dengan Riyan tadi. Orang itu takut kalau jantung Acha melemah. Karena Acha itu orangnya pikiran. Mungkin karena Acha terlalu mikirin Riyan, rumah tangannya dengan Riyan membuat Acha jatuh sakit.
Orang itu langsung mengambil kunci motornya, pergi ke suatu tempat. Melajukan motornya dengan kecepatan penuh. Karena jarak rumah orang itu ke tempat tujuan lumayan jauh. Mau gak mau, orang itu harus ngebut.
πππ
Riyan masih memikirkan foto itu. Bukan tanpa maksud tapi, Riyan hanya gak habis pikir aja. Kenapa Acha tega khianati Riyan lagi. Sudah cukup pengkhianatan Iqbal dan Acha. Riyan gak mau lagi mengulang pengkhianatan yang di lalukan Acha dan Danial, cinta pertamanya.
__ADS_1
Riyan berada di rumah kost. Untuk sementara waktu Riyan akan tinggal di kost kosan kecil. Riyan baru menempati rumah itu satu jam yang lalu. Dan sekarang Riyan beristirahat di kamar setelah membereskan barang barangnya.
Tak selang waktu lama. Ada yang mengetuk pintu kosan Riyan. Riyan mikir siapa yang datang ke kosnya. Bukannya Ia baru aja pindah kesini. Kemungkinan gak ada yang kalau Riyan ada di kos ini.
Riyan berjalan kearah pintu untuk membuka pintu. Riyan terkejut melihat siapa yang ada di depan itu. Riyan menutupi keterkejutannya dengan menampakkan muka dingin.
"Ngapain,"
Orang yang di depan Riyan, tersenyum. Orang itu tau kenapa Riyan bersikap kayak gini. Orang itu paham banget.
"Seharusnya gue yang nanya ke lo. lo ngapain disini. Bukannya nemenin istri lo di rumah sakit,"
Acha sakit? bukannya tadi baik baik aja. Tapi, kenapa tiba tiba ada di rumah sakit.
Mungkin orang itu bohong.
"Gak usah bohong. Gue gak percaya sama lo. Acha ada di rumah
"Sakit..
Orang itu memotong pembicaraan Riyan lalu menunjukkan Cha Grup dari sahabatnya.
"Makannya Riy, hp lo aktifin donk. Lo jadi gak tau kan kalau istri lo masuk rumah sakit," jelas orang itu.
Riyan diam. Riyan gak tau harus gimana. Riyan ingin menemani Acha sekarang ini tapi, Riyan gak mau kalah Ia ada di sana Danial juga ada di sana.
"Riy, gue tau lo termakan omongan Tiara. Gue yakin lo berantem karena Tiara yang udah nunjukin foto itu ke lo. Gua gak mau ngebela Acha tapi, gue yakin Acha udah berubah. Foto itu foto lama. foto itu di ambil sebelum Acha balik lagi ke sini. Gue gak mau karena foto itu lo dan Acha berantem. Gue ingetin ke lo, Riy. Jangan karena sebuah foto tak berarti bisa buat rumah tangga lo hancur. Gue gak mau lo nyesel kalau bener itu foto lama Acha. Mungkin tadi, Acha memakai pakaian yang sama. Tapi, bukan berarti kan kalau foto itu foto baru. Terserah lo mau percaya gue atau enggak. Gue gak maksa lo buat percaya." orang itu menjelaskan secara detail ke Riyan.
"Udah, nanti aja mikirin nya. Sekarang yang terpenting itu Acha. Emang lo gak mau nemenin Acha." lanjut orang itu
"Jangan banyak mikir buruan." orang itu menyuruh Riyan untuk naik ke motornya. Gak ada waktu buat macet macet'an karena Riyan yang naik mobil.
Orang itu juga melajukan motornya dengan kecepatan penuh. Orang itu tau kalau Riyan sangat khawatir kepada Acha. Orang itu gak mau kalau Ia telat membawa Riyan ke hadapan Acha. Walaupun nantinya Acha masih belum siuman.
__ADS_1
ππππππ
πJum'at, 19 Februari 2021π